Pages

Monday, May 31, 2010

(Cerita tentang Buku) Jatuh Cinta dengan Buku

Setelah baca blog kak didiet..gue jadi pengen menuliskan kembali awal mula gue begitu mencintai buku (lebih dari gebetan manapun *hahaha*).

Bundo pernah cerita bahwa waktu gue masih kecil, gue suka sekali 'pura-pura baca' koran padahal masih belum bisa baca dan korannya kebalik pula. *lucunya..hihi*. Akhirnya Bundo membelikan majalah Bobo waktu TK. karena belum ngerti banget, Bobonya berakhir awut-awutan antara disobek-sobek dan diwarnai crayon.

Waktu SD *masih di Solok*, perpustakaan hanya sebatas sebuah lemari kecil di ruang guru. Gue sempat pinjam beberapa kali. Namun gue menghilangkan salah satu buku perpus karena gue takut diomelin,gue hanya diam engga berani bilang ke ibu guru. Akhirnya engga berani minjem lagi.Buku perpus hanya boleh dibaca ketika jam olahraga atau ketika tidak ada guru.

Di pasaraya Solok, ada beberapa taman bacaan. salah satu taman bacaan tersebut dimiliki oleh teman Ayah. sepulang sekolah kalau tidak mengaji di madrasah maka gue berkeliaran di pasar. Salah satu tempat nongkrong yaitu taman bacaan tersebut (selain "hoya",satu-satunya tempat main dingdong ketika itu). Disinilah gue berkenalan dengan Manga seperti Doraemon,serial Mari-chan,Dragon Ball, Kung Fu Boys, Yaiba, Sailormoon, Candy-candy,Donal bebek,dan masih banyak lagi. Sebagian besar pengunjung adalah remaja laki-laki. Maka gue yang masih anak ingusan duduk manis disamping Uni-penjaga taman bacaan. Biasanya kalau sore-sore, Bundo atau Ayah akan menghampiri gue yang asyik entah baca komik apa *lupaa..*

Setiap bulannya, gue menghampiri toko majalah melihat majalah bobo. apakah sudah ada yang baru. Di kota kecil seperti Solok (sekarang udah rame), tidak ada toko buku yang ada hanya toko buku tulis. makanya gue bersemangat kalau jalan-jalan ke Padang. maka pasti singgah sebentar ke toko buku,itupun waktu itu cuma dua; Gramedia dan Sari Anggrek. gue suka sekali dengan serial dongeng klasik seperti cinderella,gadis penjual korek api.

Yang paling gue kagumi dari kunjungan-kunjungan ke rumah sodara adalah lemari buku. Apalagi jika ada cerita anak-anak, gue akan duduk manis dan mulai membaca. Gue memang suka terpesona dengan perpustakaan..lemari-lemari buku..sewaktu kelas 5 SD, gue menderita paru-paru basah dan tidak mengikuti pelajaran olahraga selama enam bulan. gue duduk sendirian di ruang guru dan mulai membaca buku tebal yang berjudul 'darmawisata ke pulau dewata'. untuk pertama kalinya gue mengenal Bali dari buku itu.

Ketika SMP, rekan kerja Bundo memberikan hadiah Harry Potter (Harpot) 1 - 3,awal-awal boomingnya Harpot. Buku tersebut gue bawa ke sekolah. Gue siy minjemin ke satu orang tahu-tahunya beredar kemana-mana. Balik-balik, Harpotnya udah lusuh gitu. Ya engga apa-apa lah,secara tidak langsung gue membuat teman-teman suka harpot dan jadi seneng baca. Di sekolah, ada dua orang yang punya harpot 4,cuma temen gue itu engga mau minjemin Harpotnya ke yang lain malah dia merekomendasiin agar minjem ke gue. Gue agak sebel juga waktu Harpot 4, yang dibeli dengan tabungan, dipinjem pas balik jadi lecek padahal tuh orang telah berjanji akan merawat harpot baik-baik.aaarrghh..

Baru mulai SMA, gue menyisihkan jajan untuk beli novel-novel agatha christie. gue begitu terpukau dengan cerita hercule poirot dan ending yang tidak ketebak. sedikit demi sedikit berlanjut ke kuliah. Bundo tak masalah siy gue baca novel asalkan tetep belajar. Ayah sesekali melarang beli novel, boros. tapi ada juga yang mencerca gue buat apa buku sebanyak ini. Gue sama sekali tidak pernah meminta secara khusus untuk beli buku. SEMUANYA gue beli dari tabungan, menyisihkan uang jajan,kenapa juga sewot tidak merugikan siapa pun.

Setelah mendapatkan penghasilan sendiri,gue berusaha menahan diri untuk tidak 'panic buying' apalagi pas pameran buku,diskonnya heboh-heboh ituh. Gaji sebulan bakal engga kerasa dihabisin buat buku,,hehe. Puluhan kios buku loak pernah gue kunjungi dan beberapa buku yang gue dapat memang 'langka' udah engga ada di toko buku. Dari buku biografi Soe Hok Gie karya John Maxwell hingga cerita rakyat dari Minangkabau 'Sabai nan Aluih' yang gue temukan secara tak sengaja di Pasar malam Ngarsopuro, Solo. Itulah harta karun gue.haha

Buku-buku pun menghantarkan gue ke Goodreads Indonesia. Bersama anggota-anggota lainnya, kita saling berbagi info buku bagus, pinjem-pinjeman buku, dan jalan bareng. Terakhir kita mengunjungi Rumah Pramoedya Ananta Toer. Pokoknya jadi makin cintaaaa dengan buku :D

No comments:

Post a Comment

Thank your for leaving comment. :)