Pages

Monday, January 16, 2017

Tentang Kamu


Judul  : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 524 Halaman


Seorang wanita tua meninggal dunia di panti jompo Paris. Wanita tua ini meninggalkan harta warisan yang tidak sedikit. Kantor hukum Thomson & co yang berpusat di London mempercayakan kasus ini pada associate mereka, Zaman Zulkarnaen. Wanita ini mempunyai kewarganegaraan Inggris dan bernama, Sri Ningsih. Sebuah nama Indonesia.

Apakah Sri pernah menikah? Apakah Sri mempunyai anak? Tugas Zaman adalah mencari ahli waris yang berhak atas warisan sebesar 17T. Zaman tidak membuang-buang waktu. Ia harus segera menemukan ahli waris Sri Ningsih atau  harta tersebut akan dialihkan menjadi milik Ratu Inggris. Identitas Sri Ningsih sangat minim sekali. Orang-orang di panti jompo mengenalnya orang yang periang dan mudah bergaul. Satu-satunya petunjuk Zaman adalah diary tulisan tangan Sri yang berisi 10 halaman berikut foto hitam putih Sri. Tidak disangka penelusuran Zaman menghasilkan kisah yang luar biasa.

Tujuan pertama Zaman adalah sebuah kampung nelayan di Pulau Bungin, Nusa Tenggara Barat. Informasi yang didapat dari tetua kampung yaitu Sri yatim piatu. Ibunya meninggal dunia ketika melahirkannya. Ayahnya menikah lagi tapi di usia 9 tahun kapal ayahnya tenggelam di perairan Bali. Hidup Sri bersama ibu tiri dibawah tekanan. Ia kerap dipecut dan diperlakukan kasar karena kesalahan sepele. Musibah berikutnya rumah terbakar habis dan menewaskan ibu tirinya. Sri meninggalkan Bungin bersama adik sebapaknya, Tilamutu  menuju Pesantren di pedalaman Pulau Jawa. 

Pertanyaan Zaman bagaimana Sri bisa memiliki kepemilikan saham 1% dari perusahaan multinasional terjawab dalam fase hidup Sri di Jakarta. Ibukota sekali lagi menguji kesabarannya. Sri memulai dari nol hingga ia berhasil memulai bisnis yang agak mapan namun kandas dalam satu hari, kelak peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan Malari. Sri orang yang cerdas dan memiliki insting bisnis yang tajam. Walaupun ia tidak mengecap perguruan tinggi, kegigihannya betul-betul seperti sifat ayahnya yang pelaut tangguh. Sri pindah ke pinggiran Jakarta, bekerja di pabrik sabun hingga ia mendirikan pabrik sendiri. Tanpa ada yang tahu alasannya, Sri menjual 100% pabrik sabunnya dengan transaksi stock swap.  Lalu, Sri menghilang. Ada mata rantai yang hilang bagaimana Sri bisa menjadi warga negara Inggris. Zaman kembali ke Inggris. Pencarian melalui data kependudukan imigran tidak membuahkan hasil yang maksimal. Apakah pencarian Zaman berhasil ?

Karena saya suka membaca karya-karya Tere Liye dari awal, saya cukup hafal dengan gaya penulisannya. Ceritanya seperti gabungan antara suspense ala Negeri Para Bedebah dan drama keluarga seperti serial Anak-anak Mamak. Pembaca bisa hanyut dalam pengejaran Zaman yang berkejaran dengan waktu. Lalu, pembaca bisa terenyuh dengan perjalanan hidup Sri Ningsih yang memberi inspirasi mengenai hakikat bersabar. Dengan kepemilikan saham multinasional yang bernilai lipat ganda seiring berjalannya waktu, Sri bisa saja menjadi orang terkaya di Indonesia. Sri lebih memilih hidup sederhana, jauh dari sorotan dan tetap bekerja keras hingga hari tuanya. 

Selemah apa pun fisik seseorang, semiskin apa pun dia, sekali di hatinya punya rasa sabar, dunia tidak bisa menyakitinya. Tidak bisa.


Thursday, January 12, 2017

[Master point] Read and Review Challenge 2017


Selamat tahun baru 2017! Agak telat beberapa minggu ya ucapan tahun barunya. Gimana bacaan tahun kemarin? Capai target atau tidak ? Goodreads challengeku terpaksa direvisi di menit-menit terakhir jelang penutupan tahun jadi 52 buku dari target awal 77 buku. Hahahaha. *iya ini curang. Target buku yang dibaca tahunanku adalah 77 buku. Angka yang diambil dari rata-rata buku yang aku baca sejak ada menu goodreads challenge di 2011.  Nah, 2016 angkanya masih jauh dari target tapi tidak rela tidak muncul badge reading challenge completed seperti tahun 2012 jadilah diupdate dan langsung achieve target. Yeay..

Sayangnya, kecepatan membaca (dan membeli buku) tidak berbanding lurus dengan menulis review. Bisa dilihat kapan terakhir aku menulis review, berbulan-bulan yang lalu. Hihihi. Biar semangat nulis reviewnya tahun ini, aku ikut Read & Review Challenge 2017 dari Blogger Buku Indonesia. Challenge ini terbagi dua kategori yaitu kategori Single Point yang terdiri dari 25 tema dan kategori Ten Point yang mempunyai 4 tema. Persyaratan bisa dilihat lebih lengkap disini. Happy Reading! :)




Thursday, September 22, 2016

Closed Casket



Judul : Closed Casket - Peti Tertutup
Penulis : Sophie Hannah
Penerjemah : Lulu Wijaya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 448


Edward Catchpool mendapat undangan dari Lady Athelinda Playford menghabiskan waktu sepekan di rumahnya, Lillieoak. Sebagai pengagum cerita detektif anak-anak yang ditulis Lady Playford, detektif Scotland Yard ini menerima undangan tersebut. Catchpool terkejut ternyata Lady Playford turut mengundang detektif Belgia yang tersohor Hercule Poirot. Keduanya tidak mengetahui pasti alasan undangan Lady Playford. Dalam jamuan makan malam Lady Playford mengumumkan kabar yang mengejutkan, seluruh harta peninggalannya akan diwariskan ke Joseph Scotcher, sekretaris Lady Playford. Keputusan yang langsung memancing emosi anak menantunya sendiri. 

Bagaimana mungkin mewariskan sesuatu pada orang yang tidak berumur panjang? Joseph Scotcher sedang sekarat karena penyakit ginjal yang dideritanya. Lady Playford memiliki alasan sendiri, Scotcher  dirasa lebih membutuhkan ketimbang dua anak kandungnya. Anak perempuannya, Claudia Playford, sudah bertunangan dengan dokter dari keluarga kaya, Randall Kimpton. Anak laki-lakinya, Harry Playford dan istrinya Dorothy Playford akan diberikan jatah bulanan. Di tengah kekisruhan surat wasiat, Scotcher spontan melamar perawat pribadinya Sophie Bourlet. Poirot menyadari ada bahaya yang mengancam Lady Playford. Ia menyuruh Catchpool berjaga-jaga malam itu.

Keesokan harinya, Sophie menemukan Scotcher tidak bernyawa di ruang tamu dengan wajah nyaris hancur. Sophie menuding pelaku pembunuhan adalah Claudia Playford.  Ia melihat Claudia memukul tanpa ampun dengan pentungan dan mendengar Scotcher memohon. Ketidaksukaan Claudia pada Scotcher sudah lama ditunjukkan terang-terangan. Mulut Claudia tajam dan tidak segan-segan berkata keji. Scotcher mudah menarik simpati orang bahkan untuk yang baru pertama kali berkenalan dengannya seperti Catchpool. Ia membuat orang nyaman dengan mendengarkan dan menyanjung orang tersebut. 

Poirot dan Catchpool meneliti satu per satu profil dari semua orang yang berada di dalam rumah tersebut. Yang menarik adalah tamu dari Lady Playford sedikit banyak bersinggungan dengan kematian. Scotcher divonis sisa hidupnya tinggal beberapa minggu. Orville Rolfe dan Michael Gathercole, dua pengacara keluarga Playford adalah pengacara spesialisasi harta warisan. Dr Randall Kimpton adalah patologis kepolisian di Oxford yang sering mengutip naskah King John karya Wiliam Shakespeare. Poirot dan Catchpool sudah sering sekali berurusan dengan kasus-kasus kematian tidak wajar. Penyelidikan resmi dipegang oleh Sersan O'Dwyer dari garda lokal karena Lilliealok berada di wilayah County Cork, Irlandia. 

Dari hasil pemeriksaan medis, Scotcher mati karena racun strychnine yang mengakibatkan wajahnya tertarik ke atas seolah sedang mengerang kesakitan. Sisa-sisa racun strychnine ditemukan di botol obat Scotcher. Fakta tersebut menegaskan ketika Scotcher dipukul ia sudah mati diracun. Fakta lainnya yang terkuak adalah ginjal Scotcher tidak bermasalah. Ia tidak sekarat, yang artinya selama ini Scotcher hanya berpura-pura sakit parah. Beberapa orang sudah mencurigai Scotcher semasa hidup dan merasa janggal dengan sakit kritisnya. Motif dan kesempatan adalah dua kunci yang akan membuka siapa pembunuh sekretaris Lady Playford ini. Apakah pembunuhan ini hanya soal harta semata ? 

Sophie Hannah kembali menghidupkan karakter Hercule Poirot setelah menerbitkan Monogram Murder di 2014 lalu.  Dari Closed Casket ini menambah sedikit info tentang racun yaitu strychnine. Biasanya Agatha Christie sering menggunakan racun arsenik atau sianida sebagai senjata pembunuhan dalam buku-bukunya. Susah sekali tidak membandingkan dengan Agatha Christie. Jika dibandingkan dengan Monogram Murder, Closed Casket lebih dapat dinikmati plot dan karakter-karakter tokohnya. Saya agak sedikit tidak menyangka saja pada akhir buku, yang tidak terkait siapa pelaku pembunuhannya. 

Friday, September 2, 2016

Gerda Sayang


Judul : Gerda Sayang
Penulis : Flip Peeters
Penerjemah : Willy Adriaans
Penerbit : Galeri Foto Jurnalistik Antara & Museum Bronbeek
Tahun Terbit : 2016


Flip Peeters mendapat panggilan wajib militer bertugas ke Hindia Belanda. Flip baru berusia 21 tahun dan sudah bertunangan dengan Gerda. Flip menulis surat untuk Gerda tentang kesehariannya lewat gambar coretannya. Flip menjadi pasukan yang dikirimkan dalam agresi militer II Belanda tahun 1948, yang dari sisi Belanda disebut aksi polisionil. Flip mencatat detail perjalanan yang ia lalui dari keberangkatannya di Amsterdam hingga menginjak pulau Jawa.


 yang ngawur itu =  ...


Flip beradaptasi dengan kehidupan Indonesia seperti tidur dengan memasang kelambu, mencoba sambal, menonton pertunjukan wayang. Flip menampilkan sisi yang jarang ditampilkan dari seorang serdadu. Keseharian di tangsi dianggap membosankan dan jaga malam itu menimbulkan mimpi buruk. Ia pandai menggambar dengan menambahkan humor bahkan untuk menertawai diri sendiri. Flip mencatat juga rekan-rekannya yang gugur dalam pertempuran. Ia kesal dengan mantan komandannya yang lebih ribut dengan senjata yang hilang dicuri dibanding anak buahnya yang gugur dan terluka.


 perintah letnan, kapten dan sersan beda semua. :))

Membaca cerita dari sisi yang berlawanan perang, dalam hal ini serdadu Belanda, menghadirkan perspektif berbeda dari sejarah yang telah diketahui bersama. Flip ditugaskan selama dua tahun sebelum akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949. Proses demobilisasi turut diceritakan Flip bagaimana barang-barang dilelang, pesta di kamar dan panorama terakhir Indonesia yang ia nikmati.  


 
 kejeblos!

Dalam menyambut ulang tahun kemerdekaan RI ke-71, Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) di Pasar Baru menggelar pameran bertajuk bingkisan revolusi dan menerbitkan novel grafis Gerda Sayang bekerja sama dengan Museum Bronbeek Belanda. Gambar-gambar Flip Peeters diterbitkan dalam full colour yang memanjakan mata. Di balik cover depan dan belakang terdapat mozaik foto-foto Flip Peeters selagi masih bertugas. Awalnya saya tertarik dengan novel grafis ini dari pameran. Potongan-potongan karya Flip Peeters diatur dalam sedemikian rupa di medium koper besar. Vintage sekali, pikir saya. Karena kisah Flip Peeters ini menarik dari sepintas saya baca, saya membeli bukunya di toko souvernir GFJA. Sediki kekurangan dari novel grafis ini adalah tidak ada nomor halaman yang akan bermasalah buat menandai progress baca jika menutup buku.