Pages

Friday, November 1, 2013

Kupu - Kupu Fort de Kock


Judul : Kupu - Kupu Fort De Kock

Penulis : Maya Lestari GF

Penerbit : Koekoesan

Tahun Terbit : 2013

Pesilat di lahir mencari kawan, di bathin mencari Tuhan.

Pertempuran anggota Tiga Perguruan dengan kawanan Singo Balang di Jembatan Siti Nurbaya berhasil membunuh Singo Balang ke alam kubur. Keberhasilan ini membuat lega dunia persilatan. Orang jahat dari yang terjahat telah mereka basmi. Singo Balang tersohor dengan kekejamannya. Singo Balang mengambil jiwa, inti kehidupan anak buahnya dan menjadikan mereka layaknya Zombie. Tinggal membereskan anak buahnya yang tercerai berai. Kekuatan mereka sudah melemah tanpa pemimpin mereka.  Namun, tiga perguruan tak mengira perjuangan mereka belum lah menemui titik akhir. Ada seseorang yang melancarkan serangan balasan. Siapakah dia ?

Limpapeh melakukan interogasi pada Malam, perempuan tua yang pernah menjadi komplotan Singo Balang. Malam diselamatkan dari penyerbuan ke Ampa, markas Singo Balang yang terletak jauh di bawah Lubang Jepang. Dari keterangan Malam terbuka lah informasi bahwa Singo Balang mempunyai anak. Kemungkinan anak tersebut yang menuntut balas dendam. Informasi yang lebih mengejutkan lagi, Ibu anak Singo Balang adalah anggota dari Tiga Perguruan. Apakah ada pengkhianat di antara mereka? Limpapeh menyusun strategi untuk menangkap anak dari Singo Balang. Kejahatan Singo Balang jangan sampai dihidupkan kembali oleh darah dagingnya.

Singo Balang menguasai silat sama pandainya dengan guru-guru di Tiga Perguruan. Keahliannya digunakan untuk kejahatan. Ia bisa menghisap intisari kehidupan manusia dan menjadikan orang tersebut kaki tangannya. Membunuh, jual beli narkotika, merusak generasi penerus bangsa. Kekuatan anak buahnya ada di diri Singo Balang. Jika Singo Balang mati, mereka pun musnah. Seharusnya begitu. Situasi berubah dengan adanya anak Singo Balang. Tanda-tanda kehadiran anak buah Singo Balang diketahui melalui rajah melati di lengannya. Uniknya anak Singo Balang tidak terdeteksi oleh Limpapeh. Kenapa bisa sampai luput?

Di luar dunia persilatan, Limpapeh menjelma gadis biasa yang bernama Shaira.  Kekuatannya tidak diketahui orang awam. Limpapeh memutuskan memulai pencarian anak Singo Balang dari Bukittinggi. Jika siang hari, ia berbaur dengan turis lokal di Pasar Ateh, Bukittinggi. Saat malam, ia melacak jejak ke dalam Lubang Jepang. Dalam pencariannya Shaira bertemu dengan Arun, lantas mereka berdua jatuh cinta. 

Bagaimana akhir pencarian Limpapeh Gunuang Singgalang ? 

Saya jarang membaca genre fiksi silat. Kupu-kupu Fort de Kock ini mengingatkan kembali dengan cerita-cerita silat yang saya baca waktu kecil karya Bastian Tito. Dengan adanya beberapa karakter perempuan yang jago silat memberikan pandangan lain perempuan pun bisa menjadi bersilat setangkas laki-laki. Penulis tidak hanya lihai menuliskan pertempuran yang detail tetapi juga membahas filosofi-filosofi silat khususnya silek Minangkabau. Di antaranya yaitu silek lintau, silek sitalarak,silek kumango, silek harimau dan lain-lain.


"Bagaimanapun, silat bukan untuk dipamerkan, ia hanya alat untuk menegakkan kebenaran". 

No comments:

Post a Comment

Thank your for leaving comment. :)