Pages

Friday, May 15, 2009

Mimpi - mimpi si Patah Hati

Overdosis patah hati merupakan dampak “kebandelan” saya tidak mengikuti petunjuk baca di halaman depan buku Mimpi-mimpi si Patah Hati. Penulis telah memberikan early warning signal sebelum membaca buku ini. Peringatan keras!!; buat yang sedang ‘patah hati’jangan habiskan cerita dalam buku ini sekaligus. Resep, satu cerita satu hari. Overdosis bisa menyebabkan trauma dan kompilasi.

Hanya dua buku yang saya bawa untuk menemani saya di RSCM. Saya habiskan membaca keseluruhan dalam waktu kurang dua jam. Benar saja, saya yang sedang dalam proses penyembuhan patah hati, kena kompilasi serangan patah hati. Menghujam jantung..Menyesakkan dada..Membuat mata berkunang-kunang..dan mengalrikan air mata tanpa dikehendaki dan bikin senyum-sedih sendiri..hahaha, Lebay banget yak? Engga sedahsyat itulah. Bisa-bisa masuk ICU nanti. Overdosis patah hati stadium empat (apa sih?)

Buku ini jelas berbeda dengan buku-buku Sendutu Meitulan alias Tere Liye alias Abang Darwis lainnya. Jika “Hafalan Shalat Delisa” atau “Bidadari – bidadari Surga” bisa bikin kamu menangis tergugu, ama yang satu ini, “Mimpi-mimpi si Patah Hati” bisa buat lebih ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.

Ada sepuluh kisah..kisah cinta..yang tak selalu berakhir bahagia seperti di sinetron. Kisah yang jutaan manusia pernah mengalaminya (mungkin iya mungkin juga tidak yang pasti saya pernah mengalaminya).

Kutukan Kecantikan Miss X
Lily dan Tiga pria itu
Kala Besok tidak ada lagi
Pandangan pertama Zalaiva
Rasmussen, kemanakah kau hendak mencari
Antara kau dan aku
Harga sebuah pertemuan
Kotak-kotak kehidupan Andrei
Mimpi-mimpi Laila-Majnun

Kisah pertama - Jika kamu mencintai seseorang..tidak kenal..tapi jantungmu berdebar-debar saat melihatnya dan berdesir saat namanya terucap. Apa yang akan kamu lakukan? Mengajak berkenalan atau memendam sendiri perasaan itu. Bagus jatuh cinta dengan Miss X. Setiap hari bertemu di bis 102 (saya yakin jurusan Depok-Tanah Abang). Mendekat duduk bersebelahan saja tidak berani. Hingga satu tahun berlalu, ia tak jua berani ngajak kenalan. Mungkin sosoknya terlalu kuat, terlalu mempesona, sehingga para lelaki sungkan mendekati Miss X, sempurna kecantikannya, tapi menjadi sebuah kutukan yang juga sempurna atas sebuah kecantikan. Kisah ini ditulis dari perspektif lelaki, biasanya lelaki lebih ’wajar’ mendekati dan berkenalan seorang wanita. Tapi kalau dibalik gimana, dari sisi wanita, teman perempuan saya buaaaanyak yang seperti kisah si Bagus ini (saya pun pernah mengalaminya dengan siapa lagi kalau bukan, BTA, tapi saya tiga tingkat di atas si bagus.haha). Suka dengan seseorang tanpa bisa berkenalan apalagi mengungkapkan perasaannya. Memandang dengan penuh kerinduan dari kejauhan.

Kisah kedua- engga terlalu suka. Kan katanya ada tiga laki-laki yang merebutkan cinta Lily. Tiba-tiba ada laki-laki keempat yang lebih pengecut lagi dibanding tiga laki-laki sebelumnya, lebih cupu lagi. Sama saja sih intinya dengan kisah pertama, si laki-laki keempat itu sama sekali tidak melakukan apapun untuk mendekati Lily.

Kisah ketiga- apa yang kamu lakukan jika hari ini adalah hari terakhir manusia mengenal cinta. Tak ada hari esok untuk merasakan manisnya cinta. Alhasil berjuta-juta manusia dengan tujuan masing-masing berhamburan menyatakan cinta. Ada yang bahagia namun ada yang terluka. Bahagia pria yang selama 20 tahun dia cintai, mencintai dia juga walau mereka masing-masing telah memiliki keluarga sendiri. Di sisi lain, Berne dan Kayla telah menikah selama enam puluh tahun, namun di hari terakhir hidupnya cinta. Berne untuk pertama kali dan terakhirnya menyatakan cinta gadis yang enam puluh tahun lalu ia cintai. Sedih deh...Namun, ternyata ada yang tidak tersentuh sama sekali yaitu mereka yang disibukkan dengan rutinitas harian yang padat,bekerja bagai robot,terlalu lelah untuk hal lain, kecuali soal pesta, belanja, membanding-bandingkan penghasilan,kayaknya saya tahu golongan mana yang dimaksud di cerita.

Kisah keempat- Pandangan pertama Zalaiva, seorang gadis buta sedari kecil. Kisah yang paling saya suka. Sad ending. Tapi percakapan Zalaiva dengan kakeknya tentang cinta menarik perhatian saya. Banyak bertabur kata mutiara tentang cinta. Cinta sejati akan membuatmu selalu tetap menari meskipun musiknya lama berhenti. Cinta sejati seperti hantu, semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang pernah melihatnya. Cinta sejati adalah perjalanan , tidak memiliki tujuan. Saya terhipnotis dengan kalimat si kakek, ”suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu . ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya,waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat menggetarkan jantung. Hanya orang-orang beruntung yang dapat melihat cahaya itu apalagi berkesempatan bisa merasakannya”. Si Zalaiva kecil bertanya, ”apakah cinta memerlukan mata untuk memandang, kakek?”. ”tentu tidak , sayang”

Kisah kelima- tentang pengelanaan si Rasmussen mencari cinta sejatinya. Perintah dari seorang berjubah putih yang mendatangi mimpi-mimpinya untuk melakukan perjalanan mencari cinta sejati dilakukannya. Macam-macam rintangan dan halangan telah ia lewati untuk mencapai hutan-paling-basah-paling-timur-dunia. Sesampai disana, ia justru diperolokkan kepala desa yang dikunjungi sosok serupa berjubah putih itu, bedanya kepala desa disuruh mencari cinta sejati dikota dimana beribu-ribu kelelawar terbang membelah senja, dimana pohon-pohon sakura bisa tumbuh meskipun itu aneh sekali, dimana kicau burung gereja terdengar sepanjang hari. Rasmussen mengenali kota itu..kota yang sepuluh tahun lalu ditinggalkan untuk pergi ke tempat ia sekarang..kota kelahirannya..Sekembalinya di kota asalnya, ia terjatuh terpental dari kudanya, tangan pertama yang mengulurkan tangan membantunya,cinta sejatinya, gadis teman sepermainan Rasmussen semasa kecil..so sweet...

Kisah keenam- kisah jaim dua insan yang sebenarnya sih sama-sama suka tapii..sungkan mendekati satu sama lain. Antara Dahlia dengan Azhar. Ada kesempatan tapi dilewatkan. Sekian, tidak terlalu menarik, biasa aja..

Kisah ketujuh- Cintanometer. Kisah favorit kedua, cerita tentang sebuah kota yang pertumbuhannya stagnan yang dikhawatirkan seratus tahun lagi akan punah keturunannya. Lho, koq bisa? Angka pernikahan turun tajam. Anak-anak muda susah dapat jodoh. Kenapa? Angka penolakan cinta meningkat tajam pula, karena anak-anak muda terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya, takut ditolak, takut ditertawakan, takut dihinakan, lebih lagi takut dikenang sebagai pecundang. Alat penemuan mutakhir adalah cintanometer yang dapat mendeteksi bagaimana lawan jenis melihat? Jika suka, alat itu akan berkedip-kedip..jika tidak, ya sudah cari lain..simple kan..Apa jadinya? Berhasil sih, banyak pasangan baru muncul dan tingkat pertumbuhan. Namun saking canggih alatnya, alat tersebut akhirnya mematikan perasaan cinta itu sendiri. Tidak ada cemas-cemas harap..karena cintanometer akan berbisik jika ”doi” juga suka. Tidak ada kerinduan mendalam..tidak ada syair-syair gubahan pujangga..hingga kata ”cinta” tak dikenal lagi di kota itu..sudah lupa bahwa ”cinta” adalah sebuah perasaan. Lagi-lagi..di ending cerita penulis buku ini memasukkan ’dirinya sendiri’ ke dalam cerita..haha lucu banget deh. Dalam ramainya ruang pesta di balai kota. Aku tersenyum bersalaman dengan penduduk kota. Berkata mengenalkan diri, ”Namaku Jun Darwis Darwis. Aku pengelana hati. Datang dari jauh mencari cinta. Adakah gadis rupawan di kota ini yang masih sendiri dan mau menghabiskan sisa hidup bersamaku?" Hahaha..cari cinta ke tempat yang salah tuh bang..peace..peace..^_^

Kisah kedelapan- harga sebuah pertemuan..serius nih, kisah yang paling aneh..kisah misteri pembunuhan apa ya? aneh ceritanya..engga suka.

Kisah kesembilan – walaupun engga terlalu suka ceritanya..ada suatu kalimat yang membuat saya tercenung. Hidup ini sungguh bukan soal pilihan. Kalau hidup ini sekadar urusan memilih, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu. Ini nih kalimat yang membangkitkan kegalauan hati ini. Jikalau pada permulaannya saja, kamu bukan orang pilihan pertama dari orang pilihan pertama bagimu. Lantas bagaimana kelanjutannya?

Kisah kesepuluh – mimpi-mimpi Laila Majnun, Kisah Romeo-Juliet Timur Tengah. Lagi – lagi harga diri dan berbagai bentuk kebanggaan diri akhirnya menafikan cinta sejati. Sebelumnya saya tak pernah mengerti membaca kisah Laila Majnun. Sekarang lebih ngerti jadinya..

So, gimana kisah-kisah di buku ini, nano-nano kan, berjuta rasanya campur-aduk, bisa juga sedih, bisa juga engga..

Cinta itu urusan kesempatan dan keberanian. Ada kesempatan belum tentu ada keberanian. Ada keberanian belum tentu ada kesempatan. Jadi pembaca-pembaca terhormat jikalau kamu memendam perasaan terhadap seseorang, katakan saja. Katakan cinta. Iya, berani..berani menyatakan..bukankah jawaban yang sebenarnya kita tidak ketahui. Prasangka dan dugaan hanya mendatangkan pesimisme. Go ahead guys..

Jangan ditutup dulu bukunya. Penulis ingin kita memetakan kehidupan cinta kita sendiri. Nah lo, gimana cara? Gampang koq..sebutkan tiga cerita yang paling disukai dan sebutkan cerita yang paling tidak disukai..nantinya pilihan tersebut akan menempatkan di kategori pencinta mana..

Siapkan pensil..inilah jawaban saya..yang paling disukai; Pandangan pertama Zalaiva, Ramussen, Cintanometer....Yang tidak disukai; kotak-kotak kehidupan Andrei, Harga sebuah pertemuan, Lily dan tiga pria itu..

Agak bingung deh, Berdasarkan kisah yang disukai menurut kunci jawaban, saya adalah kategori Para Pencinta Yang Memendam rindu. Horee!! Ada benernya juga sih tapi dikittt..2 kisah yang saya suka yang lolos uji verifikasi. Tapi kategori kisah yang tidak suka, saya termasuk kategori Para Pemuja Cinta Sejati. Tepat ketiga kisah yang engga saya suka lolos ketiganya. Dia benar, alasan engga suka karena teknis bercerita, aneh, engga jelas. Penjelasannya nih yang menarik. Begitulah! Barisan para pencinta ini biasanya punya sumber cerita yang banyak. Mereka pengumpul kisah cinta yang sesungguhnya! Para Pemimpi! Termasuk penulis buku ini.
Hahaha..tepat sekali! saya juga si pemimpi!
Ayo kita toss sesama pemimpi
*toss*

1 comment:

  1. aku udah baca.. paling suka ceritanya Rasmussen :D

    ReplyDelete

Thank your for leaving comment. :)