Pages

Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Monday, August 29, 2016

[Bookshop Trip] Hunting Buku di Chowrasta Market


Pertama mengetahui info pedagang buku di Chowrasta Market dari booklet pariwisata Penang yang saya dapatkan dua tahun lalu. Chowrasta Market merupakan pasar tradisional di George Town yang berdiri dari tahun 1800an.  Bangunan dua lantai ini terdiri dari lantai bawah untuk pasar “basah”, bahan makanan dan oleh-oleh makanan khas Penang, dan lantai atas untuk toko baju, sepatu, dan buku.  Jarak ke Chowrasta tidak terlalu jauh dari halte bus. Sepintas saya jadi teringat dengan pasar tradisional di Jakarta. Saya langsung naik ke lantai dua melalui tangga samping. Saya bisa melihat toko buku dari kejauhan walaupun posisinya berada di ujung. Pasar ini sedang dalam proses renovasi. Banyak kios yang kosong atau sedang diperbaiki. Toko buku di Pasar Chowrasta relatif lebih sepi dari turis. 

 Toko Buku @ Chowrasta Market, Penang

Saya memasuki salah satu toko buku bekas yang rupanya adalah toko buku yang diulas booklet pariwisata yang saya punya. Koleksi bukunya diatur berdasarkan genre dan penulis. Sebagian besar buku-bukunya adalah second hand tetapi ada juga yang masih baru. Untuk kategori buku bekas pun menurut saya kondisi bukunya masih bagus. Pandangan saya terpaut dengan novel George Orwell 1984 dan Animal Farm. Sayangnya saya sudah baca dan punya judul tersebut dan tidak ada judul lainnya dari George Orwell. Pakcik mulai menyodorkan buku-bukunya yang menurutnya sesuai dengan selera saya, yang beberapa di antaranya sudah saya baca atau sudah punya bukunya. Ia menunjukkan tumpukan buku sastra. Koleksi novel Haruki Murakami yang masih baru pun menggoda saya. 

 Susah menyembunyikan senyum bahagia

Saya ditanya suka buku seperti apa. Di hadapan tumpukan buku malah bingung menjawabnya karena saya lebih suka mengeksplore dan membaca judul-judul buku sendiri. “Literature”, jawab saya. Pakcik menyuruh saya mengikutinya. Saya melewati beberapa toko buku bekas lainnya. Jumlah pedagang buku di Chowrasta Market tidak terlalu banyak tetapi koleksi mereka dari lantai sampai langit-langit. Pakcik membuka rolling door sebuah kios dan menghidupkan lampu. “Silahkan tengok pelan-pelan. Ini dari atas sampai bawah, classic literature”, ujarnya sambil meninggalkan saya sendirian. Wooow! Novel-novel sastra klasik dari berbagai penulis dan edisi disusun berlapis dua. Rasanya sih ingin borong semua. Hahaha. Dari buku-buku sebelumnya, kondisi buku sastra klasiknya lebih jadul dan berdebu tapi masih layak dibaca. Dengan menimbang faktor budget dan judul yang jarang saya temui di toko buku Jakarta, akhirnya saya mengambil novel Virginia Woolf dan E.M Foster. 

 Classic Literature Section

Biarpun cuaca Penang memang panas dan gerah di siang hari, jangan takut kegerahan di dalam pasar. Kipas angin di toko buku distel kencang cukup memberikan kesejukan. Saya kembali ke toko buku Pakcik yang pertama tadi. Rekan travelling saya menunggu disana, ia pun ikut memilih buku. Belanjaan awal saya tadinya adalah lima novel dari Arundhati Roy, Isabel Allende, Agatha Christie, Virginia Woolf dan E.M Foster. Harga novel dibuka kisaran 15-20 Ringgit, jika dikonversi ke rupiah sekitar 50-60ribuan. Murah atau mahalnya jika dibandingkan dengan hunting buku di Indonesia sih relatif ya menurut saya. Dari proses tawar menawar sudah sepakat lima novel tersebut 65 ringgit. Saya baru ngeh dengan judul-judul Agatha Christie yang tidak familiar bagi saya adalah novel Agatha Christie dengan nama pena Mary Wesmacott. Aaak kenapa baru nyadar belakangan. Jadi lah buku yang sudah dibungkus saya keluarkan lagi dan menghitung ulang belanjaan saya.

 Akhirnya beli novel Mary Wesmacott a.k.a Agatha Christie 

Overall, saya happy memperoleh buku-buku yang sudah lama di wishlist saya. Karena keterbatasan waktu saya tidak mampir-mampir lagi ke toko buku lainnya.

 Penampakan Chowrasta Market dari luar

Friday, June 5, 2015

[Library Visit] Library@Orchad


Rasanya belum afdol ke Singapura jika belum menginjak Orchad Road. Pusat perbelanjaan di jalan ini cukup terkenal bagi orang Indonesia yang sedang berlibur ke negeri tetangga. Setelah lelah berjalan di Gardens By The Bays, saya memutuskan ke Orchad Getaway. Sebenarnya mall tidak termasuk dalam daftar kunjungan saya di Singapura. Masak ketemu mall lagi mall lagi. Tujuan utama ke Orchad Getaway bukan shopping tapi mengunjungi Library @Orchad.

Sebelumnya saya memang browsing dulu mengenai perpustakaan yang bisa dikunjungi. Dari situs national board library terdapat daftar perpustakaan umum di Singapura yang bisa dikunjungi. Saya pun tertarik dengan Library@Orchad yang menurut saya cukup unik berdasarkan foto-fotonya di internet. 

 Pintu masuk Library@Orchad

Library@Orchad adalah perpustakaan umum di bawah National Library Board of Singapore. Library@orchad terdapat di lantai 3 dan 4 Orchad Getaway. Jika menggunakan MRT bisa turun di halte Somerset dan berjalan keluar ke arah Orchad Getaway. Koleksi buku lantai 3 Library@Orchad adalah fiksi dan majalah. Tak jauh dari pintu masuk Library@Orchad terdapat dinding majalah yang memajang berbagai judul majalah. Jika ingin membaca majalah, pengunjung tinggal membuka kotak majalah yang diinginkan.

 Wall of magazines

Saya mengalihkan pandangan ke rak-rak buku fiksi. Desain rak bukunya minimalis.  Buku-buku tersusun rapi dan bersih dari debu. Saya berjalan menelusuri rak-raknya pelan-pelan. Genre koleksi bukunya amat beragam. Dari young adult, fantasi, misteri, thriller, detektif, romance, sci-fi, hingga sastra dunia pemenang nobel sastra ada. Aaaaak. Saya iri dengan anggota perpustakaan Library@Orchad. Mau banget pinjam bukunya! Selain buku berbahasa inggris, Library@Orchad mempunyai koleksi dalam bahasa Mandarin, Hindi, dan Melayu. Iseng-iseng saya mencari buku Indonesia dan menemukan beberapa buku yang akrab di mata saya semisal Entroknya Okky Madasari, seri Hunger Games terbitan Gramedia.


 Ada buku favoritmu disini? ;)

 For Agatha Christie's Fans

Wah ada juga ya buku Indonesia, pikir saya.

Library@Orchad pertama kali dibuka pada tahun 1999. Dalam perjalanannya sempat ditutup tahun 2007 dan kembali dibuka di tahun 2014. Library@Orchad menerapkan konsep boutique library. Tidak mengherankan jika perpustakaan ini memuaskan ekspektasi saya sebagai pembaca dan pencinta perpustakaan karena konsep, desain dan koleksi Library@Orchad sendiri berdasarkan feedback pembaca dari National Reading Survey. Pendekatan yang dilakukan berhasil menyedot pengunjung sekitar 1,4 juta setiap tahunnya.

Awesome!

Sebagian besar pengunjung Library@Orchad adalah anak-anak muda. Di bagian tengah perpustakaan terlihat pengunjung yang serius dengan laptop mereka. Saya mengambil buku Bookshelf - Alex Johnson dan membacanya di tempat duduk yang disediakan. Suasananya nyaman dan tenang untuk berlama-lama di perpustakaan. 

 Koleksi non fiksi Library@Orchad

Saya beranjak ke lantai 4. Sebenarnya ada tangga penghubung antara lantai 3 dan lantai 4 di dalam Library@Orchad. Sayang tangga tersebut dalam perbaikan sehingga untuk ke lantai 4 mau tak mau melalui eskalator publik mall. Lantai 4 dikhususkan untuk drop buku dan koleksi buku non fiksi. Koleksi buku non fiksi Library@Orchad juga menggiurkan. 


Sayang saya tidak bisa berlama-lama tapi kunjungan singkat ini memberikan kesan mendalam.


 Yes! Library is for everyone.

Sumber bacaan :

 Koleksi foto-foto Library@Orchad bisa dilihat di akun instagram @bacabukuku. ^^ *promosi

Postingan ini untuk memenuhi personal project :

 
Library@orchard returns with a chic look and a collection focused on design - See more at: http://www.straitstimes.com/lifestyle/books/story/libraryorchard-returns-chic-look-and-collection-focused-design-20141023#sthash.tu9xASHq.dpuf
Library@orchard returns with a chic look and a collection focused on design - See more at: http://www.straitstimes.com/lifestyle/books/story/libraryorchard-returns-chic-look-and-collection-focused-design-20141023#sthash.tu9xASHq.dpuf

Thursday, December 4, 2014

[Bookshop Trip] Books Actually



Hawa sejuk langsung menghampiri saat melangkah keluar dari stasiun MRT Tiong Bahru. Langit Singapura terlihat mendung. Saya keluarkan petunjuk menuju salah satu toko buku tercantik di dunia, Books Actually. Daerah Tiong Bahru dipenuhi dengan apartemen-apartemen. Suasana pemukiman yang tenang dan jauh dari keriuhan kota. Sekitar 10 menit kemudian saya tiba di Yong Kian Street.  Dari kejauhan saya sudah mengenali Books Actually dari gambar Penguinnya. Yong Kian Street tidak terlalu besar. Selain Books Actually, ada kafe dan kedai kopi yang sedang ngehits menjadi tempat nongkrong anak muda Singapura.


 Books Actually,
9 Yong Siak St, Singapore 168645
Website : Books Actually


Saya langsung terkesima ketika membuka pintu Books Actually. Suasananya nyaman.  Buku-bukunya disusun rapi. Dekorasinya tidak membosankan. Potongan puisi digantung. Kamera dan mesin tik antik turut mempercantik Books Actually. Spacenya tidak terlalu besar. Memang terkesan penuh tapi artistik. Ceret air pun terlihat indah ditaruh di atas buku.


  lovely bookshop

Puisi yang dipajang di atas langit-langit

Tidak hanya buku tapi stationerynya juga unik-unik. Ada pensil author yang mengambil nama penulis seperti Jack Kerouac. Ada postcard yang bergambar drama. Ada tote bag Jane Eyre.

“One day I will find the right words, and they will be simple” – Jack Kerouac

literature postcard 

Ada ruangan lagi di balik meja kasir yang dinamakan Gift Idea. Isinya bermacam-macam barang vintage seperti perlengkapan makan, termos, foto-foto jadul, kaset dan lain-lain. Ini mirip barang-barang di rumah nenek deh, pikir saya.


gift idea's room

Pengunjung dipersilahkan untuk mengeksplore Books Actually. Saya lihat penjaganya sibuk di bagian meja kasir. Walaupun tidak membeli apa-apa, setiap pengunjung yang meninggalkan toko diucapkan “thank you” oleh penjaganya. 


 Tebak saya sedang membuka buku apa ? ;)


Saya tidak bisa berlama-lama karena harus mengejar itinerary yang lain bersama dua sahabat saya. Belum puas melihat-lihat sebenarnya. Hihihi. Semoga saya bisa kembali ke Books Actually lagi ya. Foto-foto lainnya bisa dilihat di akun instagram saya, [at]zhya_azmee. :)