Pages

Wednesday, December 19, 2012

The Fault in Our Stars

The Fault in Our StarsThe Fault in Our Stars by John Green


My rating: 4 of 5 stars





LIVING OUR BEST LIFE TODAY

Pertama kali Hazel Grace didiagnosa kanker tiroid stadium IV pada usia 13 tahun.  Lalu tumor menyebar ke paru-paru. Keajaiban terjadi pada Hazel Grace ketika Phalaxinfor, obat yang masih dalam percobaan,bisa menghentikan pertumbuhan tumornya. Hazel tidak lepas dari tabung oksigen untuk membantunya bernapas. Untuk mengurangi depresi, Hazel diminta ibunya untuk bergabung dengan Support Group. Dalam Support Group ini,Hazel bertemu dengan pasien-pasien kanker lainnya. Isaac yang menderita kanker mata. Dan seorang cowok yang memandang Hazel dengan tajam,dia lah Augustus Waters. Augustus adalah cancer survivor dari osteosarcoma, kanker tulang dan telah kehilangan satu kakinya. Augustus bergabung dengan Support Group karena dorongan temannya,Isaac.

Hazel beruntung dianugerahi orang tua yang menyayanginya. Hazel adalah putri tunggal. Ibunya setia mendampinginya. Seperti remaja lainnya kadang-kadang Hazel bersitegang dengan orang tuanya,yang penyebabnya berkaitan dengan kondisinya  “You are not a grenade, not to us. Thinking about you dying makes us sad, Hazel, but you are not a grenade. You are amazing. You can’t know, sweetie, because you’ve never had a baby become a brilliant young reader with a side interest in horrible television shows, but the joy you bring us is so much greater than the sadness we feel about your illness.

Hazel mempunyai buku favorit An Imperial Affliction yang ditulis oleh Peter Van Houten. Buku ini menghantarkan dia dengan kisah yang manis bersama Augustus Waters. Mereka penasaran dengan ending yang menggantung. Sementara Peter Van Houten telah pindah ke Belanda dan tidak menerbitkan karya lagi. Augustus dapat menghubungi Peter Van Houten melalui email. Peter tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Hazel.  Mereka harus datang ke Amsterdam dan menemui Peter Van Houten sendiri.

Perjalanan ke Amsterdam memerlukan persiapan yang matang. Dokter memastikan kondisi Hazel aman untuk bepergian jauh. Sayang sekali, sambutan Peter tidak menyenangkan dan membuat Hazel menangis. Ada satu berita yang mengkhawatirkan yaitu kanker kembali hadir di tubuh Augustus.

Hazel mencoba menyemangati Augustus untuk terus berjuang. “You get to battle cancer. That is your battle. And you’ll keep fighting.” Namun Augustus seperti sudah mengetahui ujung dari perjuangannya.“What am I at war with? My cancer. And what is my cancer? My cancer is me. The tumors are made of me. They’re made of me as surely as my brain and my heart are made of me. It is a civil war, Hazel Grace, with a predetermined winner.

Bagaimana ya melukiskan perasaan setelah baca buku ini, susah untuk dijelaskan.

Sudah lama saya ingin membaca buku ini. Review dari book blogger membuat saya penasaran disamping cover bukunya yang menarik hati, awan dan biru.  Harga buku hardcovernya lumayan mahal buat saya, saya pikir lebih baik membeli versi paperbacknya saja. Setiap mampir ke toko buku di bandara,saya mengecek apakah sudah ada edisi paperback atau belum. Yahh masih belum terbit juga. >.< Akhirnya mendapat kiriman ebook dari mbak Desty. Thanks you so much mbak. :)  The Fault in our stars telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan tidak lama lagi akan terbit. Jujur saja saya kaget melihat cover bahasa Indonesianya yang ummm..ummm..kok gitu ya? 

24 comments:

  1. Hahaha sama loh, aku juga nunggu paperback-nya tapi gak ada terus, jadi beli yang hardcover deh. Worth it kok. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah baca jadi mikir mau beli hardcovernya,hehehe *nabung dulu*

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  2. Sama juga, nungguin paperbacknya, tapi ga muncul-muncul.. >,< Akhirnya nyari ebooknya aja deh. Udah nemu, tapi belom dibaca. Hehehe...

    Cover Indonesianya jelek ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin diupload ke twitter sama penerbitnya. Tadinya aku mau RT tweet penerbitnya,eh engga jadi karena saking shock liat cover terjemahannya,mirip buku anak-anak. (-.-")

      Delete
    2. wah pengen nih.. share dung..PM yaa pls :))

      Delete
  3. perbedaan paperback dan hardcover apa?

    ReplyDelete
  4. Hi maaf mau nanya kalo beli yg versi englishnya tp paperback dimana ya? Hehe thanksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skrg Paperbacknya sudah di toko buku impor seperti periplus atau books & beyond. ^^

      Delete
  5. mau ebook nya dong;3

    ReplyDelete
  6. Kira kira versi indonesianya msh dijual gakya di toko buku?

    ReplyDelete
  7. Mau.dong mba ebooknya.. boleh? Hehehe bisa dikirimkan ke azizahnuruul@gmail.com makasiih :)

    ReplyDelete
  8. mau dong yang versi indonrsia nya? :) aku ada tapi versi inggris hehe. tolong ya di email ke yulianatalia26@gmail.com :)

    ReplyDelete
  9. Mau dong e-booknya :) yang versi indonesia. Tolong kirim ke priskila.cynthia@yahoo.com ya :D thankyousomuch! �:)

    ReplyDelete
  10. Tolong kirimin ke diratamirza@gmail.com dong ebook versi indonesia nya. Terima kasih banyak :)

    ReplyDelete
  11. Dear Pratiwi, Yulia, Priskila, dan Dira..

    Sorry, ebook yg saya baca dalam Bahasa Inggris. Di label postingannya ada keterangan "in english". Thanks sudah baca reviewnya. :)

    ReplyDelete
  12. Mbak blh minta tlg krm eboo ingg nya gak? Ke email sindulucia@gmail.com thx mbak

    ReplyDelete
  13. Halo mba azia :)
    Aku udah baca review nya mba, aku penasaran pengen baca karya john green. Kalau mba ga keberatan aku juga boleh minta ga ebook engliah version nya? Kirim ke email fidhiyahr@gmail.com
    makasih mba sebelumnya :)))

    ReplyDelete
  14. selamat pagi mbak azia
    kalau boleh minta kirim donk ebook bahasa indonesianya ke shinetavern@yahoo.com
    thanks before

    ReplyDelete
  15. kirimin ke dewialviena@gmail.com yaa kak e-book bhasa indonesia nya. perlu bgt kak. buat tugas

    ReplyDelete

Thank your for leaving comment. :)