Pages

Tuesday, December 31, 2013

Membaca Sastra Indonesia 2013 [Wrap-Up Post]


Tak terasa sudah di penghujung tahun 2013. Saya akan merangkum buku-buku yang saya baca dalam Membaca Sastra Indonesia 2013 yang diselenggarakan oleh Mbak Made Melani. Saya senang mengikuti reading challenge ini karena memberikan semangat bagi saya untuk lebih banyak membaca sastra Indonesia. Kelemahan saya yaitu jumlah review tidak sebanding dengan buku yang dibaca. Entah itu karena kesibukan ataupun malas sehingga tidak semua buku yang telah saya baca saya review.  >.<


List buku yang dibaca :

1. Rumah Kaca - Pramoedya Ananta Toer

2. Dari Shalawat Dedaunan hingga Kunang - kunang di Langit Jakarta

3. Malam Terakhir - Leila S Chudori

4. Sabai Nan Aluih - Tulis Sutan Sati

5. Korupsi - Pramoedya Ananta Toer

6. Negeri Senja - Seno Gumira Ajidarma

7. Kuda Terbang Maria Pinto - Linda Christanty

8. Persiden - Wisran Hadi

9. Pada Suatu Hari - Sapardi Djoko Damono

10. Memang Jodoh - Marah Rusli

11. Yang Menunggu dengan Payung - Zelfeni Wimra

12. Rumah Bambu - Y.B Mangunwijaya

13. Ibu Pergi ke Surga - Sitor Situmorang

14. Karena Kita Tidak Kenal - Farida Susanty

15. Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa - Maggie Tiojakin

16. Wahai - Korrie Layun Rampan

17. Balada Ching-ching dan Balada lainnya - Maggie Tiojakin

18. Kuantar ke Gerbang - Ramadhan K.H



Semoga di tahun 2014 nanti lebih banyak lagi yang dibaca dan direview ya. Hehehe.

Friday, December 27, 2013

Kado dari Secret Santa BBI 2013


Akhirnya bisa posting bareng Kado Secret Santa BBI juga. Hehehe. Saya baru terima paketnya hari ini karena baru balik dari site visit selama 2 mingguan.  Langsung saja ya kita buka kado dari Secret Santa adalah .............. *drum roll*


THE CUCKOO'S CALLING 

by
ROBERT GALBRAITH



Whoaah seneng banget dapat Dekut Burung Kukuk. Muchas Gracias  My SS. Mungkin inilah kenapa paketnya bisa datang lewat dari tanggal 10. Hihihi.


Nah, sekarang waktunya memecahkan riddle. *berpikir keras*





Friday, December 6, 2013

Buying Monday 4




Aaaaaak.. Udah ketemu Buying Monday lagi. Tidak terasa ya. Postingan review belum ada tapi menimbun buku tetap lanjut. *tepok jidat*. Perasaan beli bukunya sedikit gitu pas bulan November. *perasaan* Setelah di list banyak juga ya. Mwuahahaha..


1.       Amelia – Tere Liye
2.       Panggilan Rasul – Hamsad Rangkuti
3.       Orang-orang Blanti – Wisran Hadi
4.       Dermaga Lima Sekoci – AA Navis
5.       The Casual Vacancy – JK Rowling
6.       Kuantar ke Gerbang – Ramadhan K.H
7.       Blue Romance – Sheva
8.       Remember Dhaka – Dy Lunaly
9.       Siti Manggopoh – Abel Tasman
10.   Kamus Bahasa Minangkabau - Indonesia
11.   Murjangkung – AS Laksana. Shortlist dari KLA 2013
12.   Pasung Jiwa – Okky Madasari. Shortlist dari KLA 2013
13.   Saksi Kunci: Kisah Nyata Perburuan Vincent, Pembocor Rahasia Pajak Asian Agri Group – Metta Dharmasaputra. Kasus yang menarik perhatian saya dari waktu masih kuliah.
14.   Jon Bon Jovi – Laura Jackson. Bon Jovi adalah salah satu band kesukaan saya. Ketika ditawarin biografi Jon Bon Jovisama kak Mia @balibooks langsung disambar deh. Hehehe.
15.   Levels of Life – Julian Barnes. Beli di @balibooks.
16.   Nacropolis – Jeet Thayl. Beli di @balibooks.
17.   What Casanova Told Me – Susan Swan. Buntelan dari Kak Mei.
18.   Waan en Eigenwaan – Janes Austen. Buntelan dari Kak Didit.
19.   De Burgemeester van Casterbridge – Thomas Hardy. Buntelan dari Kak Didit.
20.   Dua Belas Pasang Mata – Sakae Tsuboi. Niatnya mau beli buku program Secret Santa tapi tetep aja beli buku buat sendiri. Penasaran sama buku ini yang pernah dikaitkan dengan Laskar Pelangi
21.   Holland : One Fine day in Leiden. Beli bukunya karena setting di Belanda.



sebagian buku yang dibeli bulan November. x))



Mau ikutan Buying Monday?

  • Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin'
  • Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin pertama di bulan berikutnya.
  • Masukan link post tersebut di linky yang disediakan.
  • Linky akan dibuka selama 8 hari.
  • Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
  • Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D


Friday, November 8, 2013

Buying Monday 3


Hiyaaa udah lewat sebulan aja. Beli buku apa aja yah bulan Oktober kemarin.

Beli di Carefour Kota Kasablanka. Buku yang diobral tidak sebanyak di carefour lainnya tapi lumayan dapat dua buku yang pengen dibaca.

1. Cacthing Fire (Suzanne Collins)

2. Tahta untuk Rakyat - Biografi Sultan Hamengku Buwono IX

Beli di toko buku diskon tenbooks yang ada di Mall Kota Kasablanka Lt 2. koleksi bukunya kurang lebih sama dengan di gramedia shocking sale. Dapat tiga buku :

1. Entrok - Okky Madasari

2. The Help - Kathryn Stockket

3. A Moveable Feast - Ernest Hemingway

lima buku teratas hasil titipan ke Dinoy dan Chei BBI

Buku-buku yang nitip dari teman BBI :

1. John Grisham - Ford County

2. 86 - Okky Madasari

3. City of beasts - Isabel Allende *yang ternyata sudah punya dan dibaca*

4. Kerajaan Naga Emas - Isabel Allende

5. The House of Spirits - Isabel Allende

Selain buku-buku diatas, saya sempat ke Gramedia Matraman. Beli buku sebagai berikut :



1. Maryam - Okky Madasari

2. Orang-orang Proyek - Ahmad Tohari

3. Dear John - Nicholas Sparks

4. La Barka - Nh. Dini

5. Spreekt u nederlands ? - Sofia Thrion.

Bulan ini langsung beli 3 bukunya, Okky Madasari. Penasaran sih dengan bukunya.

Mau ikutan Buying Monday ? Silahkan meluncur ke blognya Aul disini.

Keep reading ;)

Wednesday, November 6, 2013

Catatan dari Indonesia Book Fair 2013

Panggung utama Indonesia Book Fair 2013

Indonesia Book Fair datang kembali ! Bertempat di Istora Senaya, pameran buku berskala nasional ini digelar dari tanggal 2 – 10 November 2013. Di hari pembukaan, grup whatsapp BBI Jabodetabek langsung ramai dengan info-info buku diskon dan murah. Saya berusaha mengabaikan godaan yang tidak pernah saya tolak, beli buku baru sementara itu timbunan buku yang belum dibaca semakin menggunung. :P Sebenarnya saya kepengen datang event Sokola Rimba di IBF tapi engga ada teman keluar. Adik cewek sedang belajar kelompok di rumah temannya. Ajak adik yang cowok dia tidak mau kalau berjalan berdua, takut dikira pacaran. Hahaha. Baru deh keesokannya saya ke IBF setelah jalan-jalan ke museum. Weekend kemarin memang sedang ada banyak acara di GBK sehingga minggu-minggu macetnya luaaar biasa di Sudirman. 

Masuk ke area pameran IBF, pengennya muterin dulu sekali. Quick skimming. Untuk buku-buku bahasa Inggris, stand Periplus wajib dikunjungi. Teman BBI ada yang dapat The Cuckoo’s Calling dan The Fault in Our Stars dengan harga 50.000 saja. Mantap! Giliran saya ngubek-ngubek boks Peri belum ada buku yang pengen banget saya beli. Saya berjalan kea rah kanan dari pintu masuk. Ada stand Republika yang memajang novel terbaru Tere liye, Amelia. Tak perlu pikir dua kali, sebagai fans beliau langsung saya beli dengan diskon 20%. Cuman kenapa ya covernya beda dengan novel-novel serial anak mamak terdahulu. Cover “Amelia” ini beda sendiri, tidak setipe dengan “Eliana”, “Burlian” atau “Pukat”.

Dua buku pertama yang dibeli di IBF

Ada kenikmatan tersendiri menelusuri judul-judul buku yang disusun rapi. Konon, ruang kenanga  4 heboh dengan buku murah dari Gramed. Sebenarnya untuk terbitan grup tersebut saya tidak berharap banyak, mengingat mereka sudah sering bikin Gramedia Shocking Sale dan Sale di Carefour. Ya tidak ada salahnya melihat-lihat. Kalau penggemar cerita Harlequin, ada banyak buku Harlequin yang diobral. Saya beli kumpulan cerpen dari Hamsad rangkuti.

Bagi saya stand buku langka selalu bikin mupeng. Mendapati buku wishlist yang sudah langka merupakan suatu kebahagiaan. Saya tertarik dengan biografi AA Navis. “Berapa ini Pak?”, tanya saya. “85.000”. Glek.. Saya kembali melihat-lihat. Ada satu buku Mochtar Lubis yang belum saya punya. “Berapa pak”, saya mengacungkan buku merah tersebut. Emmmm..*bapaknya berpikir keras* “85.000”, jawabnya. Haaa.. saya kaget. Harganya dua kali lipat dengan harga buku normalnya tapi ya itu susah ditemukan. Saya tawar tapi cuma turun 5.000 saja. Baiklah, belum berjodoh.  Betapapun saya ingin memiliki buku yang sudah termasuk langka, saya sesuaikan dengan budget.

beli buku di stand propinsi Sumatra Barat

Saya masuk ke ruangan yang terdiri dari stand-stand perpustakaan daerah dan propinsi. Pengunjung tidak terlalu ramai disini. Saya ke stand Propinsi Sumatera Barat. Di stand ini selain buku-buku dari ranah Minang, ada juga lho jual keripik balado Christine Hakim. Disini saya membeli kamus umum bahasa Minangkabau – Indonesia. “Kok beli ini?”,tanya adek saya. Bagi saya saja berbicara bahasa Minang dengan teman di kampung suka diketawain karena logat dan kata-katanya bahasa Minang Saisuak *dibaca : jadul*. Apalagi buat adek-adek yang tidak bisa bahasa Minang. Mereka kurang lebih mengerti tapi tidak bisa ngomong Minang. “Ini khusus buat kalian”. Kamusnya diskon lagi 20%. Ada tiga buku yang diobral 10.000, yaitu novel Wisran Hadi berjudul ‘Orang-orang Blanti’, kumcer AA Navis dan buku tentang seorang pejuang wanita bernama Siti Manggopoh. AA Navis dan Wisran Hadi adalah sastrawan dari Minang. Ambil tiga-tiganya plus kripik balado Christine Hakim yang kecil, total 85.000. Sama persis dengan harga biografi AA Navis yang saya pengen.

Terakhir sebelum pulang, saya mampir ke stand Mizan. The Casual Vacancy didiskon 50%. Di rak diskon 50%, ada beberapa buku yang menarik lainnya yang saya beli. Kuantar kau ke gerbang, Kisah Bung Karno dan Bu Inggit. Blue Romance, ini penasaran dari review di goodreads. Al Asbun – Pidi Baiq, ini penulis kesukaan adek cowok. Remember Dhaka, random ngambilnya. Total semuanya sama dengan harga normal TCV.  Puaaaas. Hihihi.

Buku Mizan diskon 50%

Dalam IBF tahun ini,saya lebih menahan diri. Stand buku dari YOI dan Kobam sangat bikin mupeng. Tapi harga buku yang saya pengenin masih mahal. Kalau tidak ada budget constraint mungkin saya bisa kalap di kedua stand tersebut. IBF masih berlangsung hingga minggu besok, kesana lagi ga ya? *dilema* 

Friday, November 1, 2013

Kupu - Kupu Fort de Kock


Judul : Kupu - Kupu Fort De Kock

Penulis : Maya Lestari GF

Penerbit : Koekoesan

Tahun Terbit : 2013

Pesilat di lahir mencari kawan, di bathin mencari Tuhan.

Pertempuran anggota Tiga Perguruan dengan kawanan Singo Balang di Jembatan Siti Nurbaya berhasil membunuh Singo Balang ke alam kubur. Keberhasilan ini membuat lega dunia persilatan. Orang jahat dari yang terjahat telah mereka basmi. Singo Balang tersohor dengan kekejamannya. Singo Balang mengambil jiwa, inti kehidupan anak buahnya dan menjadikan mereka layaknya Zombie. Tinggal membereskan anak buahnya yang tercerai berai. Kekuatan mereka sudah melemah tanpa pemimpin mereka.  Namun, tiga perguruan tak mengira perjuangan mereka belum lah menemui titik akhir. Ada seseorang yang melancarkan serangan balasan. Siapakah dia ?

Limpapeh melakukan interogasi pada Malam, perempuan tua yang pernah menjadi komplotan Singo Balang. Malam diselamatkan dari penyerbuan ke Ampa, markas Singo Balang yang terletak jauh di bawah Lubang Jepang. Dari keterangan Malam terbuka lah informasi bahwa Singo Balang mempunyai anak. Kemungkinan anak tersebut yang menuntut balas dendam. Informasi yang lebih mengejutkan lagi, Ibu anak Singo Balang adalah anggota dari Tiga Perguruan. Apakah ada pengkhianat di antara mereka? Limpapeh menyusun strategi untuk menangkap anak dari Singo Balang. Kejahatan Singo Balang jangan sampai dihidupkan kembali oleh darah dagingnya.

Singo Balang menguasai silat sama pandainya dengan guru-guru di Tiga Perguruan. Keahliannya digunakan untuk kejahatan. Ia bisa menghisap intisari kehidupan manusia dan menjadikan orang tersebut kaki tangannya. Membunuh, jual beli narkotika, merusak generasi penerus bangsa. Kekuatan anak buahnya ada di diri Singo Balang. Jika Singo Balang mati, mereka pun musnah. Seharusnya begitu. Situasi berubah dengan adanya anak Singo Balang. Tanda-tanda kehadiran anak buah Singo Balang diketahui melalui rajah melati di lengannya. Uniknya anak Singo Balang tidak terdeteksi oleh Limpapeh. Kenapa bisa sampai luput?

Di luar dunia persilatan, Limpapeh menjelma gadis biasa yang bernama Shaira.  Kekuatannya tidak diketahui orang awam. Limpapeh memutuskan memulai pencarian anak Singo Balang dari Bukittinggi. Jika siang hari, ia berbaur dengan turis lokal di Pasar Ateh, Bukittinggi. Saat malam, ia melacak jejak ke dalam Lubang Jepang. Dalam pencariannya Shaira bertemu dengan Arun, lantas mereka berdua jatuh cinta. 

Bagaimana akhir pencarian Limpapeh Gunuang Singgalang ? 

Saya jarang membaca genre fiksi silat. Kupu-kupu Fort de Kock ini mengingatkan kembali dengan cerita-cerita silat yang saya baca waktu kecil karya Bastian Tito. Dengan adanya beberapa karakter perempuan yang jago silat memberikan pandangan lain perempuan pun bisa menjadi bersilat setangkas laki-laki. Penulis tidak hanya lihai menuliskan pertempuran yang detail tetapi juga membahas filosofi-filosofi silat khususnya silek Minangkabau. Di antaranya yaitu silek lintau, silek sitalarak,silek kumango, silek harimau dan lain-lain.


"Bagaimanapun, silat bukan untuk dipamerkan, ia hanya alat untuk menegakkan kebenaran". 

Friday, October 25, 2013

Wuthering Heights


Judul : Wuthering Heights

Penulis : Emily Bronte

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2011

Heathcliff, anak yatim piatu, ditemukan oleh Mr Earnshaw dalam suatu perjalanan bisnis ke Liverpool. Mr Earnshaw membawa pulang Heathcliff ke Wuthering Heights. Dua anaknya, Hindley dan Catherine, memberikan sambutan yang saling bertolak belakang. Hindley sangat tidak menyukai Heathcliff yang tidak berpendidikan dan kasar. Sementara Catherine seperti menemukan teman bermain yang cocok dengan karakternya. Semasa hidup Mr Earnshaw, Heathcliff menjadi anak kesayangan beliau. Hal ini menuai kebencian dari Hindley.

Tak jauh dari Wuthering Heights berdiri Thrusscross Grange yang merupakan rumah dari keluarga Lipton. Suatu ketika, Catherine dan Heathcliff tersesat ke wilayah tetangga mereka. Catherine bertemu dengan Edgar Lipton dan adiknya, Isabel Lipton. Tingkah laku Edgar lebih sopan dan terdidik. Kedekatan Catherine dan keluarga Lipton membuat Heathcliff tersingkir. Apalagi setelah meninggalnya Mr Earnshaw dan Hindley yang menjadi tuan rumah. Ia bertindak semakin semena-mena terhadap Heatcliff. Mereka saling membenci satu sama lain. Heathcliff mencurahkan kemarahannya dengan bekerja sampai ia menghilang dari Wuthering Heights.

Catherine menikahi dengan Edgar Lipton. Tiga tahun tak ada kabar, Heathcliff kembali ke Wuthering Heights. Ia membawa uang yang cukup banyak. Situasi Wuthering Heights sudah berubah banyak. Hindley ,yang kehilangan istrinya di usia muda, tenggelam dalam judi dan alkohol. Ketergantungan Hindley dimanfaatkan oleh Heathcliff dengan meminjamkan uangnya. Pelan-pelan Heathcliff menjalankan balas dendam atas perlakuan yang ia dapatkan sewaktu remaja. Kasih tak sampainya kepada Catherine membawa kebencian yang besar kepada Edgar Lipton. Sementara Isabel, adik Edgar lipton jatuh cinta dengan Heathcliff. Karena Edgar tidak akan menyetujui adiknya jatuh ke pelukan Heathcliff, mereka kawin lari. Bagi Heathcliff, wanita yang dicintainya adalah Catherine. Ia menggunakan Isabel untuk menyakiti hati Edgar. Sayang Catherine meninggal dunia ketika melahirkan anak perempuannya.

Ceritanya berlanjut ke anak-anak mereka. Hareton Earnshaw, anak dari Hindley, dipekerjakan oleh Heathcliff karena Wuthering Heights menjadi miliknya setelah Hindley meninggal dunia. Ia dibiarkan tidak berpendidikan dan kasar. Anak Catherine dengan Edgar yang dinamakan sesuai ibunya, Catherine Lipton memiliki keberanian yang sama seperti dimiliki ibunya. Sementara anak dari Isabel Lipton dan Heathcliff memiliki kesehatan yang rapuh, lemah dan cengeng.
  
Suram, kelam, dingin, penuh dendam kesumat. Inilah kesan saya saat membaca buku ini. Tidak ada kah hal lain yang dibahas selain kebencian dari seorang Heathcliff. Oh mungkin karena settingannya di pedesaan terpencil sehingga yang dibahas hanya dua keluarga yang berdekatan ini. Namun saya tetap meneruskan buku yang sudah 2 tahun menghuni rak buku saya. Pasti ada sesuatu yang membuat cerita ini menjadi karya klasik dan mengilhami banyak buku lainnya. Karakter-karakter dalam buku ini tidak ada yang membuat saya bersimpati.


Setelah menutup buku ini baru lah saya mengerti. Whoaah luar biasa! Cerita yang bikin geregetan di sepanjang membacanya ini bisa membuat saya berbalik menyukainya di akhir halaman.

Thursday, October 17, 2013

Kitab Suci Kesatria Cahaya


Judul : Kitab Suci Kesatria Cahaya

Penulis : Paulo Coelho

Penerbit :  Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Oktober 2013


“Engkau bisa mengenali seorang kesatria cahaya dengan melihat ke dalam matanya. Para kesatria cahaya berada dalam dunia, mereka menjadi bagian dari dunia, dan mereka dikirim ke dunia tanpa ransel dan sandal.”

Sebelum memulai pertempuran penting, kesatria cahaya bertanya pada dirinya sendiri. “Seberapa jauh aku telah mengasah dan mengembangkan kemampuan - kemampuanku”. Para pemenang tak pernah melakukan kesalahan sama untuk kedua kali. Itulah sebabnya sang Kesatria hanya mempertaruhkan hatinya untuk hal-hal yang memang layak diperjuangkan.

 Kesatria cahaya kadang-kadang berperilaku seperti air, mengalir memutari penghalang-penghalang yang dijumpainya. Aliran air sungai menyesuaikan dirinya dengan alur apapun yang tampak mungkin, tetapi sang sungai tak pernah melupakan tujuannya, yakni laut. 

Kesatria cahaya bukan tanpa cacat. Kadang ia pun merasa takut dan putus asa. Ia pun bisa keliru dan mengakibatkan ia terjatuh ke dalam jurang. Ia berkomunikasi dengan gurunya. “Guru, aku telah terperosok ke jurang yang dalam”. “Engkau tidak mati tenggelam hanya karena tercemplung ke dalam air, tetapi engkau akan mati tenggelam jika tetap berada di bawah permukaan air”. Kesatria cahaya menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyelamatkan diri dari keadaan yang serba sulit itu.

Jadi, siapakah kesatria cahaya? Setiap orang mampu melakukan hal-hal dalam "Kitab Suci Kesatria Cahaya". Dan, walau tak seorang pun merasa dirinya sebagai kesatria cahaya, kita semua adalah kesatria cahaya.

Berbeda dengan karya-karya lainnya, Kitab Suci Kesatria Cahaya tidak berupa cerita seperti novel-novel yang ditulisnya. Paulo Coelho menerangkan segala sesuatu mengenai kesatria cahaya. Mungkin sejenis dengan Like The Following River. Paulo Coelho menuturkan bagaimana kesatria cahaya bersikap, berpikir dan berdoa. Semua orang bisa menjadi kesatria cahaya. Sekali-kali saya memposisikan diri menjadi kesatria cahaya dan ternyata cukup sulit untuk menjadi setangguh kesatria cahaya.


Therese Raquin


Judul Buku : Therese Raquin

Penulis : Emile Zola

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2011 


Therese Raquin diasuh dari kecil oleh bibinya, Mme Raquin. Mme Raquin memiliki anak laki-laki yang sakit-sakitan, Camille. Ketika beranjak dewasa, Camille dinikahkan dengan Therese. Mereka pindah ke Paris. Mme Raquin membuka toko pakaian di daerah Passage du Pint-Neuf. Camille berhasil mendapat pekerjaan di perusahaan kereta api Orleans. Sekali dalam seminggu, keluarga Raquin menerima tamu-tamu. Pensiunan polisi, Michaud yang merupakan teman lama Mme Raquin di Vernon. Olivier dan Suzanne,  anak dan menantu dari kolonel Michaud. Grivet, karyawan veteran dari Orleans. Dan Laurent, seorang teman masa kecil Camille yang sama-sama bekerja di Orleans.

Ketidakbahagiaan dan kemuraman kehidupan Therese Raquin mendorong dia untuk menjalin cinta terlarang dengan Laurent. Camille yang rapuh dan kekanak-kanakan tidak cukup bisa membahagiakan Therese. Kebutuhan Therese yang mendambakan lelaki sejati bertemu dengan hasrat terpendam dari Laurent.  Pertemuan Therese dan Laurent dilakukan siang hari waktu Camille dan Mme Raquin sibuk bekerja. Di setiap pertemuan Kamis malam, mereka bersikap acuh tak acuh dan tampak dingin di depan orang-orang. Gelora asmara mereka rupanya menuntut lebih. Laurent ingin memiliki Therese seutuhnya. Mulailah pikiran untuk menghabisi Camille melintas di benak sepasang kekasih ini. Laurent sebenarnya tipikal lelaki yang menginginkan hidup senang. Jika Camille tiada dan ia berhasil menikah dengan Therese, hidupnya lebih terjamin. Harta Mme Raquin bisa membiayai kehidupannya dan ia tidak perlu kerja susah, cukup melukis saja.

Camille berhasil disingkirkan pada suatu hari. Laurent melemparnya dari atas perahu di tengah-tengah Sungai Seine. Kejadian tersebut dibuat seolah-olah kecelakaan biasa. Camille sempat melakukan perlawanan. Ia menggigit leher Laurent tapi tenaganya bukanlah lawan sepadan buat Laurent yang tinggi besar. Camille mati tenggelam dan mayatnya baru ditemukan berhari-hari kemudian. Mme Raquin sangat kehilangan putranya. Baginya Camille adalah dunianya. Masa-masa berkabung turut memisahkan Laurent dan Therese untuk sementara waktu. Laurent tetap mengunjungi kediaman Raquin dan membantu Mme Raquin menutup tokonya tiap malam. Laurent hampir berhasil menggantikan Camille, anak lelaki yang telah pergi. Mme Raquin semakin tua dan tidak bisa bergerak banyak. Setelah 15 bulan berlalu, Therese dan Laurent menikah. Apakah rencana mereka berhasil?

Disaat sudah tidak ada penghalang apa-apa bagi mereka, gairah cinta yang memabukkan mereka telah padam dan terpisahkan oleh jurang kasat mata yang bernama penyesalan. Laurent dan Therese bukan lah manusia yang sama setelah membunuh Camille. Mereka pikir dengan melakukan kejahatan yang tidak terdeteksi akan memuluskan jalan kebahagiaan mereka. Masing-masing diri mereka menghadapi “hantu” Camille. Therese mengalami ketegangan syaraf, gelisah dan tidak tenang. Laurent semakin paranoid dengan semua yang berbau Camille hingga ia melukis potret Camille sebanyak lima kali. Camille seolah-olah hadir dimana-mana. Ia muncul dalam setiap percakapan mereka yang akhirnya menjadi pertengkaran. Ia berbaring di antara Therese dan Laurent. Hingga saat suami istri ini berciuman, sosok mengerikan Camille yang mati tenggelam pun terbayang.

Buku ini masuk dalam daftar 1000 buku yang harus dibaca sebelum mati. Ini perkenalan pertama saya dengan Emile Zola. Di awal saya sempat risih dengan asrama cinta terlarang ini tapi saya tetap penasaran dengan bagaimana jalan ceritanya. Yang menarik adalah kondisi mental dan psikologis dari Therese dan Laurent setelah mereka membunuh Camille. Mungkin perbuatan mereka tidak diketahui oleh orang-orang tapi hati nurani mereka sendiri lah yang menjadi hakim. Mereka dikejar-kejar rasa bersalah dan penyesalan. Secara sepintas saya jadi teringat dengan cerita ‘Kejahatan dan Hukuman’ dari Dostoyevsky. Adaptasi terbaru dari novel klasik ini baru saja dirilis pada September kemarin dengan judul "Therese". Dan yang memerankan Camille adalah Tom Felton. Cocok banget!

Monday, September 23, 2013

Karena Kita Tidak Kenal


Judul  : Karena Kita Tidak Kenal

Penulis : Farida Susanty

Penerbit : Grasindo

Tahun Terbit : 2013



Karena Kita Tidak Kenal Sejauh apakah kita mengenali diri sendiri, keluarga, teman, pacar bahkan Tuhan ?

 Kelima belas cerpen plus satu bonus cerita dalam Kumpulan cerpen 'Karena Kita Tidak Kenal' mempunyai satu tema yaitu asing. 'Bagaimana cara menarik orang asing' tentang remaja yang terobsesi dengan sosial network, friendster. Jika disesuaikan dengan jaman sekarang mungkin friendster sudah ketinggalan jaman. Ada facebook, twitter, path, instagram, goodreads, dan sosial media lainnya. Kuantitas friend atau follower seringkali jadi parameter kepopuleran seseorang. Walaupun sebagian besar dari jumlah tersebut adalah orang-orang asing. 'Joker' mengenai seorang remaja cewek yang ingin diakui oleh genk sepermainannya. Sebenarnya ia tidak benar-benar cocok dengan gengnya. Lalu datang lah anak baru Indri. Pindah sekolah sudah hal yang biasa namun ia mudah saja mencair dengan teman-teman yang lain. 'Siapa' menceritakan Rina yang sedari kecil sudah diarahkan menjadi dokter oleh orang tuanya. Rina gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi di fakultas kedokteran. Ayahnya masih berusaha agar Rina bisa menjadi dokter. 'Selamat Ulang Tahun' yaitu surat dari seorang ayah untuk putrinya. Bagaimana dalam kurun waktu tertentu si putri kecil tumbuh terasing dan tidak kenal satu sama lainnya dengan si ayah. 'Rahasia' tentang seorang remaja yang bertemu dengan pria paruh baya dan menceritakan rahasia yang tidak bisa ia ceritakan pada orang yang ia kenal. Disini keterasingan menjadi kenyamanan untuk mereka berbagi kisah hidup. Tanpa nama,tanpa kenal satu sama lain.

 'Culik' tentang anak kecil yang dibawa pergi karena desakan ekonomi. 'Tuhan' menceritakan seorang mahasiswa atheis bernama Rio. Ia tidak percaya Tuhan beserta ritual-ritual agama apapun. Ketika ia mencalonkan diri sebagai ketua senat,saat itulah pertarungan ideologisnya mendapat tantangan dari calon yang berasal dari organisasi keagamaan. 'Pemakaman'. Ada kah yang mengirimkan undangan pemakaman?. Ketika Soni meninggal dunia, sebuah undangan melayang ke mantan istrinya, Dini. Pemakaman yang dihadiri oleh orang-orang asing kecuali Dini dan anaknya. 'Pada suatu Hari, di sebuah jalan',seorang laki-laki memberikan tumpangan pada gadis yang duduk di tepi jalan dan ditengah guyuran hujan. Perkenalan keduanya membawa ke hari yang indah bagi gadis tersebut. Sayang,si laki-laki sudah memiliki pacar sehingga tidak bisa meneruskan hubungan mereka. Cerita kesepuluh memakai huruf kanji dan saya tidak tahu bacanya dan bagaimana menuliskannya. Manusia seharusnya tidak merasa asing dengan malaikat tersebut. Karena cepat atau lambat, dia akan datang. 'Yang Diuntit' tentang gadis yang merasa seumur hidupnya diikuti seseorang atau sesuatu. Agak absurd ceritanya ini. 'Musik' tentang lagu dari Paris Harrington - New York City. Well, this is me. And my dreams and my hopes. I want to keep dreaming, dreaming,and moving on. Running and flying to place I want to go. This is me. And my feeling, my strength. Maybe I'm lost, maybe I can't find the way. But someday I will shine, shine, shine. And coming home for you.

Cerpen berikutnya berjudul WWS tentang penolakan seorang anak pada ibu barunya. Keluargaku tidak butuh orang asing. Orang asing tidak bisa jadi keluargaku. 'Pandangan Pertama' menceritakan seorang pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama sekalipun sang wanita akan menikah dengan tunangannya. Alice in wonderless land adalah cerpen favorit versi penulis. Ah saya juga suka cerpen yang ini. Cocok untuk semua yang merasa bosan atau stagnan dengan kehidupannya. Bonus cerita 'Halo' agak creepy. Seseorang yang mengajak kenalan lewat handphone karena tidak digubris, tindakannya menjadi anarkis.

Setiap orang pasti pernah menjadi 'orang asing' bagi orang lain. Dari perkenalan dan interaksi sosial akhirnya zona asing pun lenyap. Tapi dengan orang-orang yang kita kenal baik pun kita bisa merasa asing. Things change. Feelings Change. People change.

Friday, September 20, 2013

Ibu Pergi ke Surga


Judul Buku : Ibu Pergi ke Surga

Penulis : Sitor Situmorang

Penerbit : Komunitas Bambu

Tahun Terbit : 2011

Time is flying like an arrow.

Kumpulan Cerpen dari Sitor Situmorang ini sudah lama menarik perhatian saya. Judul dan lukisan yang berada di sampul depan memikat. Sitor Situmorang dikenal sebagai penyair angkatan 45. Namun baru di perpustakaan saya bisa meminjam buku ini. 

Cerita-cerita sederhana yang diilhami dari perjalanan dan perenungan Sitor Situmorang. Budaya dari Tanah Batak terasa kental di beberapa cerita seperti ‘Ibu Pergi Ke Surga’, ‘Kehidupan Daerah Danau Toba’ dan ‘Perjamuan Kudus’. Sementara perjalanan Sitor di benua eropa tertuang di beberapa cerita lainnya seperti ‘Fontenay Aux Roses’ dan ‘Pertempuran dan Salju di Paris’. Sitor juga menulis hubungan kedekatannya dengan beberapa wanita dalam ‘Kembang Gerbera’, ‘Pribahasa Jepang’ dan ‘Kisah Surat dari Legian’.   

Beberapa cerita pendek yang menarik buat saya :

Ibu Pergi ke Surga. Cerpen yang dijadikan judul buku ini memang istimewa. Unik. Tentang bagaimana Ibu menghembuskan napas terakhirnya di saat orang-orang sedang berpesta tanpa diketahui.

Perjamuan Kudus. Ketika satu persatu anak pulang ke kampung halaman untuk melihat kondisi ayahanda yang sudah sepuh. Pesta 4 hari 4 malam sudah disiapkan.

Cheri. Kisah cinta antara dua manusia yang berasal dari kebudayaan yang berbeda, Cheri dan Mustafa. Ketika tiba waktunya Mustafa kembali ke tanah airnya, Cheri menolak untuk ikut.

Diplomat Muda. Diplomat muda mendapat tugas mendampingi Nyonya pemberantas pelacuran di Indonesia. Si Nyonya melakukan observasi ke daerah “lampu merah”, menonton pertunjukkan dari satu night club ke night club lainnya. Diplomat muda tak mempunyai pilihan untuk menghindari tugas yang merendahkan jabatannya.

Harimau Tua. Permusuhan antara Bapak Tua dengan Harimau yang menerkamnya yang juga membuat kakinya cacat. Dendam lunas setelah harimau berhasil masuk perangkap.

Kota S.  Kota S, sebuah kota yang berada di pesisir barat Sumatera Utara yang pernah mencapai kejayaan pada waktu dahulu. Sekarang perairan timur Sumatera lebih ramai dibandingkan pesisir barat hingga yang tersisa di kota S adalah sepi dan kenangan.


Selain yang saya ulas sedikit diatas masih ada cerpen-cerpen lainnya yaitu ‘Akbar’, ‘Perawan Tengah Hari’, ‘Begitulah Selalu Kalau Hujan’, ‘Jin’, ‘Pertempuran’, Cinta Pertama’,  Kereta Api Internasional’, ‘Pangeran’, ‘Pribahasa Jepang’, Jatmika dan Jatmiko’, ‘Suatu Fiksi dalam Fiksi’, ‘Kasim’,Kehidupan Daerah Danau Toba’. 

Sunday, September 15, 2013

Surga Retak


Judul : Surga Retak

Penulis : Syahmedi Dean

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2013


"Tinggal di atas tanah negeri yang subur bukan berarti jaminan kesejahteraan siapa saja yang berdiri di atasnya. Hanya segelintir yang mujur mendapat gelimang kemakmuran, orang-orang yang mendapat gelimang kemakmuran, orang-orang yang punya warisan turun temurun, orang-orang yang berani berkata bahwa tanah yang mereka pijak adalah tanah hak milik mereka, para pendatang dengan tentara bersenjata,dan para penjudi nasib yang gagah berani. Kalau hanya sekadar jelata, bersiaplah melata."  

Sultan Mahmud Perkasa Alam, Raja Deli kedelapan (1858-1873) mengubah hutan belantara tanah Deli menjadi ladang uang. Adalah Jacobus Niyenhuis seorang Belanda yang memulai kerjasama dengan Raja Deli. Ia membuka lahan hutan dengan menanam tembakau dengan mendatangkan orang Tamil dari India selatan dan orang Shantou dari Cina Selatan. Rupanya hasil tembakau dari tanah Deli sangat bagus dan diminati orang-orang Eropa. Kucuran dana dari Eropa sangat besar untuk membuka kebun-kebun yang lebih luas di Deli.

Di tengah kegelapan malam, Suri dan kembarannya Fatma pergi dari Rantau Makmur oleh Bapak. Mereka mengendarai motor dan menembus perkebunan karet. Suri tak berani bertanya mengapa mereka tiba-tiba pergi dari rumah, meninggalkan Rantau Makmur. Suri terpaksa meninggalkan sekolah, meninggalkan teman-temannya, juga kekasihnya Murad. Ibu Suri pergi ke Hongkong karena Bapak kalah berjudi. Bagi bapak judi bukan hanya sekadar candu, ia melarikan diri dari kekalahan hidupnya. Semenjak ibu pergi, Fatma memilih tidak berbicara.

Di tempat yang baru ia, kampung Baturaja,mereka berkenalan dengan Tante Nur dan anak perempuannya, Rohanna. Sepertinya Bapak dan Tante Nur telah mengenal sejak lama. Suri dan Fatma sering dititipkan di rumah Tante Nur dan bermain bersama Rohanna. Alasan dibalik kepindahan Suri sebenarnya sama dengan penyebab Ibunya pergi ke Hongkong, Bapak mempertaruhkan mereka di meja judi. Paras cantik mereka berdua cantik membuat Koh Liang ingin memperisitri salah satunya. Anak buah Koh Liang mengejar Bapak sampai dapat.

Kampung Baturaja seringkali menjadi tempat pelarian penjahat. Ketika itu warga kampung dihebohkan mayat-mayat yang ditembak secara misterius, tanpa nama dan tanpa tahu asalnya dari mana. Yang mencolok dari warga kampung Baturaja adalah Nek Gintuk yang disegani di Baturaja karena keahliannya dalam dunia gaib. Kehebatannya tersohor hingga mendatangkan pasien-pasiennya dari negeri seberang, Malaysia. Suri mendatangi rumah Nek Gintuk karena rasa ingin tahu. Suatu ketika Nek Gintuk mengatakan bapak kandung Suri dan Fatma bukan Anto, tetapi orang kaya yang sudah menyiapkan harta untuk mereka berdua. Suri tidak percaya Bapak yang selalu dipujanya bukan Bapak kandungnya. Walaupun kerap ditelantarkan Bapak karena kegemaran berjudinya, rasa sayang Suri tidak berkurang.

Tiba-tiba Bapak menghilang. Atas kemauannya sendiri Suri pindah ke rumah Nek Gintuk. Sementara Fatma pindah ke rumah Tante Nur. Perlahan-lahan tabir misteri dari kehidupan Bapak terbuka. Ternyata hidup dengan Nek Gintuk membuat indera keenam Suri peka. Ia bisa melihat penampakan-penampakan gaib dengan jelas. Suri berkenalan dengan Wilson yang juga suka menggambar, di kuburan China. Nek Gintuk mendapatkan firasat bahwa sesuatu yang besar akan datang di masa depan Suri. Orang-orang Koh Liang terus memburu Bapak. Ketika Bapak kembali ke Baturaja terjadi kehebohan yang menyebabkan Suri harus lari ke kota Medan bersama Wilson,anak laki-laki yang ia kenal di pekuburan China. Wilson menitipkan Suri sementara pada Esther, tante dari pihak Mamanya. Namun dari sana lah, kisah Suri bergulir pindah ke pulau seberang, Singapura. Ia menikahi pria Singapura walaupun hatinya masih milik Murad.

Syahmedi Dean sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis Metropop. Novel ‘Surga Retak’ adalah persembahan spesial untuk kampung halamannya, Deli Serdang. Cerita perkebunan Deli inilah yang membuat saya tertarik untuk membacanya. Kehidupan remaja di kebun karet dengan permasalahan sosialnya memberikan pengalaman baca yang baru bagi saya. Penulis bisa mencampurkan cerita-cerita yang unik mengenai bagaimana awal mulanya kedatangan Belanda di tanah Deli bersamaan dengan itu didatangkan kuli-kuli dari India, China, dan pulau Jawa dan bagaimana perlakuan tuan kebon terhadap kuli sampai masalah sosial dan perebutan lahan tak bertuan yang timbul bertahun-tahun di Deli setelah Belanda hengkang dari Indonesia.

Beberapa kali saya seperti tersesat dalam setting dan karakter. Awalnya saya pikir Suri adalah anak SD. Karena hobinya menggambar dan bermain-main di hutan karet bersama Murad. Setelah beberapa halaman baru lah saya ketahui Suri ternyata anak SMP. Masa sih anak SMP bersikap seakan-akan dia masih anak-anak. Lanjut ke setting, kisah Suri ini berlatar tahun 1987 saat - saat penembak misterius masih meraja lela. Susah sekali membayangkan era tahun segitu dimana anak Camat sudah disekolahkan ke Singapura. Itu kesan pribadi saya yang saya anggap angin lalu saja ketika membaca.   

Ada tokoh yang terlalu sedikit disinggung seperti Aminah, Ibu Suri dan Fatma, dan Edward Sebastian Goh, suami Suri. Ah sayang sekali, bahan cerita dan bumbu konfliknya sudah sangat menarik di awal. Semakin jauh saya membaca semakin banyak pertanyaan saya. Kejadian mistis yang dialami Suri saya pikir tidak masuk akal. Sepintas disinggung tentang mafia internasional yang melibatkan Edward tapi tidak ada kelanjutan ceritanya lagi. Saya bingung menemukan bagian cerita yang tidak konsisten. Di halaman awal dituliskan bahwa Ibu Suri yang dibawa Koh Hengky ke Hongkong masih mengirimkan uang untuk Fatma dan Suri sementara di bagian lain menyebutkan Ibu Suri melarikan diri.

“Bodoh. Anto tidak tahu bahwa istrinya masih mengirim uang dari Hong Kong, sampai sekarang, uang masuk ke kocek Koh Liang pribadi”. (Halaman 56).

“Berita dari saudara-saudara di Hong Kong sungguh kurang menggembirakan,hanya dua hari Aminah menetap di rumah keluarga, belum sempat dinikahi, Aminah sudah minggat tak tahu rimbanya, meninggalkan Koh Hengky dengan tangan hampa dan mulut menganga”. (Halaman 376).

“Suri..ya Allah. Ternyata sampai bulan ini, Ibu tidak pernah berhenti mengirim uang lewat wesel, tujuannya ke Koh Liang. Uang disimpan Koh Liang karena katanya kasihan kalau Cuma dihabiskan untuk judi sama bapak”. (Halaman 475).


Monday, September 2, 2013

Buying Monday 2


Tak terasa sudah sebulan dari pertama menulis blog meme Buying Monday - the black in the books. Artinya makin hari makin bertambah timbunan saya. Hihihihi. 




1. Perjalanan Menuju Langit. Novel yang saya beli di Taman Satwa Kandi, Sawahlunto. Loh jalan-jalan tetep belinya buku x)). Iya, pas masuk toko souvenir ternyata ada jual novel ini yang berlatar belakang Sawahlunto dan sekitarnya. Sebelumnya saya pernah membaca tentang buku ini di blog orang.

2. Surga Retak - Syahmedi Dean.
3. Penghacuran Buku - Fernando Baez
4. Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa - Maggie Tiojakin
5. Yang Menunggu dengan Payung - Zelfeni Wimra
6. Islam Sehari-hari : Yang Penting Yang Terabaikan.
Kelima buku diatas saya beli di Gramedia Matraman. Niat awalnya nyari buku sekolah buat adek, tahunya yang nemu cuman satu buku. Yang ada kakaknya jadi belanja buku. Karena saya belinya pake voucher yang harusnya buat lebaran malah saya beliin buku. Ya anggap aja lah THR Buku buat diri sendiri, hahaha..

7. Balada Ching Ching. saya beli di carefour dengan diskon 30%. Karena saya baru saja baca yang Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa jadi saya melanjutkan baca karya Maggie Tiojakin yang lainnya.

8. Kupu-kupu Fort De Kock. Berawal dari tweet penulis Damhuri Muhammad yang lagi ngomongin cerita silat, akhirnya saya penasaran dengan bukunya. Saya pun memesannya dari penulis

9. Karena Kita Tidak Kenal - Farida Susanty. Sebenarnya udah lama penasaran sama buku ini. Saya beli yang cover barunya.




Kalau mau ikutan Buying Monday langsung  ikut aja ke blog nya Aul : the black in the books.

Thursday, August 29, 2013

Islam Sehari -hari :Yang Penting, Yang Terabaikan


Judul : Islam Sehari-hari: Yang Penting, Yang Terabaikan

Pengarang : Vbi Djenggotten

Penerbit : Qultum Media

Tahun Terbit : 2013


"Sebuah kesalahan yang dilakukan berulang-ulang, kalau dibiarkan lama-lama dianggap sebagai sebuah kebenaran"


Sepintas dari cover 'Islam sehari-hari' tidak hanya menarik dari gambarnya,cukup menyentil perilaku narsis ketika beribadah haji. Karakter utamanya adalah pemuda yang berambut keriting. Melalui narasi pemuda berambut keriting digambarkan lah perilaku-perilaku umat islam yang tidak mencerminkan akhlak muslim yang mulia. Sumbernya berdasarkan dari hadis-hadis Rasulullah.

Hal-hal yang sepele, dianggap sebelah mata terpinggirkan padahal sebenarnya hal tersebut bernilai penting. Dari hal yang kecil saja seperti mempergunakan trotoar untuk parkir rumah atau standing banner toko. Apalagi pengendara motor yang naik ke trotoar. Sungguh terlalu!. Sebenarnya trotoar kan haknya pejalan kaki. Dilarang mengambil sesuatu yang bukan haknya, hak orang lain, bukan? :)

Vbi_djenggoten mampu menangkap fenomena sosial yang terjadi pada umat muslim saat ini. Seperti suatu kelompok yang melakukan konvoi di malam hari, tanpa helm, tidak memperhatikan faktor keselamatan. Perihal pergaulan wanita dan pria jaman sekarang yang bikin geleng kepala. Anak ABG yang pacaran saja ada yang panggilan sayangnya 'abi - umi'.

Sentilan-sentilan kebenaran sebenarnya tidak hanya mengarah ke karakter-karakter yang digambarkan. Kita bisa tertawa - tawa karena penyampaiannya yang humoris. Kesannya becanda tapi intinya serius. Sebagai pembaca yang beragama Islam, saya jadi turut berintrospeksi diri. Ada beberapa cerita yang sesuai atau pernah saya lakukan di masa lalu. Semoga tidak terulang di masa depan. Terima kasih untuk VBI_Djenggoten yang sudah mengingatkan melalui komik ini. :)

Tulisan penutup dari buku ini membuat saya tersedak "Semoga Allah juga memberikan rasa syukur dan tak minder pada orang yang dianugerahi rambut keriting... Sehingga tak usah buang uang dan waktu untuk Rebonding" Hidup rambut keriting (yang tanpa rebonding) !! Hahaha..

Wednesday, August 28, 2013

Wishful Wednesday 9


Happy wednesday !  

Wishful Wednesday rabu ini adalah kumpulan cerpen Laki-laki Pemanggul Goni, cerpen pilihan kompas 2012. Saya suka membaca cerpen-cerpen Kompas (dalam bentuk buku) karena ini cerpen pilihan 2012, saya tidak mau ketinggalan membacanya. Kemarin udah sempat pegang-pegang setelah muter-muter tapi ditaruh lagi. Sekarang kepikiran deh. x))


Kalau kamu mau ikutan berandai-andai di hari rabu ini, langsung ikutan aja via blognya mbak astrid. ^^

Friday, August 2, 2013

Buying Monday 1


Buying Monday adalah meme book haul yang diprakarsai oleh Aul, pemilik blog buku The Black in The Book. Buku-buku yang dipamerkan bisa dari pembelian, hadiah, ebook atau pinjam dari perpus. Sebelumnya buku-buku yang saya beli saya posting di blog personal, nah sekarang di blog buku sekalian ikutan meme. Hihihihi.


1. Memang Jodoh - Marah Rusli. Begitu tahu ada karya Marah Rusli yang baru terbit, saya langsung cari di toko buku. Temanya menarik buat saya.

kalap di periplus bargain (sorry gambarnya kurang jelas)

Akhir-akhir ini periplus seringkali menggelar bazar di mall-mall. Tak sengaja ketika saya ke Epicentrum Walk lagi ada periplus bargain. Ya liat-liat dulu deh, pikir saya. Tahu-tahu saya sudah menenteng belanjaan saja. Teman-teman kantor saya langsung heran, banyak bener Zii.. Mwihihihi.

2. The Girl with the Dragon Tattoo - Stieg Larsson. Udah lama pengen baca buku ini.
3. The Secret of History Costaguana - Juan Gabriel Vasques. Milih buku ini karena latar belakang ceritanya di Amerika Selatan. gara-gara Isabel Allende jadi pengen baca buku-buku penulis Amerika Selatan lainnya. *ga ada di gambar siy*
4. The Informers - Juan Gabriel Vasquez.
5. The House of Silk - Anthony Horowitz.
6. By Nightfall - Michael Cunningham.
7. Uncommon Criminals - Ally Carter. Milih-milih buku yang agak ringan temanya tapi harganya juga murah.


8. And The Mountains Echoed - Khaled Hosseini.
Ini buku yang saya tunggu-tunggu. Saya berharap dengan melakukan PO dari penerbitnya, bukunya bisa dikirim lebih cepat dari toko buku. Karena dua minggu lalu, saya akan site visit dan saya berharap bisa bawa buku ini ke site. Dari twitter, saya dapat info kalau bukunya sudah beredar di toko buku sementara status buku saya masih waiting list di catatan ordernya. Saya sudah berangkat ke Kalimantan, bukunya baru nyampe di kantor. Telat, pesawatnya udah terbang. *ala AADC*. Ya anggap aja lah diskon 25% jadi penghibur.

  buku pinjaman dari perpustakaan Erasmus Huis

Tiga minggu sekali saya menyempatkan ke Perpustakaan Erasmus Huis untuk pinjam buku. Walaupun lebih sering kena dendanya balikin buku tidak membuat saya kapok pinjam buku. Hihihihi.

9. Di Pedalaman Borneo ; perjalanan dari Pontianak ke Samarinda 1894. - Anton W Niewenhuis. Penasaran bagaimana penulis bisa melakukan perjalanan panjang dari Pontianak ke Samarinda saat beberapa daerah belum terjamah dan belum ada di peta.
10. Sudah, biar saja.... - Paula Gomez. Pinjem buku ini karena tipis. Hahaha *alasan macam apa itu*
11. Teriakan Kakatua Putih, Pemberontakan Pattimura di Maluku. Alasannya sama dengan no.10.

kiriman dari Mas Pra, Goodreads Semarang ^^

12. Hugo - Brian Selznick.
Yippie, sampe rumah di hari terakhir bulan Juli sudah ada paket buku yang menanti. Kiriman dari Mas Pra yang punya dobel novel ini. Gara-gara ngetweet lagi nonton film Hugo di site. eh dikasih novelnya ama Mas Pra. Thank youu...

Perasaan saya beli buku banyak banget. Pas blogwalking ke peserta Buying Monday lainnya, timbunan saya tidak ada apa-apanya. Hahaha. Jangan lupa ikutan Buying Monday ya, langsung cek ke empunya meme : Aulia - The Black in The Book.



Saturday, July 27, 2013

Sudah, biar saja...


Judul : Sudah, biar saja …..
Penulis : Paula Gomez
Penerjemah : Chalid Arifin
Penerbit : Djambatan
Tahun Terbit : 1975


Orang Indonesia dapat mengatakan pada orang Belanda bahwa mereka harus berangkat, lalu orang Belanda seharusnya musti pergi. Kemudian bisa diadakan pesta perpisahan di setiap kampung disertai alunan gamelan siang dan malam, penuh gairah dan murung sekaligus, diselingi sambutan-sambutan oleh orang Indonesia yang seyogianya menyebutkan apa yang baik yang telah dilakukan orang Belanda dan apa yang salah.

Kedatangan Jepang ke Indonesia membuat kehidupan tokoh ‘aku’ berubah drastis. Ayahnya yang Belanda totok ditangkap oleh Jepang. Kekejaman tentara Jepang sudah tersiar.   Tidak ada yang tahu bagaimana nasib Ayahnya kemudian. Masa tersebut adalah masa susah. Mereka sudah tidak punya apa-apa dan untuk makan saja susah. Cepat atau lambat Aku dan Ibunya akan dimasukkan ke kamp bersama wanita-wanita eropa lainnya.  Status Belanda-Indo sedikit banyak membantu mereka dibandingkan yang Belanda totok.  Aku berhasil bertahan hingga Jepang kalah sementara Ibunya meninggal dunia di kamp.

Tuesday, July 16, 2013

A Thousand Splendid Suns


Judul : A Thousand Splendid Suns
Pengarang : Khaled Hosseini
Penerjemah : Berliani M.Nugrahani
Penerbit : Qanita
Tahun Terbit : 2010

“One could not count the moons that shimmer on her roofs,
Or the thousand splendid suns that hide behind her walls.” (Saib e Tabrizi)

Mariam

Harami, kata yang selalu membayangi hidup Mariam. Mariam lahir diluar pernikahan dari seorang terpandang di kota Herat ,Jalil Khan, dengan pembantunya. Mariam dan Nana , Ibunya, hidup di gubuk kecil atas bukit. Setiap Kamis Jalil mengunjungi mereka dan membawa cerita hal-hal yang menarik di luar kehidupan Mariam.  Pendidikan yang ia dapatkan hanya sebatas membaca iqra dari Mullah. Setelah ayahnya pulang, Nana akan bercerita macam-macam, mengolok-olok keluarga ayahnya, terkadang sampai menyumpah-nyumpahi Mariam. Suatu hari Mariam meninggalkan rumahnya pergi ke Herat menemui Jalil.  Ketika Mariam kembali ke rumah,Nananya sudah tewas gantung diri. Belum sirna duka Mariam, ia nikahkan dengan Rasheed,seorang duda yang merupakan rekan bisnis ayahnya yang mempunyai toko sepatu di Kabul. Umurnya baru 15 tahun.

Laila

Laila lahir pada malam kudeta April 1978 ketika komunis mengambil alih Afghanistan. Di sekolah Ia dijuluki Gadis Revolusi oleh gurunya Khala Rangmaal. Laila sering bermain dan bersahabat dengan Tariq. Sewaktu kecil Tariq terkena ranjau darat sehingga kakinya digantikan dengan kaki palsu. Kedua saudara laki-lakinya Ahmad dan Noor bergabung dengan pasukan Komandan Ahmad Shah Massoud untuk berjihad. Mamy Laila sangat mengidolakan kedua putranya hingga Laila terabaikan. Hubungan persahabatan Laila dan Tariq yang dimulai dari mereka kecil menjadi cinta sejati. Mereka semakin dewasa dan kedekatan mereka sudah tidak bisa dianggap seperti kanak-kanak remaja.

Sementara itu penguasa Afghanistan silih berganti. Selepas rezim komunis tumbang,pasukan Mujahidin yang mengambil alih pemerintahan. Pasukan ini terdiri dari beberapa suku yaitu Uzbek, Tajik, Pashtun, dan Hazara. Pertikaan antara suku-suku tersebut mengancam Afghanistan di ambang perang saudara.

'Laila, sayangku, satu-satunya musuh yang tidak bisa dikalahkan oleh bangsa Afghan adalah dirinya sendiri.'

Lalu kekuasaan Mujahidin pun berganti dengan Taliban, kebijakan pun berganti.  Perempuan diwajibkan mengenakan burqa. Tidak ada sekolah buat anak perempuan. Terjadi eksodus penduduk Afganistan meninggalkan tanah airnya.  Keluarga teman-teman Laila sudah mulai mengungsi ke negara tetangga. Mammy Laila awalnya bersikeras untuk tetap tinggal.

Garis hidup keduanya, Mariam dan Laila, bertemu ketika roket menghantam rumah Laila yang membuatnya luka parah dan yatim piatu. Rasheed menolong Laila dan memberikan perawatan di rumahnya. Kebaikan pria ini mempunyai maksud terselubung. Rasheed menjadikan Laila sebagai istri kedua. Laila tidak mempunyai pilihan. Ia sebatang kara sementara Tariq yang dicintainya tidak diketahui keberadaannya. Hubungan Mariam dan Laila tegang walaupun Laila terpaksa menikah dengan Rasheed, Mariam merasa Laila telah mengambil suaminya. Lebih-lebih saat Laila hamil perhatian Rasheed hanya tertuju untuknya. Mariam semakin tersisihkan. Laila melahirkan anak perempuan yang dinamakan Aziza. Seketika Rasheed berubah, ia sangat mengharapkan anak laki-laki. Ada kecurigaan Aziza bukan darah daging dari Rasheed. Rasheed sangat ringan tangan pada Mariam.  Laila pun tak luput dari penganiayaan Rasheed. Mariam dan Laila sempat melarikan diri namun tertangkap oleh petugas perbatasan. Mereka dipulangkan ke rumah dan mendapatkan siksaan yang hebat.


A thousand splendid suns menghadirkan kisah hidup dua wanita Afghanistan yang tidak hanya menderita karena keadaan negara tetapi juga perlakuan suami mereka. Afghanistan mempunyai sejarah panjang pergolakan kekuasaan berdarah. Tak terhitung korban jiwa dan berapa banyak keluarga yang tercerai berai karena perang.  Saya sudah jatuh hati dengan karya Khaled Hosseini sejak membaca The Kite Runner. Jeda waktu antara saat terakhir baca Kite Runner sama A Thousand Splendid Suns sangat lama. A Thousand Splendid Suns sudah lama jadi wishlist dan baru beberapa minggu yang lalu saya bisa memiliki dan membacanya. Kedua karya Khaled Hosseini dengan latar belakang negara kelahirannya Afghanistan kaya dengan cerita yang inspiratif. Keduanya juga sama-sama membuat saya terharu. Saya tidak sabar membaca novel baru Khaled Hosseini, And The Mountain Echoed. 

Monday, July 15, 2013

Memang Jodoh


Judul : Memang Jodoh
Penulis : Marah Rusli
Penerbit : Qanita
Tahun Terbit : 2013


Selepas lulus dari Sekolah Rakyat di Bukittinggi, Hamli akan melanjutkan studi di Belanda. Ayahandanya, Sutan Bendahara dan Mamaknya, Baginda Raja mengusahakan Hamli berangkat ke Belanda. Ibu Hamli, Siti  Anjani, melarang anaknya ke Belanda. Pikirannya Hamli akan terpikat dengan gadis barat mendorongnya tidak mengijinkan anak laki-laki semata wayangnya merantau ke benua Eropa. Daripada jauh-jauh ke Belanda, Hamli diusulkan menuntun ilmu ke pulau Jawa saja yang lebih dekat dari rumah. 

Hamli mempunyai darah bangsawan Padang. Dari pihak ayahnya yang masih famili dari Istana Pagaruyung dan pihak ibunya yang mempunyai darah bangsawan Jawa. Dengan status sosial dan pendidikannya,Hamli adalah calon menantu idaman yang diperebutkan Ibu-ibu di Padang. Pernikahan menurut adat kaummnya merupakan urusan orang tua dan ninik mamaknya. Anak hanya menuruti keinginan dari orang tua dalam hal jodoh. Selain itu, Hamli sudah ditunangkan dengan anak Mamaknya. 

Hamli mempelajari ilmu pertanian di kota Bogor. Ia berangkat ditemani neneknya, Khatidjah, yang sejak kecil menemaninya kemana-mana. Hamli mempunyai penyakit 'pilu' yang membuatnya kadang teramat sedih dan tidak sadar dengan keadaan sekitar. Neneknya khawatir jangan sampai cucu kesayangannya menjadi gila atau lebih parah bunuh diri. Obatnya ada pada Din Wati, seorang wanita Sunda yang menawan hati Hamli. Keduanya saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.

Pertentangan hubungan keduanya pertama-tama berasal dari keluarga Din Wati. Din Wati berasal dari bangsawan Sunda. Pengalaman keluarganya yang pernah menikah dari pulau seberang membuat mereka tidak mau mengulangi hal yang sama. Pernikahan dilangsungkan secara sederhana. Keluarga Hamli di Padang tidak diberitahu untuk menghindari kegaduhan. 

Sayangnya,berita Hamli menikah dengan Gadis Sunda di Bogor sampai juga ke telinga ibundanya dan membuat heboh ninik mamaknya. Hamli dianggap telah mencoreng arang di kening ninik mamaknya. Apa tidak dianggap lagi Ibu dan Ninik Mamaknya? Ibunda Hamli menghadapi serangan dari keluarganya sendirian. Adiknya Baginda Raja malah memutuskan tali kekeluargaan karena Hamli kemenakan yang ia sekolahkan menikah dengan orang lain bukan dengan anaknya.


"Laki-laki Padang tak diizinkan kawin dengan perempuan yang bukan masuk suku Padang. Dipandang sangat hina apabila seorang laki-laki, lebih-lebih perempuan, kawin dengan orang yang berasal dari daerah lain." - (hal 155) 

Berasal dari daerah dan budaya berbeda membuat rumah tangga Hamli dan Din Wati pun sering diguncang prahara. Hasutan dan fitnah datang dari pihak kedua belah keluarga yang tidak senang yang masing-masing mereka mempunyai kepentingan terhadap Hamli ataupun Din Wati. Seorang Datuk Sati diupah untuk mencelakai Din Wati lewat Gasiang Tangkurak. Belum lagi pinangan agar Hamli mau mengambil istri kedua dari gadis Padang yang selalu datang. Hamli bersikukuh tidak mau memadu Din Wati. Begitupun Din Wati tidak rela dimadu oleh suaminya. Lamaran datang ke Ayahanda Hamli, ditolak. Lalu pinangannya dialihkan ke Ibunda Hamli,ditolak. Hingga bujuk rayu kepada Din Wati agar mau merelakan suaminya menikah kembali. Puncaknya Hamli dibuang secara adat oleh kaumnya. Dibuang secara adat berarti tidak diakui secara tali kekeluargaan, hilang hak atas harta warisan, dan tidak boleh menginjakkan kaki di kampung halaman. 

-------

Marah Rusli adalah penulis dari roman Sitti Nurbaya, sebuah kisah yang jadi legenda tidak hanya untuk daerah Padang tetapi juga Indonesia. Marah Rusli menuliskan roman Sitti Nurbaya sebagai caranya memprotes kekakuan adat Minang. Di kota Padang berdiri jembatan yang diberi nama Jembatan Siti Nurbaya. Marah Rusli dijuluki Bapak Roman Indonesia oleh H.B Jassin. Selain Sitti Nurbaya, karya-karya dari Marah Rusli antara lain 'La Hami' dan 'Anak Kemenakan'. 'Memang Jodoh' merupakan kisah semiautobiografi dari penulis sendiri, Marah Rusli, maka kita kembali ke konteks saat itu yang masih kuat memegang tradisi. Memang betul, jaman dahulu laki-laki minang sangat lazim melakukan poligami. Beristri dua atau tiga menunjukkan kebesaran dari laki-laki. Pandangan Marah Rusli terhadap poligami sangat jelas di 'Memang Jodoh' ini, ia menolak untuk memadu istrinya. Namun seiring dengan jaman mungkin urusan pernikahan Minang sudah tidak sesangklek dahulu.

Namun preferensi pernikahan orang minang dengan orang minang menurut saya masih ada sampai saat ini. Mengapa? Jawabannya terdapat juga dalam novel ini. "Bagaimana jadinya negeri Padang, jika telah ditinggalkan oleh anak-anaknya kelak? Siapa yg akan mengurus negeri dan harta pusaka yang tersimpan itu? Siapa yang akan mengerjakan sawah dan ladang yang terbengkalai? Tidakkah semuanya itu akan jatuh juga ke tangan orang lain apabila tak ada yang mengurus dan memeliharanya?" (hal 172-173). Anak-anak yang merantau dikhawatirkan orang tua tidak kembali ke kampungnya, melupakan orang tua yang ditinggalkan di kampung, melupakan adat istiadatnya. Tidak ada salahnya jika menikah dengan sesama suku Minang namun harus diingat bahwa jodoh tetap lah kuasa yang Illahi. Jodoh tidak bisa dipaksakan, sekeras dan sekuat apapun usaha manusia menalikannya. Jika bukan jodohnya ya tidak akan jadi. Bukankah masing-masing manusia sudah dituliskan siapa jodohnya di Lauh Mahfudz ?