Pages

Monday, September 20, 2010

Kisah Langit Merah - Bubin Lantang

Kisah Langit MerahKisah Langit Merah by Bubin Lantang

My rating: 3 of 5 stars


Sedari kecil,Langit Merah bercita-cita menjadi wartawan. Semakin lama cita-citanya tersebut dipupuknya menjadi sebuah obsesi. Langit aktif menulis untuk mading sekolah dan sering mengirimkan tulisannya ke majalah remaja. Beberapa ada yang dimuat tapi lebih banyak yang dikembalikan.Ia tidak pantang menyerah walaupun itu berarti harus berjalan bolak-balik ke sekolah untuk membeli perangko balasan.

Langit berhasil mencapai cita-citanya menjadi wartawan,media tempat ia bekerja merupakan media massa terbesar. Pertama-tama ia ditempatkan di desk metro. Langit sering berurusan dengan kamar mayat RSCM, siaran pers mabes Polri. Ia turut serta menghitung korban kebakaran Slipi Mall dan Yogya Klender saat terjadinya kerusuhan '98. Dua tahun kemudian, Langit dirotasi ke desk ekonomi. Kali ini ia berkutat dengan bank-bank yang dilikuidasi, bank-bank yang direkapitalisasi dan debitor-debitor BPPN.

Friday, September 17, 2010

Tsotsi




Afrika Selatan adalah salah satu Negara Afrika yang dari segi ekonomi lebih baik dibandingkan Negara-negara afrika lainnya. Namun sejarah mencatat, perjalanan negeri ini memperjuangkan persamaan hak dari politik apartheid menarik perhatian. Penduduk asli benua Afrika adalah ras negroid, berkulit hitam. Secara de jure, yang berkuasa dan mendapat perlakuan istimewa adalah penduduk kulit putih. Diskriminasi yang juga terjadi tak hanya di Afrika Selatan tetapi juga di Amerika Serikat.

Perumahan kulit hitam digusur untuk dibangun perumahan kulit putih. Warga kulit hitam hanya diperkenankan menjadi pembantu warga kulit putih. Setiap warga kulit hitam wajib memiliki buku izin yang harus ditandatangani majikan sebelumnya. Polisi sangat suka melakukan pemeriksaan buku izin dan jika buku izin tersebut tak ada, ditahan di penjara. Anak-anak menjadi pemulung dan terpisah dari orang tua mereka yang ditahan polisi. Mereka tak tahu mencari kemana perginya ibu dan ayahnya.

Thursday, September 16, 2010

The Ghost

The Ghost: Sang Penulis BayanganThe Ghost: Sang Penulis Bayangan by Robert Harris

My rating: 3 of 5 stars


*hadiah kuis ultah GRI ke-3*



Adam Lang, mantan perdana menteri Inggris, berniat menerbitkan autobiografi. Dia menyewa seorang penulis bayangan untuk menyelesaikan manuskrip biografinya. Sebelumnya McAra,ajudan setia dan menulis buku tersebut sebelumnya ditemukan tewas mengambang di laut. Penulis bayangan tersebut dengan bayaran 250.000 dollar diberikan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan buku tersebut.

Adam Lang dihadapkan pada tuduhan serius, menyerahkan empat warga negara Inggris yang terkait dengan Al-Qaeda kepada CIA. dan satu diantaranya meninggal dalam interogasi. kecaman dari publik Inggris makin bertambah dengan adanya salah satu mantan menterinya yang 'bernyanyi',Richard Rycatt. Adam Lang dituduh melakukan kejahatan perang di Mahkamah Internasional. Walaupun begitu sekutu setianya, Amerika Serikat, menyatakan dukungan sepenuhnya kepada Adam Lang.

Pada awal cerita, Adam Lang mengingatkan saya dengan Tony Blair karena Mr Blair baru aja mengeluarkan memoarnya.*dikerjain sendiri engga ya itu?* Ditambah lagi kemiripan dosa-dosa ketika mereka menjabat. Salah satu 'dosa' Adam Lang adalah mengirimkan pasukan Inggris ke perang Irak. jadi nama Tony Blair kembali membayangi pikiran saya.

Dari awal hingga ke tengah kerasa sensasi thrillernya..apalagi ketika si penulis bayangan menelusuri jejak McAra sebelum dia meninggal yang mengantarkan dia kepada seorang profesor Harvard dan Richard Rycatt. apakah Adam Lang itu anggota CIA? apa kaitannya dia dengan perusahaan produsen senjata? Sayangnya,penyelesaian ceritanya kurang oke. Sayang banget kan ceritanya udah bagus malah antiklimaks..

View all my reviews

Monday, May 17, 2010

Sekali Lagi Tentang Soe Hok-Gie

Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya by Soe Hok Gie


My rating: 5 of 5 stars
Lewat buku ini, pembaca dapat merasakan hari-hari terakhir Gie. Ketika ia bersama 7 orang lainnya melakukan pendakian di gunung tertinggi di pulau Jawa, Gunung Semeru. Hanya minus satu hari dari ulang tahunnya yang ke-27, Gie pergi untuk selama-lamanya.

ada dua orang yang menjadi 'korban pertama' Gunung Semeru yaitu Soe Hok-Gie dan Idhan Lubis. Rudy Badil menceritakan detail peristiwa yang telah 41 tahun berlalu. Dalam suasana duka, tim yang tersisa masih harus bertahan lagi dengan bekal yang tipis. Selama 5 hari, mereka menunggu bantuan evakuasi dari penduduk. Jenazah Gie dan Idhan ditinggalkan berdua di tempat kecelakaan.

Kepergiannya mengundang simpati dari berbagai kalangan. Gie,intelektual muda yang tak pernah goyah idealismenya. Ia menjadi penggerak dalam peristiwa 1966. Orde lama tumbang diiringi kemunculan orde baru. ketika ia sadar perubahan yang terjadi tak lebih baik dari pemerintahan lama, ia pun tak segan-segan mengkritik. Ia menuntut keras pembubaran PKI, namun ia mengecam keras ketika terjadi pembantaian besar-besaran terhadap orang PKI (ataupun yang dianggap PKI).Di saat, rekan-rekannya sesama aktivis mendapatkan 'kursi' di Senayan,ia menolak dan kembali ke kampus.

Friday, April 23, 2010

(Cerita tentang Buku) Book Swap Akbar Goodreads Indonesia

Dalam rangka perayaan world book day 2010, Goodreads Indonesia menyelenggarakan ‘Book Swap Akbar’ tanggal 25 April jam 3 Sore @ Pasar Festival Kuningan, Jakarta.

Apa siy Book Swap itu?
Beda dengan interest swap ataupun currency swap yang berbau-bau financial gitu, Book swap lebih berwujud nyata, karena yang ditukar adalah Buku!

Gue pun pertama kali tahu tentang Book Swap di Goodreads Indonesia. Kita bisa membawa buku-buku yang kita punya untuk ditukarkan dengan buku-buku dari teman-teman yang lain. Book Swap pertama yang gue ikuti (trus ga pernah ikutan lagi,hehe) adalah setahun lalu, dalam World Book Day 2009 @ Museum Bank Mandiri.

Buku yang dibawa ditaruh di box pengumpulan dan setelah itu kita bisa memilih buku yang diinginkan. Dalam Book Swap terjadi transfer ownership. Buku yang ditukarkan jadi punya orang lain, sementara buku yang kita pilih menjadi hak milik pribadi. Seru juga, karena siapa sangka dalam tumpukan buku tersebut terselip buku yang kita incar sejak lama.

Bahkan terdapat buku yang masih disampul plastic alias buku baru. Memang walaupun jatuhnya dapat ‘buku bekas’ (bekas punya teman goodreads), tidak berarti kondisinya jelek-jelek. Kondisinya masih bagus, mungkin karena kita sesama pecinta buku, bukunya terawat baik.

Nah, waktu gue kemarin itu, gue menukarkan beberapa buku; blind owl, virus akal budi,yang udah mentok bacanya untuk sekian kali. Lebih baik ditukarkan dengan buku lainnya. Sekarang pun begitu, gue akan menukarkan beberapa buku yang tidak terlalu suka.tertipu sipnosis, promosinya apa, isinya apa.,engga nyambung.

Kawan-kawan..semuanya..ikutan yuks..

Monday, April 12, 2010

Gadis Jeruk - Jostein Gaarder

Gadis Jeruk: Sebuah Dongeng Tentang Kehidupan Gadis Jeruk: Sebuah Dongeng Tentang Kehidupan by Jostein Gaarder


My rating: 5 of 5 stars
Georg RØed telah ditinggalkan oleh Ayahnya ketika berusia empat tahun. Ingatan Georg akan Ayahnya hanya samar-samar. Ia mengenali sosoknya dari foto-foto lama dan rekaman video sewaktu kecil.

Siapa sangka dari kereta dorong bayi Georg ditemukan surat-surat dari Ayahnya yang dituliskan khusus untuk Georg. Ayahnya mengetahui ia sedang sakit keras dan tak akan sempat berkenalan lebih jauh dengan Georg. Saat inilah, ketika ia berusia lima belas tahun, ia akan mengenal Ayahnya lebih dekat. Siapakah Sekjen PBB sekarang? Siapa Perdana Menteri Norwegia? Bagaimana kabarnya teleskop Hubble? Pembukaan surat yang unik. Surat tersebut ditulis di hari-hari terakhir hidup Ayahnya. Ia mengetahui waktunya tak lama. Sang Ayah menuliskan sebuah dongeng mengenai Gadis Jeruk. Di akhir cerita tersebut, Georg harus menjawab pertanyaan yang penting. Novel ini memang menceritakan kisah Ayahnya dibandingkan kehidupannya sendiri.

Jan Olav, Ayahnya Georg, waktu itu berusia 19 tahun saat pertama kali jumpa dengan gadis jeruk di trem. Gadis yang sedang membawa sekantong besar jeruk. Pandangan mata mereka bertemu. Yang menarik perhatian tidak hanya jeruknya yang banyak bagi Jan Olav, sosok Gadis tersebut mempunyai daya tarik misterius. Trem berbelok tajam, Jan Olav sepertinya ingin menjadi pahlawan penyelamat jeruk, namun yang ada malah membuat jeruk-jeruk berhamburan dari kantong kertas Gadis Jeruk. “Kau Sinting”,ujarnya. Ia pun turun dari trem.

Tuesday, December 29, 2009

(Cerita tentang Buku) My Book Resolution 2010

Resolusi...
Resolusi...
Resolusi...
Resolusi...

Sebelum melangkah ke tahun 2010 yang terhitung beberapa hari lagi. Gue ingin berkomitmen untuk kegiatan baca yang gue cintai.

1. Lebih sering update blog buku
komitmen awalnya gue memisahkan tulisan review dari blog pribadi gue adalah untuk memacu gue menulis khususnya mengenai apa yang gue baca. namun, seiring berjalannya waktu, malessss banget bikin review. Jika membaca dapat gue lakukan secara kontinyu, maka menulis review sama sekali tidak mudah. Biasanya gue yang mudah ditulis adalah buku-buku yang bagus dan memberikan inspiratif atau kebalikannya buku-buku yang bikin sakit kepala karena bahasannya engga jelas. yang pasti kedepannya, gue harus rajin bikin review.suka atau tidak suka dengan buku yang gue baca tersebut.

2. Beli Rak buku Idaman
setiap sudut di kamar gue sudah penuh dengan buku-buku. Lemari buku yang usianya sudah sepuluh tahun pun sudah overloaded dan nyaris tak bercelah buat nyelipin buku lagi. di kamar sudah ada tiga titik tumpukan buku, yang di lemari buku tua, rak kecil, dan diatas lemari baju adek gue. yang diatas lemari baju adek gue (yang terbuat dari plastik) udah hampir jebol. karena koleksi buku gue bertambah terus hingga menyentuh langit-langit kamar..waduhhh...Gue mupeng banget dengan lemari buku karena jalan pulang dari kantor melewati toko-toko furniture..

3. 500 buku
ketika masih mahasiswa, gue punya target koleksi buku 500 judul sampai gue lulus kuliah. waktu gue melakukan sensus buku terakhir kira-kira baru 300 Judul (ini gabungan buku gue, buku Bundo, buku Wiya, buku Ayah). selama tahun 2009 ini, gue melakukan book expenditure gila-gilaan dan databasenya belum diupdate lagi. harus book opname lagi niy.tapi sekarang gue tiap bulannya bikin anggaran. jika tidak, bisa kebablasan dengan diskon-diskon, pameran-pameran dan promo-promo, bisa kempes niy dompet..hihi

4.Lebih Strict minjemin buku
bukannya mau pelit ya, gue harus lebih hati-hati minjemin buku. gue seneng jika temen-temen sekitar gue juga suka baca. dan gue suka rekomendasikan buku yang menurut gue bagus. tapi yang paling gue kesel adalah jika minjem buku engga dibalikin. jangan salah lho, gue ada daftar peminjamn buku-buku gue. dan rata-rata buku yang udah dipinjem lammaaa, udah jadi hak milik si peminjam. sekarang ga ada lagi ga enakan nagih buku. enak aja lo, gue rela ga jajan beli buku, dipinjem engga dibalikin.I tried to hold but it hurts too much. I tried to forgive but it’s not enough >.

The Good Earth - Pearl S.Buck

The Good Earth : Bumi yang SuburThe Good Earth : Bumi yang Subur by Pearl S. Buck

My rating: 4 of 5 stars


Wang Lung, seorang petani kecil yang miskin. Ia hidup berdua dengan ayahnya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Semenjak Ibunya meninggal, Wan Lung mengurus keperluan rumah dan merawat Ayahnya. Ia telah bangun sedari subuh, membawakan air hangat untuk ayahnya dan bersiap-siap ke sawah. Ia menikah dengan budak perempuan yang sedari bekerja di rumah keluarga Hwang. Seorang petani seperti dia tidak bisa memilih istri yang lebih tinggi statusnya, yang pantas baginya hanya seorang budak. Ia hanyalah petani miskin. Istrinya tidak cantik memang tapi ia merupakan tipe wanita yang mau membantu suaminya bekerja di sawah. O-lan, istrinya telah mengurus semua keperluan rumah tangga.

Tak lama, istrinya hamil. Biarpun sedang hamil, ia tidak mengurangi beban pekerjaannya di sawah. Ia masih memasak dan menyiapkan makanan untuk suami dan ayah mertuanya. O-lan sungguh luar biasa karena ia melahirkan anaknya tanpa bantuan orang lain. Anak pertamanya, laki-laki! Ketika itu, jika anak yang dilahirkan laki-laki akan disambut dengan gembira, sementara jika anak yang dilahirkan perempuan hanya membuat malu ibunya. Perempuan masih dianggap serendah budak. Wan Lung amat bangga dengan anak laki-lakinya yang montok.

Thursday, November 12, 2009

(Agenda Buku) Cerita dari Indonesia Book Fair 2009

Indonesia Book Fair 2009, pameran buku nasional ini kembali digelar di Jakarta Convention Center. Kali ini bertema “The Culture and Education of DI Yogyakarta”.

Belum lama berselang dari perhelatan Indonesia Library & Publisher Expo 2009, akhir Oktober kemarin, di Istora Senayan. Dimana gue mendapatkan tanda tangan tiga penulis “Negeri Van Oranje” beserta goody bag neso-mizan karena berhasil menyebutkan 9 kota di Belanda.wkwkwk... (wong gue pernah nempel peta Belanda di kamar kostan dulu).

Belum sebulan, gue mengucapkan janji “Puku”, puasa buku akhirnya batal dengan sukses! Mana bisa tahan dengan pameran buku...moment mendulang diskonan yang buanyak..hehehe

Kali ini, gue berdua dengan Rahma ke JCC. Janjiannya awalnya jam setengah 11. siapa sangka gue disuruh lembur malam sebelumnya dan baru pulang jam 4 pagi.aarghhh!! Pas banget dengan adzan subuh. Gue masih tidur hingga jam 09.30. biasanya gue masih puyeng tuh, tapi demi buku, bisa melek gue..

Sebenarnya lebih enak, kalau pameran di Istora Senayan dibanding JCC. Karena jalannya dari jalan Sudirman lebih deket. Gue kan jalan kaki. Sementara klo ke JCC lumayan gempor dicapai dari Sudirman, engga ada shuttle bus-nya lagi. Berasa jauuhhh banget pas pulangnya, udah kaki pegel-pegel, jalan pulangnya jauh lagi.

Berbeda dengan pameran-pameran sebelumnya, kali ini BAYAR! Htm Rp 5.000. Katanya siy buat disumbangkan. Awas aja jadi komersil! IBF berbarengan dengan Indocomtech (pameran komputer&laptop), dan THF (travel&holiday fair). Kebayang duonk ramenyo...


Toko-toko buku yang menjual buku-buku import buanyak banget..seperti Aksara, Periplus, McGraw Hill, Etno book, dan imported books. Toko buku seperti Gramedia juga diskon 25% (tumben..biasanya pelit..20% juga udah mentok).


Tujuan utama gue pameran ini adalah hunting! Diskon-diskon yang menarik dari masing-masing penerbit begitu menggiurkan. Dengan budget constraint, gue menahan diri untuk tidak ’buas’. Hahaha..Inget biaya hidup sebulan lagi zi!. Gue paling suka ’ngobok-ngobok’ buku di dalam box. Biasanya penemuannya suka tak terduga.

Setelah mengelilingi stand-stand buku lebih dari 2 kali. Puteran pertama cuma liat-liat dulu..Hasil buruan gue lumayan juga. Gue mendapatkan hard times (charles dicken), a potrait of the artist as a young man (james joyce), prisoners in Zelda (anthony hopkins), dan mini buku Anthony Gaudi di Periplus dengan total belanja engga sampai Rp 100.000. murahhh kan..biasanya satu buku itu bisa lebih dari 100 rb. Gue juga berbelanja buku baru, Burlian-yang baru diterbitkan hari tersebut, Miiko jilid 21, dan Oeroeg. Gue sempat mikir lama di stand Etno book untuk Mansfield Park (Jane Austen), iya siy udah engga diplastikkin, agak cemong-cemong dikit, tapi pas gue buka, halaman dalamnya masih bagus dan mulus seperti buku baru. Beli ga ya? harganya 90-an..karena diskon lagi 20%, gue beli juga melengkapi koleksi Jane Austen gue. Yang menarik adalah di stand imported books, yang koleksinya bukunya banyak dengan harga bervariasi..mulai dari 15.000 hingga 115.000. novel-novel karangan Sidney Sheldon, Danielle Stelle, John Grisham, Sandra Brown komplit judulnya. Rata-rata harganya 40 ribu. Gue yang tak putus asa melototin setiap judul novel, akhirnya bertemu ”Phantom of Opera” dengan harga 25.000 ribu saja. Sementara Rahma sudah membeli buku yang sama tapi retold, harganya juga dua kali lipat, masih baru sih. Tangan gue ’emas’ banget ya..wkwkwkwk

Justru buku yang masuk list gue yaitu buku TOEFL malah engga gue beli. Dudul, lumayan padahal diskonnya. Kalau lihat buku cerita memang suka gitu, text book ataupun buku yang gue lebih butuh disampingkan.

Jam 5, ada peluncuran novel ”Burlian” by Tere Liye di panggung utama dengan dipandu oleh Ratih Sanggarwati. Gue udah semangat mau datang..eh tahunya, kursi penonton penuhhh..kursinya siy dikit..engga mungkin juga gue diri selama acara berlangsung, udah pegel. Yah dengan berat hati, tidak mengikuti acara peluncuran tersebut secara tuntas..Maap ya Bang..

abis itu pulang deh, capek-laper-bokek tapi terpuaskan dengan hasil hunting kali ini.


Sekarang janji puasa bukunya diperbaharui, saya Azia Azmi berjanji tidak akan beli buku baru sebelum pergantian tahun 2009. Doakan gue sanggup ya!!!

Thanks to Rahma :)...foto lo gue uplod deh ma..hehehe

Thursday, October 22, 2009

Moga Disayang Bunda

Moga Bunda Disayang Allah Moga Bunda Disayang Allah by Tere Liye


My rating: 5 of 5 stars
Apa yang kau rasakan ketika terjaga dari tidur mendapati keadaan sekitar hitam kelam dan sunyi? Tak ada cahaya. Dan tak ada suara. Panik? Takut? Jengkel? Sesak? Atau marah? Bagi Melati, gadis kecil berusia 6 tahun, dia telah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Sepanjang waktu yang dia jumpai hanya hitam, kosong dan sunyi. Hati ibu mana yang tak sedih melihat anak semata wayang mereka, buta, tuli, dan bisu.

Bunda tak putus-putusnya berdoa dan berusaha. Dokter-dokter ahli telah didatangkan dari ibukota dan luar negeri. Bukannya lebih baik, Melati menggigit jari salah seorang dokter nyaris putus. Melati memang tidak mudah untuk didekati. Ia tidak suka dipegang, karena ia bisa berang, meronta, dan mengamuk. Bunda tak putus-putusnya berdoa dan berusaha. Walau Melati mustahil untuk bisa mendengar atau melihat, Bunda berharap setidaknya Melati bisa mengenal Ayah, Bunda,dan Sang Pencipta. Bunda mempercayai firman-Nya : dibalik setiap kesulitan terdapat suatu kemudahan. 3 tahun telah berlalu, Bunda sabar menunggu datang keajaiban untuk putri kecil. Ia telah sampai pada titik asa.