Pages

Friday, May 30, 2014

Kinoli


Judul : Kinoli

Penulis : Yetti A.KA

Penerbit : Javakarsa Media

Tahun Terbit : 2012


Perempuan adalah benang merah dalam kumpulan cerita Kinoli. Problema perempuan dihadirkan dari kesehariannya sebagai seorang perempuan muda yang independen ataupun yang sudah memiliki tanggung jawab sebagai ibu dan istri. Beberapa cerpen memberikan kejutan di akhir cerita bahkan terkadang absurd juga. Saya menikmati membaca cerpen-cerpen di buku ini.

Rumah Keluarga
Rumah keluarga Maira selalu dikunjungi sanak keluarga terutama dari Bapak. Bapaknya selalu menyambut siapa saja  yang ingin menumpang di rumahnya. Bapak bangga dengan keluarga besarnya. Namun Maira memilih membangun kehidupannya sendiri. Setelah menikah dengan pria yang tidak disetujui orangtuanya, ia membangun rumah sendiri yang membuat kecewa Bapak.

Tebing
Pernah kah suatu ketika engkau merasa seperti berada di pinggiran tebing ? Marinda dan kekasihnya bertemu di waktu yang tidak tepat. Kekasihnya sudah memiliki istri. Percakapan lewat tengah malam mereka dihentikan kekasihnya karena istrinya hamil muda. "Jangan hidup dalam kenangan".

Ibu Laut
Nimi bercita-cita melihat laut. Tidak hanya karena ia orang pedalaman yang wilayahnya dikelilingi hutan dan dilintasi sungai, anak perempuan berusia 16 tahun tersebut mencari ibunya yang pergi sewaktu kecil. Perempuan pantai yang berbibir merah bara. Bibir itulah yang menjadi api di kehidupan mereka. Lupakan dia, kata Nenek. Nimi termakan bujuk Kalan untuk melihat laut. Mereka melintasi hutan rimba tak bernama untuk melihat laut.

Malina dan Tiga Skenario Kematian
Pekarangan belakang rumah Malina berbatasan dengan taman pemakaman umum (TPU). Kali ini perhatian Malina terusik. Sebuah kuburan dipersiapkan amat berdekatan dengan tembok pembatas belakang rumahnya. Suara-suara penggali kubur terdengar oleh Malina. Pikirannya menebak-nebak siapakah yang meninggal. Apakah orang itu mati muda ? Apakah orang tersebut lelaki tua ?

Naru dan Layang
Naru dan Layang berteman baik sedari kecil. Sewaktu sedang bermain, Layang mengeluhkan dadanya yang berat. Naru bertanya, Layang apa kau merasa ada yang tumbuh di dadamj, semacam kacang ajaib yang terus membesar. Pembicaraan tersebut terlupakan hingga mereka lulus SMA. Semenjak suatu hari Naru dan Layang tidak pernah bertemu lagi. Naru kehilangan jejak Layang.

Saya dan Lelaki Yang Menangis
Lelaki itu menangis dengan cara yang membuat siapa saja yang melihat ingin meraihnya. "Sudah selesai. Hati saya sudah ringan dan lebih nyaman sekarang". Setelah laki-laki itu puas menangis, ia memberikan amplop.  Pekerjaan saya adalah pendengar. "Kota besar ini telah membuat banyak orang merasa terasing di keramaian, merasa tidak punya siapa-siapa untuk berbagi rasa sakit."

Pagar
Apa yang kau pikirkan tentang pagar ? Pagar itu mengungkung, merampas kebebasan, mengisolasi dan karena itu Rut membencinya. Setelah menikah, suaminya ingin memagar tinggi rumah mereka. Rut keberatan. Ia tidak leluasa berinteraksi dengan tetangga-tetangganya yang baik. Pandangan Rut berubah setelah melahirkan. Pagar yang tinggi akan melindungi anaknya dari peristiwa jahat.

Tentang Delori
Tentang Delori yang mendapat kekerasan dalam rumah tangga. Tentang Delori yang sakit sedari kecil dan membuat putus asa orang tuanya. Tentang Delori yang suka berbicara kepada langit. Delori yang jatuh dalam depresi. Ia hanya ingin mati.

Kinoli
Kinoli sudah bertunangan tetapi kami masih bisa berteman. Cinta yang pernah disampaikan ditolak oleh Kinoli. Kinoli sengaja memperkenalkannya dengan perempuan yang bernama Hening. Kinoli lalu seakan pergi dari hidupnya. Semua komunikasi putus. Satu tahun setelah menikah Kinoli mengirim email : Dalam kehidupan setiap lelaki hanya ada satu perempuan dan bersama perempuan itu ia menjadi sempurna. Dalam kehidupan setiap perempuan hanya ada satu laki-laki dan bersama lelaki itu ia menjadi lengkap. Tetapi, pasangan yang seperti itu hanya ada satu dalam sepuluh juta. Sisanya hanya pasangan-pasangan hasil dari kompromi, ketertarikan dangkal, daya tarik fisik, atau sekadar krbiasaan - Va'Dove Ti Porta Il Cuore (Susanna Tamaro).

Malina dan Bus Tua.
Malina pergi dengan bus tua. Ia meninggalkan rumah, suami dan anak perempuan berusia tiga tahun. Ia ingin sendirian. Ia melakukan sesuatu yang ia inginkan tanpa terbebani statusnya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Malina tidak punya tujuan sementara bus tua tetap melaju. "Di mana tempat perhentian terakhir bus ini ?".

Nacine, Marine, Luppit.
Tiga cerita dari tiga sudut pandang berbeda.

Tentang Anak Lelaki yang Tinggal Satu Lorong dengan Kami
Mendung ditinggalkan ibunya yang melarikan diri dari hutang. Ibunya membuka salon. Menurut kata-kata orang, Ibu kerap berpacaran dengan banyak lelaki yang lebih muda. Lelaki yang menjadi ayahnya terlalu diam dan tidak mengambil tindakan apa-apa. Semenjak ibunya pergi, Mendung sering berbicara sendiri,menutup telinganya dengan tangan seolah-olah sedang menelepon ibunya.

Seperti Apa Pagi yang Dicubit Tangis Anak-anak Itu
Perempuan mempunyai intuisi yang tak terbantahkan.

Pacar, Sore dan Renyai
Tentang cinta segitiga.

Stro Bertanya : Siapa yang Lebih Cantik di antara Kami
Stro yang cemburu bertanya pada suaminya. "Jadi, siapa yang lebih cantik di antara kami ?". Keesokan harinya Stro tidak membuatkan kopi dan roti bakar untuk suaminya.



Friday, May 23, 2014

Juru Masak




Judul : Juru Masak : Sehimpun Cerita Pendek

Penulis : Damhuri Muhammad

Penerbit : Koekoesan

Tahun Terbit : 2009


Gasiang Tengkorak
Sekilas dari penampilan Dinir, pemanjat pohon kelapa, nampak tidak beraturan, Perempuan jangan sekali-kali menghina ia sembarangan. Dinir mempunyai Gasing tengkorak yang membuatnya beristri sesuai seleranya. Korbannya kali ini Nurmala, seorang gadis yang pulang dari rantau, hendak meminta restu orang tuanya ada dokter muda yang hendak meminangnya di kota. Syukuran pun akan dibuat. Setiap acara tentu membutuhkan kelapa yang banyak. Nampak lah anak gadis ini oleh Dinir. Nurmala digoda oleh Dinir yang langsung dijawab ketus dan menyamakan Dinir dengan monyet. Dinir pulang dengan hati panas. Malamnya Nurmala pun terkena pukau gasing tengkorak Dinir. Siapa yg terkena gasiang tengkorak akan menurut kehendak yang punya. Dukun paling hebat pun tidak kuat menghalaunya. 

Sumanda
Anak laki-laki di kampung tidur di surau.Laki-laki tidak boleh tinggal di rumah.Di surau anak-anak belajar mengaji dan silat. Anak-anak belajar dan tinggal di surau sebagai bekal untuk merantau. Surau tidak pernah sepi dari riuh anak-anak mengaji. Pembangunan surau diperoleh juga dari orang-orang rantau yang pulang kampung. Sumanda tinggal di surau di usia tuanya. Ia jarang pulang ke rumah. Istrinya lebih sering di rumah anak menantu. Kecil di surau dan setelah tua terbuang ke surau. Bantu lah surau . Surau penuh oleh duda-duda tua yang dicampakkan anak bini.

Bigau
Kurai adalah pendekar Kampung Lekung yang berumur 80 tahun. Tubuh ringkih dan kisutnya membuat orang-orang mengukur umurnya tak lama lagi. Sebelum Kurai meninggal, ia diminta mencari penerus ilmu silat dan pewaris rantai celeng. Konon rantai celeng yang tertanam di paha kirinya adalah sumber kekuatannya. Ia tidak mempan ditembak peluru. Rantai celeng ini didapatnya dari pertempuran dengan Bigau, makhluk jadi-jadian penjaga babi-babi liar di hutan Kampung Lekung. Candung yang suka mengaku cucu Kurai mendesak Kurai untuk mewarisi rantai celeng.  Namun Kurai sudah mencium niat jahat Candung. Yang berhak mendapat rantai celeng adalah Bigau.

Anak Bapak
Payudara bapak tumbuh tiba-tiba sekarang bapak bisa menyusui. Bapak berhasil memperempuankan kelaki-lakian bapak. Menggendong, memandikan , mengganti popok. Kenapa tidak dari rahim bapak sekalian Dedek lahir ? Ibu sibuk bekerja. Jadi anak bapak saja lah di rumah. Ibu dan bapak sering bertengkar karena bapak tidak bekerja dan di rumah saja. Setelah besar, Dedek lebih senang pergi dengan Ibu.

Jo Ampok
Engku anak lapau kini jadi orang surau. Engku hanya melewati teman-temannya yang asyik main di lapau. Pengunjung lapau biasanya memainkan Domini, Remu, Koa atau Putar Dadu. Ada bilik-bilik Lapau Sinaro yang khusus untuk taruhan yang lebih besar.  Engku awalnya sering membantu Sinaro di lapaunya. Dari sini lah Engku bisa membiayai sekolahnya. Sekali-kali ia ikut berjudi hingga ia mahir dan mempunyai bakat alami penjudi untung. Penjudi kelas kakap seperti Jo Ampok sering memodali Engku. Sekarang Engku pun tak menoleh jika melewati lapau. Kawan-kawan lapaunya menganggap Engku sudah melupakan mereka. Jo Ampok kehilangan pemain tumpuannya dan akhirnya kalah terus. Jo Ampok jatuh sakit.

Juru Masak
Kepiawaian juru masak sangat penting dalam setiap perhelatan. Apalagi untuk acara pernikahan jika masakan yang dihidangkan tuan rumah tidak enak akan dibicarakan tamu hingga berhari-hari. Gulai kambing yang hambar atau kuah gulai rebung yang encer akan membuat aib bagi yang punya acara. Pihak besan pun akan merasa tidak dihargai jika hidangannya tidak menggugah selera. Tukang masak Makaji terkenal hingga keluar Dusun Lareh Panjang. Anak tuan tanah Mangkudun, Renggogeni akan menikah. Azrial anak Makaji pernah ditolak mentah-mentah oleh Mangkudun. Tak pantas kau bersuami anak tukang masak,apa kata orang. Azrial merantau dengan membawa luka hatinya. Azrial membawa bapaknya ke rantau. Kenduri di rumah Mangkudun berlangsung meriah, makanan melimpah ruah tapi masakannya hambar saja. Dimana kah Makaji si juru masak Lareh Panjang ?

Anjing Buru
Ayah adalah pemburu ternama di kampung mereka. Karena itu Ayah ebih mengasihi Kalupak, anjing buru, daripada anak darah dagingnya sendiri.  Biaya untuk Kalupak tidak sedikit. Harga belinya saja sudah tergadai sepetak sawah. Ada nasi dingin lebih diutamakan ke Kalupak. Anaknya yang gemetar kelaparan sampai mencuri makanan anjing. Ketahuan langsung ditangani ayahnya. Tanpa ampun pukulan, tinju menghantam badan kuyu anak kecilnya. Jika istrinya ikut campur makin jadi amarahnya. Semua kebagian bogem mentah ayah. Kalupak mati. Kepalanya retak dihantam balok. Ayahnya marah besar dan menghajar seluruh anggota keluarganya. Anjing burunya mati. Ayah pun pergi dari rumah.

Tikam Kuku
Setiap murid harus menyerahkan sebilah pisau siraut yang dibungkus kain kafan sebagai mahar sebelum pengajaran silat. Salah satu ujian silat murid-murid dari pendekar harimau campo adalah tikar gulung. Murid yang digulung tikar akan diserang tusuk dan tikam bertubi-tubi hingga koyak. Satu-satunya murid Harimau Campo yang berhasil lolos dari tikar gulung adalah Dahlan Beruk.

Sembilu Talang Perindu
Tiga pendekat tanggung, Gacik Pangawan, Incekmato Batangkai, Sakatok Takujai, dikirim untuk mendapatkan talang perindu di gunung Seribu Bidadari. Talang Perindu benda keramat untuk ilmu pelet dapat membuat gadis-gadis bertekuk lutut.

Tamu dari Kampung
Ada tamu dari kampung yang akan datang ke rumah Tanur. Ia sendiri tidak mengenalnya. Tamunya ini menumpang dua malam. Katanya ia mencari-cari tenaga kerja untuk dikirim ke Malaysia. Tamu ini menyebalkan dan nyinyir. Ia berusaha meyakinkan Tanur mereka masih ada hubungan kekeluargaan.

Ratap Gadis Suayan
Raisya, janda beranak satu, selalu hadir di setiap rumah duka yang kehilangan keluarganya. Ia akan duduk di dekat jenazah.  Ia melonjak-lonjak, mengelilingi jenazah sambil terus menyebutkan kebaikan-kebaikan mendiang semasa hidup. Kepiluannya melebihi duka dari keluarga yang ditinggalkan.  Tanpa ratapan Raisya kematian terasa kurang khidmat. Menanak risau menjadi pekerjaan setelah suaminya meninggalkan dia dan anaknya.

Kesturi
Laki-laki beraroma kesturi meminta wanita itu memberikan wangi zaitunnya. Kenapa tubuhmu bisa beraroma kesturi ? Ini adalah aroma perempuan masa laluku. Laki-laki kesturi meninggalkan kota wanita zaitun. "Wangi zaitunku mati terbunuh oleh harum kesturi tubuhmu, bau tubuh perempuan masa lalumu itu."

Mardijker
Seorang bapak tua tampak berkeliaran di. sekitar Latanza Cafe. Mahasiswa yang menjadi pengunjung setia kafe tersebut mendekati bapak tua itu. Ia meracau "Kita semua memang orang-orang Mardjiker, termasuk kamu." "Apa itu Mardjiker ?". Kau cari tahu dulu arti Mardjiker dan jelaskan pada mereka.

Setting cerpen Damhuri Muhammad kental dengan alam budaya Minangkabau. Cerita gasing tengkorak misalnya mengangkat klenik asli dari Minang. Di cerita Sumanda, penulis kembali mengingatkan saya riuh rendah suara anak-anak mengaji di Surau masa kecil saya. Surau tidak hanya untuk tempat anak belajar tapi tempat tinggalnya bapak-bapak tua yang tidak dipedulikan anak istri. Cerpen Juru Masak mengangkat kisah cinta yang tidak direstui antara Renggogeni, anak tuan tanah Mangkudun dengan Azrial anak tukang masak. Mangkudun masih memikirkan martabatnya di masyarakat dibanding kebahagiaan anaknya sendiri.


Saya suka dengan cerpen-cerpen Damhuri Muhamad. Seperti menemukan rasa “pulang kampung” dalam membacanya. Diksinya juga indah tapi tidak terasa berlebihan. Di satu sisi saya bernostalgia masa kecil, sisi lainnya seakan-akan saya berada di ceritanya. Jika dibandingkan dengan kumcernya yang lain, saya lebih suka dengan Kumcer Lidah Sembilu. Setelah membaca buku ini saya semakin rindu dengan buah yang bernama Buah Kelimunting. 


Monday, May 19, 2014

Maryam



Judul Buku : Maryam

Penulis : Okky Madasari

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2012


Maryam Hayati pulang ke kampung halamannya, desa Gerupuk di daerah selatan pulau Lombok. Kegelisahan hati pasca perceraian dengan Alam membawanya kembali ke rumah orang tuanya. Maryam yang sejak menikah tidak pernah pulang dan berkomunikasi dengan keluarganya sangat terkejut melihat rumah kosong. Ia hanya menemukan Jamil, karyawan ayahnya yg dlu tengkulak ikan. Warga desa tidak mengenali dan bersikap dingin dengan kedatangannya.  Pertanyaannya kemana ayah ibu dan adiknya Fatima pergi. Mengapa mereka pergi. Sebab muasalnya kurang lebih sama dengan penyebab perceraiannya dengan mantan suaminya yaitu keyakinan mereka sebagai ahmadi.

Maryam dan keluarganya ahmadi sejak lahir. Mereka melakukan pengajian dari sesama ahmadi. Ketika Maryam sudah menjadi wanita dewasa, ia diharapkan menikah dengan orang dalam, yang sama-sama ahmadi. Dari pengalaman yang sudah-sudah banyak yang gagal mempertahankan pernikahan di luar ahmadi. Masalahnya Maryam jatuh cinta dengan Alam. Orang tua Maryam tidak menyetujui kecuali Alam mau menjadi Ahmadi. Maryam menikah tanpa restu orang tua.  Pernikahan tersebut hanya berlangsung selama lima tahun.

Keluarga Khairuddin tinggal bersama satu kompleks dengan keluarga-keluarga ahmadi di Gerugung. Keluarga tersebut bernasib sama dengan orang tua Maryam terusir dari tanah dan rumah sendiri. Semakin mereka ditekan, semakin teguh keyakinan mereka. Maryam yang telah janda segera bergabung dengan keluarganya dan tidak kembali lagi ke Jakarta. Maryam dijodohkan dengan Umar, pemuda ahmadi yang cukup mapan dengan usaha pengiriman susu kuda dari Sumbawa.

Pada pernikahan Maryam-Umar diwarnai insiden yang mengubah kembali kehidupan mereka. Sekelompok orang mendatangi Gerugung dan mengusir semua keluarga ahmadi. Polisi tidak bisa melindungi mereka dan menyarankan mereka mengungsi. Akhirnya mereka mengungsi ke gedung Transito. Ternyata ketika mengungsi,rumah mereka dirusak dan dibakar sehingga harta benda yang tersisa hanya sebagian kecil.

Saya cukup penasaran sebenarnya cerita dari sudut pandang ahmadi. Tapi penulis tidak fokus pada apa yang menjadi perbedaan ahmadi. Seperti cinta, iman tidak bisa dipaksakan. Jika iman kita berbeda dengan yang lain apakah itu berarti kita tidak bisa hidup berdampingan, saling tenggang rasa, saling berbuat baik. Dengan pendekatan sisi kemanusiaan, Maryam menyampaikan kritik terhadap pemerintah yang tidak bisa menjamin keamanan untuk semua warganya.



Friday, May 16, 2014

Mati Baik - Baik, Kawan



Judul : Mati Baik-baik, Kawan


Penulis : Martin Aleida

Penerbit : Ultimus

Tahun Terbit : 2014



Kumpulan cerpen Mati Baik-baik, Kawan terdiri dari tiga belas cerpen yang menceritakan pahit dan getirnya kehilangan orang yang dicintai, harta benda yang dirampas semena-mena, kesempatan, dan harapan hidup orang-orang yang dituduh terlibat dalam peristiwa 1965. Efek dari peristiwa yang terjadi akhir di September telah kita rasakan selama 32 tahun berlangsungnya pemerintahan orde baru. Stigma semua yang berbau kiri adalah jahat masih belum bisa hilang.  Jutaan orang tumpas. Jasadnya dicampakkan ke sungai dan laut. Yang luput dari maut dimasukkan dari penjara ke penjara, disiksa hingga batas kesadaran manusianya hilang, dan dibuang ke pulau yang terpencil selama bertahun-tahun. Cap negatif lekat juga pada kerabat yang ditinggalkan. Istri yang tidak mengetahui kegiatan politik suaminya dan anak-anak yang dibesarkan tanpa ayah ikut menanggung hukuman sosial, dikucilkan dan diasingkan dalam masyarakat.

Mangku Mencari Doa di Daratan Jauh
Cita-cita Mangku adalah mati jauh dari tanah kelahirannya. Ia yatim piatu. Ayahnya petani yang tewas setelah peristiwa 1965. Mangku masih beruntung bisa selamat karena air mata kanak-kanaknya membuat jatuh iba tuan tanah. Mangku memilih untuk pergi ke Lampung, daerah yang penduduk Bali. Dengan seekor anjing dan kera, Mangku berangkat menuju tanah Sumatera.

Tanpa Pelayat dan Mawar Duka
Seseorang yang meninggal dunia tapi tak satupun orang mau menggalikan kubur untuknya. Semasa hidup ia menjadi informan pemerintah untuk menangkap teman-teman satu organisasi dahulu bahkan ia pun ikut interogasi.


Leontin Dewangga
Di depan istrinya yang sedang kritis, Abdullah membeberkan pengakuan masa lalunya sebelum mereka menikah. Abdullah pernah ikut dalam organisasi terlarang. Ternyata sang istri pun menceritakan rahasia hidupnya dari liontin kecil.

Ode untuk selembar KTP
Kisah Iramani, perempuan tua yang berusia 72 tahun, mendapatkan identitas yang baru. Selembar kartu tanda penduduk yang polos tanpa tiga huruf yang sebelum ada di lembar identitas lamanya. Tiga huruf tersebut membekas dari perjalanan hidupnya dari penjara ke penjara. ETP,eks tahanan politik.


Dendang Perempuan Pendendam
Ketika Pakde Suto mati, berkali-kali tukang kubur mencangkul tanah agar pas dengan jenazah. Pakde Suto mencaplok sawah keluarganya sedikit demi sedikit selama empat puluh tahun sehingga berkurang seluas dua ratus meter persegi. Sementara keluarga yang harus dihidupi ada sebanyak delapan anak. Keluarganya tidak bisa berbuat-buat apa selain menahan geram. Ayah mereka dibantai juga karena Pakde ini yang membocorkan rahasia pelariannya setelah peristiwa 1965. Jenazah Pakde Suto yang ditolak tanah akibat dari ulah semasa hidupnya.


Melarung Bro di Nantalu
Bro memenuhi undangan dari Tiongkok untuk menjadi guru Bahasa Indonesia beberapa tahun sebelum tahun berdarah itu. Revolusi kebudayaan melanda Tiongkok tapi ia tidak bisa pulang ke tanah air. Bro tersingkir ke desa dan melakukan bertani. Bro melarikan diri hingga ribuan kilometer sampai kota Paris. Di Paris, Bro membuka restoran masakan Indonesia yang menjadi tempat pertemuan orang-orang yang hidup dalam eksil. Restorannya pun tak luput dari mata-mata yang dulunya rekan satu partai yang berbalik mengkhianati teman-temannya. Bro meninggal dunia tak sempat menginjak tanah airnya. Jasadnya dikremasi. Abunya ditebarkan di Paris, Amsterdam, Beijing dan Nantalu. Di Nantalu, ya, di Nantalu, yang bermakna "yang kalah", air terus berpendar berkecipak menciumi tebing. Tinggi-tinggi kuangkat cawan berisi sejumput abu Bro. "Tuhan, siapa pun Kau, terimalah kawanku ini. Dia orang baik-baik, sebagaimana yang telah Kau tentukan bagi jalan hidupnya".

Batu -Asah dari Benua Australia
Setelah Kiswoyo keluar dari pulau Buru, ia menjadi tukang asah pisau keliling. Suatu hari ia tidak sengaja keceplosan berbahasa Jepang. Kiswoyo pernah belajar di Universitas Waseda. Ia akhirnya ditarik bekerja di perusahaan Jepang.

Selain itu masih ada cerpen Malam Kelabu, Bertungkus Lumus, Salawat Untuk Pendakwah Kami, Ratusan Mata Di Mana-mana, Perempuan yang Selalu Menggelitik Pinggangku dan Tiada Darah di Lamalera.


Judul kumpulan cerpen ini sangat menarik. Sekali baca akan membuat orang berhenti di rak buku. Tapi saya tidak menemukan judul cerita "Mati Baik-baik, Kawan". Iya, mati baik-baik, kawan merupakan penggalan kalimat dari cerpen Mangku Mencari Doa di Daratan Jauh. Belum lama ini saya selesai membaca karya Martin Aleida yaitu Jamangilak Tak Pernah Menangis. Tema yang diangkat kurang lebih sama yaitu seputar peristiwa 1965. Cerita-ceritanya begitu nyata karena penulis sendiri adalah pihak yang mengalami tindakan represif orba. 


nb : Cover buku sementara menggunakan cetakan pertama yang diterbitkan penerbit Akar Indonesia.



Wednesday, May 7, 2014

Wishful Wednesday 13


Wishful minggu ini adalah karya terbaru dari Eka Kurniawan ; Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Judulnya sangat menarik ya. Dari daftar wishful saya, sebenarnya masih ada "Cantik itu Luka" yang belum terpenuhi. Kemarin saya baru menyelesaikan kumpulan cerpen "Corat-coret di Toilet" dan semakin penasaran dengan karya-karya Eka Kurniawan yang lainnya.



Buat yang ingin ikutan meme WW, caranya:
1.       Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2.      Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3.      Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.

4.       Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu


Tuesday, April 29, 2014

Jamangilak Tak Pernah Menangis



Judul : Jamangilak Tak Pernah Menangis

Penulis : Martin Aledia

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2004


Perempuan itu berdiri di tengah sungai yang sudah tidak bening lagi dan baunya yang menyengat. Molek namanya, istri dari Jabosi. Molek kerap mengamati sungai selama berjam-jam. Sungai yang membawa pasir semakin banyak dari hulu. Sungai semakin dangkal dan kota kecilnya terancam tenggelam. Ia melemparkan pasir ke tepian. Suatu tindakan yang dianggap sia-sia dan sedikit gila bagi yang melihat dan tidak mengetahui maksudnya. Jarebosi sedang bersiap meninggalkan rumah demi mencari harapan baru, tidak ada yang bisa diharapkan lagi di kota tersebut. Molek tidak bergeming untuk ikut dengan suaminya.

"Tak apa-apa, biarlah aku tetap di sini. Bertahan sampai kota ini karam. Hidup cuma sekali. Dan, kalaupun hidup datang berulang kali, aku akan tetap memilih tinggal disini", ujar Molek saat melepas Jabosi.

Molek sangat senang anaknya, Hurlang, pulang ke rumah. Hurlang kembali dari pulau Jawa setelah bertahun-tahun pergi tanpa pamit pada Omaknya. Hurlang ditangkap karena terkait dengan pergerakan kaum kiri. Hurlang sudah kenyang hidup di penjara. Molek memberitahukan kota kecil mereka yang sudah berubah. Molek dan Hurlang bersama-sama mengajak penduduk lainnya untuk melawan. Di Padang Bundar Molek berorasi "Kemana kah pajak yang kita bayar ?". Rapat akbar berakhir dengan tertib.

Buntut dari rapat akbar di Padang Bundar adalah Molek dan anaknya diinterogasi militer. Media massa menyiarkan berita tersebut dan Molek mendapatkan perhatian. Hurlang sempat tertahan selama beberapa hari dan mendapat penganiayaan dari aparat yang cukup parah.

Hurlang si anak hilang yang telah pulang meminta maaf dan mohon ampun dari Ibunya. Bukan jalan yang telah diambilnya yang membuat dia ditahan dan disiksa di penjara yang disesalinya tapi perbuatan zina yang pernah dilakukan bersama istri orang setelah lepas dari penjara yang membuatnya minta ampun. Molek marah sekali. Hukuman buat Hurlang adalah dirajam. Molek mendapati dilema besar karena ia yang melahirkan dan harus menjalankan hukuman mengakhiri hidupnya. Molek dan Hurlang bersampan ke tanah rumah mereka sebelum mereka pindah ke kota. Molek melemparkan api dan meninggalkan Hurlang menjalani hukuman setimpal buat pezina. Molek kembali dengan hati tercabik-cabik dan mulai merasakan hilangnya si anak bungsu. Hurlang mendapati keberuntungan, ia diselamatkan serangga merah yang menyerbu sekujur badannya. Molek melihat serangga merah tersebut adalah api yang melumat tubuh Hurlang dan tidak tahu anaknya masih hidup.

Perjuangan Molek menyelamatkan sungai membuat masyarakat di tepi Danau Toba mengharapkan bantuannya. Pabrik pengolahan bahan kertas yang terletak di mulut Danau Toba telah mencemari lingkungan sekitar. Pabrik tersebut persis berdiri di hulu sungai yang mengalir ke kota Molak dan terancam pendangkalan. Masyarakat di sekitar pabrik menuntut penutupan pabrik tersebut. Suara-suara protes dibungkam dengan cepat.

Molek berangkat ke Siraituruk seorang diri. Molek akan ikut berorasi. Sebelum orasi, Molek pergi ke pabrik tersebut tanpa dicurigai petugas keamanan. Ia melihat, membaui air sungai yang berbau busuk yang telah tercemar limbah beracun. Aksi demonstrasi ini menarik dukungan hingga anak-anak sekolah mogok. Tiga pastor katolik berdiri di barisan paling depan. Ketika mobil-mobil petugas keamanan bersenjata datang, tiga pastor ini berdiri di tiga penjuru. Dan mereka lah yang diangkut dan diamankan pertama kalinya. Molek dan belasan orang lainnya ikut ditangkap. Hurlang pun ikut tertuduh sebagai provokator hanya karena ia menyusul ibunya ke Siraituruk dan berada ditengah-tengah masa.

Buku ini menceritakan bagaimana seorang perempuan biasa melakukan perlawanan untuk sungai dan keberlangsungan hidup kotanya. Sungai yang semakin dangkal akan membuat kota tempat tinggalnya terancam karam.  Molek adalah perempuan yang gigih dan tegas, sekalipun menyangkut anak kandungnya sendiri. Budaya Batak dan Melayu terasa kental di cerita ini. Perjalanan hidup Hurlang sebagai aktivis politik kiri tidak lepas dari sejarah pemberangusan anggota PKI pasca peristiwa tahun 1965. Ada dua peristiwa yang menjadi latar belakang kisah ibu dan anak ini. Pertama, peristiwa tahun 1965 yang diceritakan melalui kisah hidup Hurlang. Kedua, protes terhadap pabrik pengolahan kertas di Danau Toba yang merusak lingkungan sekitar.


Kenapa judulnya bisa Jamangilak Tak Pernah Menangis ? Jamangilak adalah kakek dari Jabosi yang pertama kali datang ke kota tersebut. Ia dikenal orang yang pantang menyerah. Ketika Molek dan Hurlang bertemu di pengadilan. Molek menangis dan Hurlang berkata, "Jangan menangis. Kuatkan hati kita di depan mereka. Ingat, Omak sendiri yang mengatakan kakek-buyutku, Jamangilak, tak pernah menangis dalam hidupnya, mengembara dengan berjalan kaki dari pantai barat di tanah Batak ini menuju tepian Selat Malaka".



Thursday, April 24, 2014

Entrok


Judul : Entrok

Penulis : Okky Madasari

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2010

Entrok dalam bahasa jawa berarti beha atau bra. Entrok pada masa Marni tinggal berdua simbok masih termasuk barang mahal. Marni sudah seharusnya memakai entrok tapi simbok tidak punya uang. Sehari-hari simbok mengupas singkong di pasar Ngranget. Upah simbok hanya dibayar dengan bahan makanan.

Entrok menjadi impian Marni. Marni ikut simbok ke pasar.  Di pasar, perempuan hanya dibayar bahan makanan. Laki-laki yang biasanya dibayar dengan uang karena mereka mengangkut barang. Marni tanpa malu turun ikut nguli dan mulai menawarkan jasanya. Sekeping demi sekeping ia kumpulkan sampai terbeli lah entrok.

Impian Marni tidak berhenti setelah punya entrok. Marni membeli bakulan untuk berjualan ke rumah-rumah. Dengan ditemani Teja, suami yang tadinya kuli pasar, Marni berkeliling menjual sayur. Dagangan Marni bertambah jenisnya yaitu panci dan wajan yang bisa dicicil setiap hari. Bakulannya merambah ke bakulan duit. Marni akan meminjamkan uang dan orang tersebut mengembalikannya dengan jumlah lebih besar. Seperti biasa bisa dicicil setiap hari.

Rahayu adalah anak satu-satunya Marni dan Teja. Kehidupan mereka sekarang tidak melarat seperti dulu. Mereks sudah punya rumah yang cukup besar. Teja sering menghabiskan waktu di luar rumah, pulang dengan mulut bau arak. Penyakit laki-laki kalau punya uang banyak ngelirik perempuan lain.  Marni membiarkan kelakuan Teja asalkan tidak berbuat di depan matanya. Sekalipun sakit hati, Marni tak mau bercerai. Enak aja nanti harta dibagi dua. Wong, dia yang capek cari uang lakinya tinggal nikmatin aja.

Rahayu mendapat ejekan anak rentenir, lintah darat yang bikin orang susah. Rahayu malu dengan teman-teman sekolahnya. Hubungan anak ibu ini tetap panas karena Marni masih nyuwun ke leluhur, Mbah Ibu Bumi Bapa Kuasa. Setiap minggu Marni membuat tumpengan dan ayam panggang sebagai wujud syukur atas rezekinya. Rahayu menolak mengikuti ritual Marni. Menurut Rahayu, ibunya berdosa. Puncaknya saat sajen Marni dibuang oleh Rahayu. Kedua bertengkar hingga saling diam beberapa hari. Setelah lulus SMA, Rahayu merantau ke Jogja.

Rahayu pulang sebentar untuk menikah dengan Amri, pria yang sudah beristri dan beranak satu. Setelah menikah, tidak ada kabar berita dari Rahayu. Marni pun tidak mencari tahu. Bertahun-tahun kemudian, Marni dikejutkan dengan keberadaan Rahayu yang ditahan di Semarang. Naluri seorang ibu meluruhkan pertikaian-pertikaian masa lalu. Ibu dan anak ini bertangis-tangisan. Marni rutin mengunjungi Rahayu. Biaya perjalanan Singget - Semarang tidak sedikit. Uang modal Marni ikut termakan. Demi anak tak apa lah. Saat Rahayu keluar penjara, Marni harus membayar uang jaminan. Demi anak, sawah tebu dijual.

Orang-orang yang bekerja di pabrik gula kaya-kaya dari hasil ceperan. Marni bekerja keras untuk mendapatkan uang.  Dua minggu sekali ia harus menyetor uang keamanan ke bapak-bapak berseragam loreng.  Keadaan berubah cepat orang-orang tidak lagi meminjam uang Marni. Ada bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga lebih rendah.

Kenapa orang yang kaya karena kerja keras malah lebih dipercaya memelihara tuyul atau melakukan pesugihan ? Sementara pak lurah, karyawan pabrik gula yang banyak harta dari menilep uang haram dari sana-sini malah disegani dan dikagumi ? Lha emangnya cukup dari gaji yang tidak seberapa bisa beli ini-itu. Siapa yang jadi tuyul sebenarnya eh maksudnya yang memelihara tuyul ?


Entrok sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris “The Years of Voiceless”. Menurut saya judul bahasa Inggrisnya lebih tepat dengan keseluruhan cerita. Dalam novel Entrok ini ada banyak peristiwa-peristiwa yang perlu dicermati. Tindakan represif dari oknum yang menjaga keamanan. Tekanan untuk orang Tionghoa. Perlawanan rakyat kecil mempertahankan tanah leluhur mereka. Aparat selalu benar. Jika salah, kembali ke poin pertama. Bagi yang melawan pilihannya mau mati atau ditangkap dan dicap komunis.


Monday, April 21, 2014

Semanis Es Krim




Judul : The Empress of Ice Cream

Penulis : Anthony Capella

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2013

Cinta bagai es. Merangkak menyelimutimu, merasuki tubuhmu diam-diam, menghancurkan pertahananmu, menemukan relung-relung paling dalam dagingmu. Tidak seperti panas atau sakit atau terbakar melainkan lebih seperti mati rasa di dala,seakan-akan jantungmu sendiri mengeras, mengubahmu menjadi batu. Cinta mencengkerammu, meremasmu dengan kekuatan yang sanggup memecah batu karang atau mengoyak lambung kapal. Cinta mampu mengangkat lempeng ubin yang berat, menghancurkan marmer, melayukan dedaunan di pohon.


Mademoiselle Louise de Keroualle diutus oleh Raja Perancis, Louis XIV untuk menghibur Raja Inggris, Charles II.  Adik perempuan Raja Charles, Madame Henrietta d'Angleterre, menikah dengan adik dari Raja Louis. Louise tadinya adalah dayang-dayang Madame di istana Versailles. Louise mempunyai daya tarik yang cukup memikat dan cukup pintar dikirim ke Inggris bersamaan dengan Carlo Demirco, sang confectioner Raja. 

Carlo ahli membuat hidangan es. Waktu itu suguhan pencuci mulut dari es hanya dinikmati oleh Raja. Carlo pernah melamar Louise namun ditolak mentah-mentah. Orang tua Lousie mengirim anaknya ke istana dengan harapan bisa menikah dengan bangsawan. Carlo mempunyai kedudukan yang cukup baik di istana sebagai satu-satunya ahli pembuat es.

Tujuan Raja Louis mengirimkan Louise untuk membuat Raja Charles berada di pihak Perancis dalam perang melawan Belanda. Perempuan adalah salah satu kelemahan Charles. Kedatangan Louise menarik perhatian semua kalangan istana. Di bawah tatapan yang melecehkan, orang-orang berpendapat Louise adalah gundik baru raja yang sengaja dikirimkan Perancis. Karena Louise adalah orang yang paling dekat dengan adiknya di Versailes, Raja Charles berbagi kenangan dan kesedihan dengannya. Sebuah sayap khusus sudah disiapkan di istana Charles II untuk Loise. Penyerahan total Louise tidak semudah yang dibayangkan. Louise mengulur waktu hingga membuat Raja Charles II tidak sabar.

Kabar ratu yang sedang sakit membuat Louise berandai-andai bisa menikahi Raja Charles II. Sebuah impian yang tidak mungkin. Ketika rencana berjalan lambat, Raja Louis mengirimkan ancaman pada Louise, ia bisa kembali ke Perancis dan diasingkan di biara.  

Selain pembaca disuguhkan proses membuat es yang rumit dari komposisi-komposisi yang tidak lazim, Novel ini juga menceritakan tingkah laku Raja dan bangsawan yang berfoya-foya di dalam istana. Wanita di dalam istana berlomba-lomba menarik perhatian Raja. Intrik dan politik istana sangat mempengaruhi kehidupan kaum bangsawan. 


Dua Saudara


Judul : Dua Saudara

Penulis : Jhumpa Lahiri

Penerbit : BukuKatta

Tahun Terbit : 2014


Dua saudara, Subhash dan Udayan, tumbuh bersama sedari kecil di Tollygunge. Jarak umur mereka tidak terpaut jauh dan postur badannya kurang lebih sama sehingga kadang mereka kerap bertukar baju. Mereka berdua berhasil diterima di perguruan tinggi. Udayan ke Presdirency untuk kuliah Fisika dan Subhash kuliah ilmu kimia di Jadavpur.

Setelah lulus kuliah, Udayan mendapatkan pekerjaan di sekolah teknik dan tidak tertarik untuk melanjutkan sekolahnya. Subhash ingin belajar ke luar negeri. Ia melamar di program PhD di Amerika Serikat. Subhash mengajak Udayan untuk sama-sama ke luar negeri. Pintu ke kehidupan yang lebih baik akan mereka dapatkan tapi Udayan menolak. Jika kamu pergi, kamu tidak akan kembali. Udayan melarang Subhash pergi tapi tekad Subhash sudah kukuh.

Udayan tertarik dengan pergerakan kaum merah yang berasal dari China. Dalam surat-surat yang diterima Subhas, dua saudara ini membicarakan perkembangan India. Udayan yakin bahwa India menuju perubahan yang ia dan gerakannya yakini. Kata-kata dar Mao Tse Tung disebarkan ke desa-desa. Selain itu, Udayan memberitahu Subhas dirinya telah menikah dengan gadis pilihannya, Gauri. Pernikahan di India sebagian besar karena perjodohan. Udayan telah melangkahi wewenang orang tuanya. Kekecewaan orang tua mereka diungkapkan dalam surat.

"Kami harap bila saatnya tiba, kamu akan mempercayakan kepada kami untuk menentukan masa depanmu, memilihkan istri untukmu yang menjadi hadiah pada pernikahanmu. Kami harap kamu tak akan mengabaikan harapan kami, seperti adikmu lakukan."

Sebuah telegram dari orang tuanya mengabarkan Udayan terbunuh. Subhash langsung pulang ke Tollygunge. Ia mendapati adiknya telah ditembak polisi. Gauri, adik iparnya, tidak begitu diacuhkan oleh orang tua Subhash. Keberadaannya tidak dianggap. Tidak ada pilihan bagi Gauri selain hidup dengan mertuanya. Ia lari dari rumah untuk menikah dengan Udayan. Subhash bersimpati karena bagaimanapun Gauri sedang mengandung anak adiknya. Satu-satunya cara yang menurut Subhash dapat menolong Gauri adalah menikahinya.


Jhumpa Lahiri memenangkan penghargaan Putlizer tahun 2000 untuk karyanya Interpreter of Maladies. Dua saudara adalah terjemahan dari cerpen Brotherly Love yang dimuat di The New Yorker, 10 Juni 2013. Ketika saya ingin memasukkan rating di goodreads, ternyata review-review Dua Saudara masuk ke The Lowland yang terbit 20 September 2013. Setelah saya baca sinopsis dari The Lowland memang ceritanya tentang dua saudara, Subhash dan Udayan. Hmmm. Bingung kan mau ngerating di Goodreads nya ? Menurut saya entitas nya tidak sama jadi saya tidak memberikan rating di Goodreads. Walaupun begitu, Dua Saudara menarik minat saya untuk membaca The Lowland yang tentu lebih lengkap menceritakan kisah hidup Subhash dan Udayan. 

Wednesday, April 16, 2014

Murjangkung





Judul : Murjangkung : Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu

Penulis : A.S Laksana

Penerbit : Gagas Media

Tahun Terbit : 2013


Setiap tukang cerita pastilah berniat memukau orang sejak pertama.

Murjangkung, raksasa berkulit bayi, yang datang membeli tanah enam ribu meter persegi di tepi timur sungai kota. Murjangkung mendirikan rumah gedong. Pangeran pemilik tanah menagih sewa pada Murjangkung yang dibalas dengan moncong meriam. Lalu, datanglah rombongan kedua yang mendirikan rumah gedong di tepi barat sungai, menyaingi rumah gedong Murjangkung. Pertempuran tidak dapat dielakkan keduanya. Murjangkung berhasil menang setelah sempat lari meninggalkan rumah gedong dan pasukannya lalu kembali dengan rombongan pemabuk dan budak-budak dari timur. Murjangkung mendirikan kota sendiri. Masalahnya kaskus belum ditemukan saat itu. Kotoran-kotoran manusia menumpuk mendatangkan penyakit buat penduduk kota, disentri, malaria. Sampai Murjangkung sendiri mengalaminya. Murjangkung mati sakit perut. Anaknya mendirikan patung untuk menghormati ayahnya di tanah lapang yang kemudia dikenal dengan nama lapangan banteng.

Sebut saja namanya Gloria. Sebelum Gloria lahir, kakek neneknya sangat mendambakan kehadiran cucu dari 3 anaknya. Anak pertama tidak menikah. Anak kedua menikah dengan pria yang agak berumur, sudah 7 tahun menikah belum dikaruniai anak. Kakek neneknya tidak hanya berdoa meminta kepada Tuhan, mereka mendatangi tempat-tempat keramat yang dipercaya manjur untuk mendapatkan keturunan. Kemana orang bilang akan diturut dua orang tua ini. Akhirnya calon cucu hadir juga namun yang mengandung adalah anak ketiga yang dipanggil cacing. Cacing belum menikah dan tidak mau memberitahu siapa ayah si cabang bayi. Hingga lahirlah gloria ke dunia. Gloria tidak lama menghirup udara dunia. Kakeknya menggorok lehernya karena ilham yang ia dapatkan. Bahkan ia pun belum sempat diberi nama. Saat kakek dan ibunya meninggal, mereka tidak bertemu di dunia lain.

Dua cerita di atas, Murjangkung dan Otobiografi Gloria adalah bagian dari dua puluh cerita AS Laksana. Masih ada cerpen Dongeng Cinta yang Dungu, Cerita absurd bagaimana jiwa bisa tertukar. Perempuan dari Masa Lalu. "Di masa lalu, kita adalah sepasang kekasih." Seto mengucapkan ke sembarang perempuan siapa tahu ada yang kena.  Seto Menulis Peri, Pelangi, dan Para Putri. Seorang lelaki, jika tidak menjadi raja di rumah sendiri, niscaya akan menjadi setan. Mayor yang sudah memiliki istri cantik tetap saja memberikan bunga ke perempuan lain. Teknik Mendapatkan Cinta Sejati. Katakan saja agama kalian berbeda, mungkin penolakan saat menyatakan cinta tidak akan terlalu menyakitkan. Dua Perempuan di Satu Rumah. Cerita anak, ayah dan ibu yang mati sekitar umur 30an tahun. Dan cerpen-cerpen lainnya sebagai berikut : Bagaimana Kami Selamat dari Kompeni dan Sebagainya ; Bukan Ciuman Pertama ; Tuhan, Pawang Hujan, dan Pertarungan yang Remis ; Kisah Batu Menangis ; Seorang Utusan Memotong Telinga Raja Jawa ; Lelaki Beristri Batu ; Efek Sayap Kupu-Kupu ; Ibu Tiri Bergigi Emas ; Seorang Lelaki Telungkup di Kuburan ; Malam Saweran ; Cerita untuk Anak-Anakmu ; Kuda ; Peristiwa Kedua, Seperti Komidi Putar.

Ini pertama kalinya saya membaca tulisan dari AS Laksana. Saya cukup terkesan dengan cerpen pertama, Murjangkung. Saya baru tahu kalau Murjangkung tersebut adalah Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Hindia Belanda yang terkenal dengan kekejamannya membantai penduduk asli pulau Banda. AS Laksana menceritakan saat terakhir Murjangkung dengan gayanya sendiri.