Pages

Monday, January 30, 2012

A Change in Altitude

A Change in AltitudeA Change in Altitude by Anita Shreve


My rating: 3 of 5 stars


Margaret dan Patrick, pasangan muda yang tinggal di Nairobi,Kenya. Patrick ialah seorang dokter yang meneliti penyakit tropis dan membuka jasa klinik gratis bagi rakyat yang kurang mampu. Margaret tinggal di dekat rumah pasangan dari Inggris, Arthur dan Diana yang lebih lama tinggal di Nairobi. Sebuah rencana pendakian gunung Kenya digagas oleh Arthur dan Diana,mereka pun mengajak serta Patrick dan Margaret. Ada pasangan lainnya dari Belanda, Willem dan Saartje yang ikut juga. Tanpa disadari Margaret, Arthur mendekatinya. Sebelum pendakian,Arthur sempat memberikan perhatian yang lebih ke Margaret.

Ketika suatu malam di pendakian, tangan Arthur mengenggam tangannya Margaret hingga keesokan paginya tangan mereka saling menggengam. Patrick menanyakan apa yang terjadi antara istrinya dengan Arthur. Sementara Arthur bertengkar hebat dengan Diana. Perjalanan menuju puncak gunung Kenya dilanjutkan. Ketika memanjat glacier,Diana melepaskan ikatan tali pengamannnya dan tidak menghiraukan guide. Ia jatuh terhempas dan meninggal seketika. Walaupun kematian tersebut disebabkan oleh Diana sendiri,secara tak langsung anggota rombongan lain menganggap Margaret bertanggung jawab atas kematian Diana. Bahkan Patrick ikut menyalahkannya. Karena Margaret lah yang menyebabkan Diana emosi sehingga dia gegabah dan tidak menghiraukan guide. Sepeninggalan Diana, Arthur dan anak-anaknya kembali ke Inggris. Dan pasangan Belanda Willem & Saartje pulang ke negara asalnya.

Kecelakaan pendakian di Gunung Kenya juga berimbas ke pernikahan mereka. Patrick tenggelam dengan kesibukan di rumah sakit. 3 bulan berlalu,Margaret memutuskan untuk bekerja. Ia melamar ke surat kabar yang cukup fenomenal di Kenya. Ia diterima sebagai fotografer freelance. Sejak itu kesibukan Margaret terisi dengan mendampingi wartawan ke lapangan. Salah satu yang sering ia dampingi bernama Rafiq. Seorang keturunan pakistan yang merasa dirinya orang Afrika. Rafiq sangat concern dengan dunia pendidikan,baginya menjadi wartawan adalah cara untuk lebih mengerti kondisi negaranya. Kedekatan mereka di pekerjaan membawa keduanya dalam hubungan. Walaupun Margaret tidak pernah mencium,memeluk ataupun bertindak lebih jauh,secara hati Margaret telah mengkhianati Patrick. Ia kerap memikirkan partner kerjanya tersebut. Rafiq di deportasi dari Kenya berkaitan dengan pemberitaan pembantaian mahasiswa oleh pemerintah Kenya.

Hidup Margaret terus berlanjut di Nairobi. Kawan datang silih berganti. Kevin dan Everdene,pasangan ekspat yang baru datang dari Inggris. Kali ini Patrick mengajak sekali lagi untuk mendaki gunung Kenya. Bagi Margaret sebenarnya trauma dengan gunung Kenya. Dalam pendakian,Margaret berhenti sebentar di tempat jatuhnya Diana. Pada akhirnya yang berhasil mencapai puncak Gunung Kenya dari kelompok pendakian hanya Margaret seorang.

Gambaran Kenya yang saya dapat melalui mata ekspatriat seperti Margaret yaitu negara yang tidak aman,kriminalitas yang tinggi,pungli merajalela.Walaupun dibalik itu terdapat wajah-wajah Afrika yang mudah tertawa. Novel ini dibagi tiga bagian yang mempunyai konflik masing-masing tapi menurut saya,konflik-konfliknya berakhir menggantung. Tidak ada percik-percik dari konflik tersebut yang mengejutkan pembaca. Masalah Margaret-Arthur selesai ketika Arthur dan keluarganya kembali ke Inggris. Kisah cinta terpendam Margaret-Rafiq selesai setelah Rafiq dideportasi. Patrick pun sempat dicurigai oleh Margaret ada affair dengan koleganya,Elena tapi tidak dikembangkan lebih lanjut.

View all my reviews

Selimut Debu

Selimut DebuSelimut Debu by Agustinus Wibowo


My rating: 5 of 5 stars


Tragedi menara kembar World Trade Center 11 september 2011 membuat negara Afghanistan menjadi bulan-bulanan Amerika. Karena pemerintahan taliban melindungi pimpinan Al-Qaeda,most wanted person of the world-orang yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa WTC,Osama bin Laden. Sejak ribuan tahun lalu,Afghanistan tidak pernah sepi dari pertikaian dengan orang asing atau sesamanya sendiri.

Afghanistan yang terletak di asia tengah memiliki alam yang keras. Padang gersang dan berdebu. Entah apa yang ada di pikiran Agustinus Wibowo sehingga membulatkan tekadnya ke Afghanistan. Negara yang berbahaya,jangankan untuk orang asing bagi rakyatnya saja tidak aman. Setiap waktu mengintai ancaman perampokan,penculikan,ranjau darat, dan bom bunuh diri. Harga nyawa manusia disana lebih murah dibandingkan harga keledai.

Perjalanannya keliling Afghanistan ini mengulas kondisi Afghanistan dari kota besar seperti Kabul hingga pelosok-pelosok perbatasan Afghanistan. Mayoritas rakyat Afghanistan berasal dari etnis Pashtun. Disamping itu masih ada etnis minoritas lainnya seperti Tajik,Uzbek dan Hazara. Kesukuan sangat lekat dan satu sama lain saling mencurigai. Karena Agustinus memiliki ciri-ciri wajah yang mirip etnis Hazara,sehingga tak jarang mendapat diskriminasi karena dianggap orang Hazara.

Mungkin orang luar menganggap burqa sebagai sebuah 'penjara' bagi kaum perempuan. Sementara bagi perempuan Afghanistan terutama Pashtun,hal tersebut adalah budaya. Hingga etnis minoritas pun mau tak mau mengikuti memakai burqa karena taliban mewajibkannya. Mahar untuk perkawinan sangat mahal. Sehingga banyak yang memilih tidak menikah. Satu hal yang mengejutkan saya adalah budaya Pashtun yang menyukai berhubungan seks dengan bocah lelaki yang disebut Bachabazi. Astaghfirullah. Bagaimana mungkin perilaku seks menyimpang dianggap sebuah adat yang lumrah. Sekalipun sudah mempunyai istri kebiasaan 'play with boy' masih sukar ditinggalkan. Agustinus sendiri 'hampir' diperkosa oleh laki-laki.

Keberadaan lembaga donor internasional pasca jatuhnya Taliban menjamur di Afghanistan. Relawan asing yang datang bertujuan mulia untuk membantu Afghanistan bangkit dari keterpurukan sisa perang. Sayangnya dari sekian juta dollar,entah berapa yang benar-benar dirasakan manfaatnya bagi rakyat. Rakyat Afghanistan tetap miskin. Pekerjaan tak ada,harga kebutuhan mahal, krisis air bersih. Sementara ekspatriat digaji ribuan dollar,kompensasi yang dirasa tepat mengingat risiko mereka di Afghanistan. Jika untuk gaji staff dan security sudah habis sekian banyak,tinggal berapa sisa budget untuk program yang benar-benar ditujukan untuk rakyat Afghanistan?.

Hidup yang keras di Afghanistan membuat sebagian besar rakyatnya mencari negeri impian. Iran dan Pakistan,dua negara tetangga yang menampung pengungsian dari Afghanistan. Semakin banyak jumlah pengungsi membuat masalah baru bagi keduanya sehingga pasca jatuhnya pemerintahan Taliban, pengungsi Afghanistan dipulangkan ke kampung halaman mereka. Indonesia sendiri seringkali disinggahi oleh Immigran gelap Afghanistan yang menuju Australia.

Dari foto-foto yang diselipkan di tengah buku,perhatian saya terhenti di gambar kamera model kuno masih dipakai. Agustinus merekam kehidupan rakyat Afghanistan dari keramahan, kegetiran, ketakutan dan mimpi-mimpi mereka. Walaupun pengalamannya tak melulu beruntung,ditinggal pergi sopir truck, dirayu dokter hingga babak belur dipukul polisi. Agustinus benar ada satu sisi yang tak bisa ia masuki kecuali di daerah Wakhan yaitu sisi perempuan yang tertutup oleh Burqa. Cerita dari Lam Li cukup melengkapi bagian yang terasa 'bolong' bagi saya yaitu bagaimana kehidupan wanita Afghanistan di balik burqanya.

View all my reviews

Wednesday, January 18, 2012

Morality for Beautiful Girls

Morality for Beautiful Girls Morality for Beautiful Girls by Alexander McCall Smith


My rating: 3 of 5 stars


Satu-satunya kantor detektif wanita di Garabone,Botswana dikelola oleh Mma Ramotswe. Ia dibantu oleh asistennya yang cekatan,Mma Makutsi. Sebagian besar kasus yang ditangani adalah masalah domestik rumah tangga,,perselingkuhan. Semenjak Mma Ramotswe bertunangan dengan tuan J.L.B Matekoni,kantor detektifnya dipindahkan ke bengkel.

Bengkel itu sendiri dikenal dengan pelayanan yang memuaskan. Namun beberapa waktu terakhir,tuan J.L.B Matekoni tidak tampak mengurusnya dengan semangat. Mma Ramotswe meminta Mma Makutsi bertindak sebagai Manajer bengkel. Dua pekerja magang yang tadinya malas-malasan dituntut untuk bekerja keras. Dan dibawah pengelolaan Mma Makutsi pelayanan service di bengkel kembali menjadi kepercayaan pelanggan.

Seorang pejabat pemerintah mendatangi kantor detektif. Ia mencurigai istri adiknya. Sebagai kakak,ia khawatir wanita yg dinikahi adiknya menikah karena harta dan kedudukan keluarganya. Suatu hari adiknya keracunan makanan dan kuat dugaan istrinya meracuninya demi harta warisan. Mma Ramotswe menghabiskan beberapa hari di rumah peternakan keluarga pejabat. Mma pun mengalami keracunan sehabis santap siang. Awalnya ia menduga bahwa seseorang sengaja meracuninya karena keberadaannya di rumah itu. Ternyata semua keluarga yang ikut santap bersama mengalami mual-mual. Dengan kepiawaian Mma Ramotswe terbukalah siapa dalang dibalik racun,seseorang yang tak puas dengan pekerjaan.

Sementara itu Mma Makutsi mendapat kasus baru dari seorang pria promotor ratu kecantikan. Dengan bayaran 2000 pula (mata uang botswana),ia harus memeriksa latar belakang 4 finalis ratu kecantikan dalam 3 hari. Mma harus memastikan gadis-gadis tersebut memiliki integritas tidak terlibat catatan kriminal ataupun merupakan gadis nakal.

Sebagai penggemar kisah detektif,saya agak tersendat membacanya. Entah karena terjemahannya atau memang ceritanya membosankan. Corak kebudayaan Botswana cukup menghibur saya karena memang saya jarang membaca buku berlatar belakang Botswana.

View all my reviews

Monday, January 16, 2012

Dong Mu

Dong MuDong Mu by Jamal

My rating: 3 of 5 stars

Ada dua brita yg membuat saya menjadi tertarik mengambil buku ini dari tumpukan buku yang belum dibaca yaitu peristiwa mangkatnya presiden Korea Utara Kim Jong-il dan pembunuhan ilmuwan nuklir Iran. Tema dari novel 'Dong Mu' berkaitan dengan nuklir.

Nuklir selain bisa menjadi pembangkit tenaga listrik bisa digunakan untuk senjata pemusnah. Sejarah mencatat bagaimana buruknya pemboman Nagasaki & Hiroshima oleh Amerika Serikat. International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai badan internasional memantau setiap reaktor-reaktor nuklir di dunia. Herman bekerja di IAEA sebagai nuclear safeguards inspector. Tugas utamanya sebagai 'watch dog' reaktor-reaktor nuklir di dunia. Namun seperti badan-badan PBB lainnya sulit sekali menghilangkan pengaruh Negara adikuasa, Amerika Serikat. Jika ada Negara yang melakukan penggayaan Uranium yang lebih jauh dari sekadar pembangkit listrik seperti Iran dan Korea Utara, Ia akan meradang sekalipun ada pengecualian dalam kasus nuklir Israel yang dibiarkan bebas sekehendak hatinya. Korea Utara memiliki masalah dengan supply uranium. Dahulu sewaktu perang dingin karena kesamaan ideologi, Korea Utara didukung oleh Uni Soviet dan China. Uni Soviet bubar sementara China lebih mementingkan kepentingan domestik mereka.

5 Juli 2006, Korea Utara menguji coba tujuh rudal nuklirnya yang jatuh di perairan Jepang. Tindakan Korut memicu ketegangan dengan negara-negara tetangga, Korea Selatan dan Jepang. Herman ditugaskan untuk ke semenanjung Korea. Sebenarnya Herman sudah pernah diusir dari Pyongyang,jadi kedatangannya sudah diperkirakan akan sia-sia saja. Namun ketika di Seoul Herman terlibat dengan urusan intelijen Korut-Korsel-Amrik.

Kim Song Gi dan pasukannya menculik Robert Campbell, agen CIA, mengawasi transaksi illegal perdagangan uranium dan meminta tebusan 50 kg uranium. Pangkalan Amerika Serikat di Yongsan,Seoul membentuk tim penyelamatan Robert Campbell. Anehnya,nama Herman disebut oleh Kim Song Gi diperintahkan sebagai mediator. Kim Song Gi yang merupakan intelijen korea utara terkenal dengan kelicinannya dalam perdagangan uranium illegal di daerah Asia Timur. Tentu saja melenceng jauh yang dari ditugaskan kantor pusat IAEA. Walaupun bukan tugas utamanya, Herman bersama sahabatnya Prof Rukayadi ikut serta dalam tim penyelamatan Robert Campbell bersama kapten Park dan Kang Jin Sob. Pelarian Robert Campbell dibantu oleh Koh Chol Hoyn,ahli nuklir Korea Utara yang sejak lama ingin keluar dari Korea Utara.

Novel ini memberikan informasi yang menarik seputar nuklir. Dari segi cerita, saya kecewa karena novel ini tidak sesuai ekspektasi saya. Rasanya janggal saja alur ceritanya berubah. Contohnya penyelamatan Robert Campbell yang merupakan agen CIA, hubungan antara Herman dan Robert Campbell tidak begitu dekat tetapi Herman ikut repot menyelamatkan Robert. Sementara dimana CIA? Masa dia membiarkan agennya dipancung musuh. Tugas utama Herman untuk mendatangi reaktor nuklir Korut tidak disinggung-singgung lagi. Apa Herman tidak dimarahi atasannya? Aneh saja kantor IAEA tidak menegur tindakan Herman. Lalu di ujung cerita ada bumbu-bumbu kisah cinta dr Linda dengan prof Rukayadi, yang menurut saya agak maksa. Saya tidak mendapatkan feelnya jika memang novel ini ingin menghadirkan kisah spionase.
View all my reviews

I Shall Not Hate

I Shall Not HateI Shall Not Hate by Izzeldin Abuelaish


My rating: 5 of 5 stars


"Sebagian besar negara di dunia telah mendengar tentang jalur gaza. Namun hanya sedikit yang tahu bagaimana rasanya tinggal disini,diblokir dan dibuat miskin,tahun demi tahun,dekade demi dekade,menyaksikan betapa janji2 dilanggar dan betapa kesempatan pun hilang" - Izzeldin Abuelaish

Jalur Gaza sepenuhnya dikendalikan oleh Israel-udara, air, tanah, laut. Ada tiga perbatasan sebagai jalur keluar masuk Gaza; Erez di sebelah barat, Karni di sebelah timur, dan Rafah di sebelah selatan yang berdekatan dengan Mesir. Semuanya dijaga ketat oleh Israel. Hanya ada 3 alasan untuk melintasi perbatasan : bekerja, belajar, atau membutuhkan perawatan medis. Untuk melewati perbatasan mau tak mau harus bersabar dengan belitan birokrasi Israel dan terkadang harus diinterogasi berjam-jam.

Izzeldin lahir dan besar di kamp pengungsian Jabalia. Keluarga Izzeldin berasal dari desa Houg,yang kini menjadi lahan pertanian milik Ariel Sharon. Kenangan akan kampung halamannya sebatas cerita dari kisah-kisah orang tua. Namun ia tidak terlena dengan nostalgia dan kemarahan kakeknya bahwa suatu saat akan kembali ke tanah mereka. Izzeldin mengalihkannya untuk belajar dan bertahan hidup. Keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi, ia gigih mencari cara untuk membantu menambah penghasilan keluarganya. Sekalipun sering bekerja, Izzeldin anak yang berprestasi. "Aku masih ingat saat aku mendekap erat-erat bukuku bagaikan induk kucing mencengkeram anak-anaknya yang baru lahir. melindungi barangku yang paling berharga dengan nyawaku, meskipun kekacauan dan kerusakan terus terjadi di sekelilingku". Ia berjuang dengan jalannya sendiri melalui pendidikan yang mengantarkan menjadi dokter.

Izzeldin mendapat beasiswa pemerintah Mesir. Ia bekerja di rumah sakit Israel dan menjadi dokter palestina pertama di rumah sakit tersebut. Izzeldin meraih spesialisasi dalam bidang obstetri dan ginekologi. Bagi Izzeldin, tidak semua orang Israel adalah penjajah dan orang Israel tidak ada bedanya dengan orang Palestina. Saat usianya 15 tahun, Izzeldin bekerja di keluarga Israel di dekat kota Ashqelon. Pengalaman yang memberikan kesan mendalam,karena keluarga Israel tersebut memperlakukannya dengan adil dan bersikap baik. Kolega-koleganya di rumah sakit pun sangat menghargainya.

Tahun 2008, Izzeldin kehilangan istri tercinta yang mendadak meninggal karena leukemia akut. Sungguh tidak mudah bagi Izzeldin dengan bekerja seminggu di Israel dan meninggalkan delapan anaknya di rumah. Awal Januari 2009, tank-tank Israel memasuki Gaza. Roket-roket primitif yang dilontarkan ke wilayah Israel dijawab dengan serangan darat yang serius. Serangan tersebut berlangsung selama 23 hari tanpa ampun. Salah satu tank Israel berada didepan rumah Izzeldin. Dengan ponsel Izzeldin bisa berkomunikasi dengan Shlomi Eldar dan melakukan wawancara yang disiarkan radio Israel. Tank sempat ditarik dari depan rumahnya. Tidak lama setelah itu,pasukan Israel melemparkan bom dan menewaskan seketika 3 anak gadisnya: bessan,mayar, aya dan noor,kemenakannya. Saya tidak bisa membayangkan peristiwa keji tersebut. Walaupun dokter Izzeldin menuliskan secara rinci keadaan mereka rasanya sulit menerima tiga anak gadisnya yang cantik-cantik (bisa dilihat di cover depan) hancur lebur dengan tubuh yang terpisah-pisah oleh bom pasukan Israel. Ayah mana yang tidak merasakan kehilangan dan duka mendalam ketika anak-anak tak berdosa ikut menjadi korban. Namun tiada dendam dan benci di hati dokter Izzeldin. Balas dendam tidak akan bisa mengembalikan putri-putrinya. Kebencian adalah penyakit yang mencegah penyembuhan dan perdamaian.

Tanpa disulut dengan isu-isu agama,apa yang terjadi disana menyentuh hati siapa saja yang masih menyebut dirinya manusia. Kisah hidup Izzeldin dipaparkan dengan apa adanya,keterbatasan seorang palestina yang tidak bisa menikmati hidup seperti manusia lain yang bebas dan merdeka. Tembok pemisah hanya membuat orang Palestina semakin terpuruk dan orang Israel semakin paranoid. Ia menyadarkan publik Israel yang semulanya mendukung penuh serangan yang menewaskan putri-putrinya dan memberikan pengertian apa yang sbenarnya yang terjadi di Gaza.

View all my reviews

Thursday, January 12, 2012

99 Cahaya di Langit Eropa

99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa by Hanum Salsabiela Rais


My rating: 3 of 5 stars


Kota-kota di Eropa memang terkenal dengan berbagai objek wisata yang menarik. Siapa yang tak kenal dengan menara eiffel,museum louvre,notre dame,barcelona,dan lainnya. Namun yang berbeda dari buku ini,Hanum memaknai perjalanan dengan menelusuri kembali jejak-jejak peradaban islam di eropa. Di tengah-tengah masyarakat eropa yang atheis, sekuler dan apatis, menjadi seseorang yang memiliki iman adalah sebuah keanehan. Rangga misalnya sulit untuk mendapatkan ijin sholat jumat yang bertepatan dengan jadwal mengajarnya. Sholat pun tidak diijinkan di ruangan pribadi. Pertemanan dengan Fatma, imigran Turki,lebih dari sekadar teman belajar bahasa Jerman. Bersama Fatma, Hanum melakukan wisata museum di Wina yang ternyata membuka wawasannya terhadap Islam. Wina pernah dikepung oleh pasukan Turki yang dipimpin Kara Mustafa Pasha namun sejarah mencatat sebagai penaklukan yang gagal. Sayangnya,Hanum mendadak putus komunikasi dengan Fatma.

Paris. Cordoba. Granada. Istanbul. Kota-kota yang ditelusuri oleh Hanum dan Rangga. Saya sama terkejutnya dengan Hanum tentang Napoleon Bonaparte yang dikatakan seorang muslim,antara percaya dan tidak percaya. Dia membangun arc de triomphe du carrousel yang didalam garis imajiner berada searah kiblat di mekkah. Sementara eropa juga menikmati pengaruh islam hingga saat ini. Siapa sangka capucino yang terkenal dari Italia pada awalnya dibuat dari biji kopi yang berasal dari turki. Bunga tulip yang merupakan kebanggaan Belanda aslinya dari daerah Anatolia,Turki. Flamenco,tari tradisional Spanyol mendapat pengaruh dari musik timur tengah.

Spanyol! Negara yang akrab di telinga. Saya tidak ingat manakah yang lebih dulu mengagumi Andalusia dan Alhambra atau ngefans dengan timnas sepakbolanya. Bukan tak mungkin ketampanan pemain timnas sepakbola Spanyol juga mendapat pengaruh timur tengah,hihihihi. Saya bisa lebih heboh dari Luis jika berada di Spanyol saat piala dunia berlangsung :)). Dulunya sebutan city of light disematkan kepada Cordoba. Cordoba brjasa membuat eropa maju. Kehidupan beragama antara yahudi,islam,dan kristen berlangsung harmonis. Penaklukan oleh raja Ferdinand dan ratu Isabella membuat penduduk Cordoba yang beragama islam dan yahudi pindah agama. Mezquita Cordoba beralih fungsi dari Mesjid ke Gereja. Menurut Sergio, pemandu wisata Cordoba, akan lebih bagus jika Mezquita dijadikan museum.

Setelah dua tahun,Fatma kembali mengontak Hanum. Kepergiannya tiba-tiba seperti ditelan bumi dikarenakan anaknya Ayse menderita Leukemia Akut. Keluarga kecil mereka kembali ke Turki. Sekarang tiba waktunya mengunjungi Fatma di Istanbul. Beda halnya dengan Mezquita Cordoba, Hagi Sophia yang beralih dari Gereja ke Mesjid,atas prakarsa Kemal Attaturk yang sekuler dijadikan museum.

Saya kurang sreg jika catatan perjalanan (non-fiksi) dan unsur fiksi dicampur. Di sampul belakang pun tertulis NonFiksi\Novel Islami.Kategori yang rancu,nonfiksi tapi novel? *garuk-garuk kepala* Menurut saya tanpa bagian fiksi,jalinan ceritanya sudah pas. Lalu perbandingan2 kondisi Eropa dengan Indonesia mengusik saya. Memang sulit menghindari untuk tidak membandingkan suatu tempat dengan tempat yang lain. Kalau tempat tersebut lebih bagus berpikir tentang keadaan Indonesia yang jauh tertinggal. Hal tersebut membuat kurang fokus kan ceritanya lagi jalan di eropa,not-apple-to-apple disandingkan dengan Indonesia. Buku ini juga dilampirkan foto-foto perjalanan Hanum-Rangga. Sayang sekali tidak ada foto Alhambra. Saya ingin sekali melihat saat paling indah di Alhambra yaitu ketika matahari terbenam. Smoga suatu hari saya bisa menyaksikannya *make a wish*.

View all my reviews

Monday, January 9, 2012

Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta

Pak Tua yang Membaca Kisah CintaPak Tua yang Membaca Kisah Cinta by Luis SepĂșlveda


My rating: 4 of 5 stars


Sepintas dari judulnya,saya membuat asumsi awal tentang cerita buku ini: bapak tua yang menangis tersedu-sedu karena membaca kisah roman. Tidak sepenuhnya salah, Antonio Jose Bolivar memang menyukai novel roman picisan. Dia bisa menangis juga jika kisah cinta yang sedih. Ternyata dia lebih tangguh dari sekadar pembaca yang membunuh sepi.

Pak tua ini hidup di El Idilio,desa kecil di rimba Ekuador. Balik ke masa mudanya ia datang bersama istrinya sebagai pemukim pertama di daerah tersebut dan belum memahami kondisi alam yang curah hujannya cukup tinggi. Tanaman-tanaman mereka habis tersapu pada guyuran pertama di musim hujan. Orang Shuar lah yg mengajari mereka harmonis dgn alam. Setelah istrinya,dolores encarnacion del santisimo sacramento estupinan otavalo,direnggut oleh malaria, Antonio Jose Bolivar bergaul dan mengikuti orang shuar ke dalam hutan. Ia belajar pada orang shuar sehingga bisa mengenal hutan dengan baik,berburu seperti mereka,berenang sama tangkasnya. Namun tetaplah ia tidak bisa menjadi bagian dari orang shuar.

Datanglah masanya ketika pendatang baru mulai datang untuk ladang minyak,mencari emas,dan berburu. Dengan pongah senjatanya,mereka tidak segan-segan untuk menembak apapun yg bergerak. Binatang-binatang hutan hingga orang Shuar. Kegiatan mereka mulai merangsek ke rimba Amazon. Sehingga tidak hanya membuat orang Shuar pindah,satwa-satma pun ikut masuk lebih jauh ke dalam hutan.

Ada kejadian mengusik El Idiolio yaitu salah satu pemburu ditemukan mati. Pak walikota hampir saja menangkap orang Shuar yang dicurigai membunuh pemburu tersebut. Pak tua membantahnya dan memperlihatkan luka-luka yang ada tidak mungkin dikarenakan perbuatan manusia. Pemburu ini melanggar peraturan dengan berburu di awal musim hujan. Seekor macan tutul betina mengamuk karena anak-anaknya telah ditembak oleh pemburu. Bahaya yang disebabkan pmburu ini meluas. Korban-korban baru berjatuhan. Macan tutul ini smakin mendekati wilayah pemukiman. Dan yang hanya bisa menghentikannya adalah Pak Tua.

Untuk menjaga harmonisasi dengan alam,ada kearifan lokal yang harus dipahami. Ambillah hasil hutan secukupnya,jangan berlebihan. Contoh lain dalam hal berburu, memburu babi-rusa di musim kawin membuat hewan ini menjadi beringas lebih dari biasanya. Novel pendek ini mengisyaratkan satu hal : keserakahan manusia terhadap alam akan membawa kehancuran kepada peradaban manusia itu sendiri.

View all my reviews

Friday, January 6, 2012

Kampus Kabelnaya: Menjadi Mahasiswa di Uni Soviet

 Kampus Kabelnaya: Menjadi Mahasiswa di Uni SovietKampus Kabelnaya: Menjadi Mahasiswa di Uni Soviet by Koesalah Soebagyo Toer


My rating: 3 of 5 stars


Kampus Kabelnaya merupakan catatan mahasiswa Indonesia yang pernah belajar di Uni Soviet. Adalah Koesalah Subagyo Toer yang menempuh pendidikan di Uni Soviet pada kurun waktu 1960-1965. Waktu studinya bertepatan dengan era perang dingin antara blok barat dan blok timur. Ketika itu persahabatan Uni Soviet dengan Indonesia sedang hangat-hangatnya. Pemerintah Uni Soviet membuka universitas persahabatan bangsa-bangsa bagi pemuda asia-afrika-amerika latin yang kurang mampu. Koesalah yang drop out dari fakultas sastra UI mendaftar untuk melanjutkan kembali pendidikannya. Ia diterima dan berangkat ke Moskwa setelah menikah terlebih dahulu dengan kekasihnya.

Ada sekitar 700 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang belajar di Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa. Koesalah harus membiasakan diri dengan iklim dingin Rusia. Sebagian besar waktu orang Rusia dihabiskan di dalam ruangan. Mereka keluar hanya beberapa jam di setiap harinya. Untuk orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis mungkin perlu penyesuaian yang cukup sulit. Koesalah kadang memakai baju berlapis-lapis untuk tidur, Mischa temannya orang Rusia malah bisa pakai celana pendek saja. Yang membuat saya terkesan adalah orang-orang Rusia langsung menyebut nama Presiden Soekarno jika Koesalah mengatakan asalnya dari Indonesia.

Bacaan mengenai pengalaman studi di negara-negara eropa barat atau amerika serikat sudah banyak. Sementara pengalaman belajar di negara-negara eropa timur masih jarang. Pengalaman Koesalah menggambarkan semangat pemuda yang ingin belajar demi membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Ia sempat mengalami dilema batin ketika Istrinya yang ditinggal di Indonesia memintanya untuk pulang dan jangan kembali. Antara ilmu dan istri, ia memilih kehilangan istri dan tetap bertahan di moskwa. Koesalah juga mengamati budaya dan masyarakat Rusia. Bahasa rusia juga diselipkan di tulisan-tulisannya. Di bagian akhir buku terdapat lampiran teks rusia beserta terjemahannya. Alfabet rusia memang unik, bentuknya seperti ukiran. Salut dengan kemampuan bahasa yang dimiliki pak Koesalah sehingga saat ini pembaca Indonesia bisa menikmati karya sastra dunia khususnya sastrawan Rusia.

View all my reviews

Tuesday, January 3, 2012

Diari Si Bocah Tengil : Kenyataan Pahit

Diary Si Bocah Tengil: Kenyataan PahitDiary Si Bocah Tengil: Kenyataan Pahit by Jeff Kinney


My rating: 3 of 5 stars


Diari si Bocah Tengil yang ke-lima. Rupanya Greg sedang bermusuhan dengan sahabatnya, Rowley. Greg ingin menemukan pengganti sahabatnya. Karena sebelumnya ia hanya menghabiskan waktu dengan Rowley, ia tidak menemukan teman terdekat selain Rowley.

Mom memutuskan kembali kuliah. Spontan, kehidupan keluarga Heffley jadi kocar-kacir. Masing-masing mendapatkan tugas. Karena engga pada beres jadinya mereka menyewa asisten rumah tangga, Isabella. Greg yang harus mencuci bajunya sendiri melihat kesempatan biar bajunya dicucikan Isabella. Dengan meninggalkan pesan seolah-olah dari mom. Isabella selalu bisa mengelak hingga lama-lama Greg sudah tak punya kaos dalam lagi. Greg geregetan apalagi setelah ia menemukan stocking wanita di tempat tidurnya. Artinya si Isabella tidur siang di ranjangnya, huwah enak sekali dia tapi mom tidak mendengarkan pengaduan Greg. Hingga suatu hari Greg demam dan tak masuk sekolah. Mom pulang tiba-tiba untuk merawat Greg. Alangkah terkejutnya menemukan Isabella dengan pembantu-pembantu di sekitar kompleks sedang nonton bareng opera sabun :)).

Monday, January 2, 2012

Kumcer : Minum Teh Bersama Kartini

Minum Teh bersama KartiniMinum Teh bersama Kartini by Suryatini N. Ganie


My rating: 2 of 5 stars


Ada 20 cerita pendek yang bersetting dari berbagai negara ; Dusseldorf, Barcelona, Mexico, Istanbul dll. Tempat-tempat yang memang terkenal oleh indahnya. Cerpen-cerpennya sebagian besar menyangkut cinta yang disuguhi dengan pengalaman spiritual atau mistis. Seringkali tokoh utama bertemu dengan orang-orang yang telah meninggal dan memberikan wangsit atau petunjuk. Dalam 5 cerita pertama mungkin masih bisa saya nikmati. Sekalipun settingnya beda, makin lama temanya sama begitu-begitu aja. Ceritanya jadi mudah ketebak endingnya. Membosankan.

View all my reviews

Ronggeng Dukuh Paruk

Ronggeng Dukuh ParukRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari


My rating: 5 of 5 stars


Apa buku pertama yang dibaca di tahun 2012? Yeay! Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari. Sudah dibaca dari seminggu lalu dan diniatkan untuk menutup bacaan tahun 2011 tapi karena waktu luang yang sempit jadinya buku ini baru tamat dibaca di hari pertama 2012 ini. Sebelumnya saya sempat mengulas film Sang Penari di blog tanpa pernah membaca kisah Srintil-Rasus. Karena saya menonton filmnya dulu baru membaca bukunya maka saya jadi membayangkan wajah-wajah pemain film Sang Penari terutama Rasus. Tak salah memang jika ada yang kecewa dengan filmnya karena memang ada yang berbeda dengan novelnya.

Dukuh Paruk, dusun kecil yang terpencil dimana pusat kebatinan dan kepercayaan mereka ada di makam Ki Secamenggala. Warga dukuh paruk masih bertautan tali saudara yang berasal dari moyang mereka, Ki Secamenggala. Disinilah tumbuh bersama Srintil dan Rasus yang masing-masing yatim piatu dan dibesarkan oleh nenek-kakek mereka. Srintil sering bermain tembang-tembangan dan menari seperti ronggeng dengan Rasus dan teman-temannya di bawah pohon nangka. Srintil tidak pernah melihat pentas ronggeng tapi ia dapat menari sebaik ronggeng. Di Dukuh Paruk terdapat kepercayaan jika perawan tidak bisa menjadi ronggeng kecuali roh indang merasukinya.