Pages

Showing posts with label sastra amerika latin. Show all posts
Showing posts with label sastra amerika latin. Show all posts

Wednesday, August 3, 2016

Monster Kepala Seribu



Judul : Monster Kepala Seribu
Penulis : Laura Santullo
Penerjemah : Ratna Dyah Wulandari
Penerbit : Marjin Kiri
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 148


Hal yang wajar jika seseorang akan berusaha sedemikian rupa demi orang yang ia cintai apalagi menyangkut hidup dan mati. Sonia Bonet hampir putus asa melihat suaminya terbaring sakit melawan kanker ganas. Pengobatan suaminya ditolak oleh perusahaan asuransi Alta Saud. Asuransi berkilah pengobatan tersebut masih eksperimental, berbiaya tinggi dengan tingkat keberhasilan yang rendah. Premi yang dibayarkan selama lima belas tahun serasa tidak berarti apa-apa. Sonia telah menempuh cara-cara formal dan bersabar dengan birokrasi yang berbelit-belit. Ia paham harus berbuat sesuatu demi kesembuhan suaminya Memo.

Pertama Sonia bersama Dario, anak laki-lakinya, mendatangi dokter perusahaan asuransi. Sonia disuruh menunggu cukup lama. Ia tidak bisa menemui dokter dan disuruh datang kembali yang artinya butuh waktu dua hari. Sonia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Sonia mengikuti dokter sampai ke rumahnya Ia meminta dokter membaca kembali berkas-berkas medis suaminya. Dokter menolak permintaan Sonia. Sepucuk pistol dikeluarkan dari tas Sonia. Ancaman tersebut berhasil membuat dokter membaca berkas-berkas Memo. Ia menjelaskan tidak mempunyai wewenang untuk menyetujui pengobatan. Mereka harus menemui direktur perusahaan asuransi. Sebelum meninggalkan rumah dokter, mereka mengikat dokter dan istrinya.

Ruang sauna klub eksekutif terkejut dengan munculnya Sonia Bonet. Sonia mencari dua orang, Nicholas Pietro dan Sandolvan, direktur dari Alta Salud. Keduanya keluar di bawah todongan pistol. Tanpa sengaja pistol meletus mengenai kaki Nicholas. Sonia sedikit shock tapi bisa menguasai diri. Sonia Bonet meninggalkan klub bersama Sandolvan. Mereka berputar-putar di kota layaknya orang bepergian normal. Orang-orang yang bertemu dengan mereka di pom bensin, tempat pencucian mobil tidak menyadari jika ada yang salah. Hanya penampilan Sandolvan yang mencolok mata karena tidak memakai kemeja dibalik jasnya. Sonia tidak memiliki rencana yang lebih jauh dari awalnya hanya meminta tanda tangan dokter.

Sonia dan Sandolvan mendatangi rumah notaris untuk membuat perjanjian bahwa Alta Salud akan menanggung berapa pun biaya pengobatan Memo. Notaris tidak bisa mensahkan perjanjian tanpa tanda tangan dari pemegang saham, Nyonya Morgan. Mereka meninggalkan rumah notaris dan mengamankan penghuni terlebih dahulu. Sonia berpikir tinggal sedikit lagi tujuannya tercapai. Suaminya akan sembuh dan mereka kembali seperti dulu sebelum kanker datang. Jika saja tanda tangan Nyonya Morgan lebih dahulu dibubuhkan daripada kedatangan polisi mungkin drama penyanderaan tidak terjadi. Sonia menyorongkan pistol ke kepala Nyonya Morgan. Di tengah-tengah drama, Sonia diberitahukan suaminya telah meninggal dunia. Mereka membunuhnya, mereka membunuhnya. Sonia menahan kemarahannya. Duka menggulung Sonia dari dalam. Semua yang telah dilakukan sudah tidak ada artinya lagi. Nyonya Morgan pun bersimpati pada perempuan asing yang mengancamnya.

Monster Kepala Seribu diceritakan dari sudut pandang dari masing-masing karakter. Kisah yang mengharukan dan menegangkan dari perjuangan seorang istri sekaligus kritik pedas buat perusahaan asuransi. Sonia Bonet menyadari tindakannya sudah melanggar hukum. Prosedur formal dan berkas lengkap sudah ada tetapi Alta Salud tidak mencairkan polis karena akan menghabiskan banyak uang yang tentu saja mengurangi keuntungan perusahaan. Perusahaan asuransi merupakan perusahaan komersial yang tujuan utama mendapatkan laba, beda halnya jika asuransi adalah organisasi non profit. Kisah Sonia Bonet ini mengundang simpati dari media dan masyarakat. Atas nama kemanusiaan, siapa yang rela melihat keluarganya menderita.
  

Alta Salud adalah monster kepala seribu yang tidak punya otak, di dalamnya tak seorang pun memikirkan para pasien atau kesehatan mereka, kehidupan mereka  dan juga kematian mereka.

Monday, April 4, 2016

The Brief Wondrous Life of Oscar Wao



Judul : The Brief Wondrous Life of Oscar Wao
Penulis : Junot Dรญaz
Penerbit : Faber and Faber
Tahun Terbit : 2007
Jumlah Halaman : 335


"It was like being at the bottom of an ocean, she said. There was no light and a whole ocean crushing down on you. But most people had gotten so used to it they thought it normal, they forgot even that there was a world above." 


Masa-masa remaja bisa menjadi masa yang tidak menyenangkan bagi Oscar De Leon. Oscar tinggal dengan Ibu dan kakak perempuannya, Lola di New Jersey. Kutubuku dan kelebihan berat badan membuat Oscar tersisihkan dari pergaulan. Oscar penggemar berat science fiction dan novel-novel fantasi dan tidak menyukai kegiatan di luar rumah. Oscar hanya memiliki dua teman yang juga tidak begitu dekat. Ia bercita-cita menjadi penulis seperti J.R.R Tolkien. Pengalamannya berkencan dengan perempuan pun bisa dibilang nol besar. Oscar seakan menyalahi kelaziman pria Dominika yang seperti Don Juan, mudah berkencan dengan wanita. 

Berbeda dengan Oscar, Lola lebih mudah bergaul dan termasuk gadis yang populer. Perawakannya tinggi langsing dan berkulit eksotis mengundang perhatian laki-laki Sedari kecil Lola sudah mengurus rumah dan Oscar karena ibunya bekerja 3 shift. Hubungan Ibu dan anak sulungnya mengalami pasang surut. Walaupun ibunya terkena kanker, mereka kerap bertengkar bahkan sampai berkelahi. Puncaknya Lola sempat melarikan diri dari rumah. Lola menjadi tempat curahan hati Oscar terutama soal perempuan. Ia amat menyayangi Oscar dan mengkhawatirkan sikap impulsif adiknya.

Ketika memasuki universitas, Oscar mempunyai teman sekamar bernama Yunior yang mendorong Oscar berubah dan berolahraga. Usahanya hanya berhasil menggerakkan Oscar dalam beberapa kali kesempatan saja. Oscar keburu menyerah dan pesimis nasibnya akan berubah. Kembali ke soal perempuan, Oscar jatuh cinta dengan Jenni Munoz. Sayangnya Jenni sudah memiliki pacar. Ketika memergoki Jenni sedang bermesraan dengan pacarnya, emosi Oscar tak terkontrol dan menyerang mereka berdua. Oscar pun dianggap psycho dan semakin dijauhi perempuan.

Latar belakang keluarga Oscar yang berasal dari Dominika tidak terlepas dari kepercayaan adanya fuku atau kutukan yang mengalir turun temurun dalam keluarga mereka. Oscar dan Lola merupakan generasi kedua yang lahir dan besar di Patterson, New Jersey. Ibu mereka, Hypatรญa Belicia Cabral, yang dipanggil Beli, datang ke Amerika untuk menyelamatkan diri dari kejaran orang-orang suruhan keluarga Trujilo. Beli dibesarkan oleh adik sepupu ayahnya, La Inca. Semasa hidupnya ayah Beli cukup dikenal sebagai dokter yang terpandang. Namun ia mendapat masalah besar dengan Trujilo. Properti dan reputasinya habis demi melindungi anak perempuan cantiknya. Beli adalah anak ketiga dan terakhir yang tidak mengenal kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya yang meninggal secara misterius. Beli sempat hidup di daerah miskin hingga La Inca berhasil menemukannya. Beli menjalin hubungan dengan pria yang jauh lebih tua yang disebut The Gangster.  Ia terbuai oleh janji-janji pernikahan suci dan rumah bagus untuk masa depan mereka. Beli tidak mengetahui kekasihnya sudah menikah. Masalah yang lebih serius lagi istri dari kekasihnya adalah saudara perempuan Trujillo. Beli diculik dan disiksa habis-habisan sampai janin yang dikandungnya gugur. Ia pun masih tidak aman di rumah setelah berhasil lolos dari tempat penyekapan. Akhirnya jalan keluarnya adalah La Inca mengirimnya ke New York.

Membaca karya-karya penulis berdarah Dominika saya menjadi akrab dengan nama Trujilo, presiden yang memerintah Dominika selama 30 tahun. Masa pemerintahan dari Trujilo dikenal sebagai salah satu periode berdarah di Amerika Selatan. Agen-agen rahasianya menangkap dan menghabisi orang-orang yang bertentangan dengan El Jefe, panggilan lain dari Trujilo. Ia bertanggung jawab atas genosida orang-orang Haiti di Dominika pada tahun 1937. Selain dikenal kejam, Trujilo juga dikenal pria hidung belang. Trujilo meminta perempuan mana saja yang ia sukai tanpa peduli apakah perempuan tersebut istri atau anak perempuan dari anak buahnya. Penulis menggambarkan Trujilo sebagai bentuk nyata tokoh jahat Sauron dari trilogi Lord of The Rings. Pengaruh Trujilo masih meninggalkan trauma di Dominika bahkan setelah ia meninggal dunia.

Kisah hidup Oscar mengundang simpati sekaligus geregetan. Di balik sosok kegalauannya dan haus kasih sayang dari perempuan, Oscar adalah sosok yang lembut dan sensitif. Body shaming yang ia terima dari lingkungan sekolah dan kuliah mengecilkan semangatnya untuk berubah. Sekalinya Oscar berhasil mendapatkan ciuman pertama, ia hampir mati karena dihajar kekasih perempuan tersebut. Salah-salah jatuh cinta juga bisa mengundang malaikat pencabut nyawa.

Yang saya suka dari Junot Diaz adalah gaya menulisnya yang tidak monoton. Ia bisa menyamarkan keironisan dan ketragisan cerita dalam metafora yang mengundang tawa. Catatan kaki yang berkaitan dengan Dominika cukup panjang yang secara tidak langsung membuat pembaca belajar sejarah Dominika. Dalam novel ini banyak terselip bahasa Spanyol yang tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.